
Calvin melihat ke arah Adriel dengan tatapan yang curiga. “Apa kamu menyukai Zoey?”
Adriel sangat terkejut dengan pertanyaan Calvin dan tanpa sadar wajahnya berubah menjadi merah. “A-Apa maksudmu?! Berhentilah menanyakan sesuatu yang aneh seperti itu!” Adriel menghindari tatapan Calvin.
“Jadi kamu benar-benar menyukainya.” Calvin tampak senang melihat wajah Adriel yang memerah. “Jika benar begitu bukannya lebih baik jika kamu mengejarnya? Serahkan saja pekerjaanmu di kantor padaku."
“Baiklah… tapi hanya kali ini saja!” Adriel melihat ke Calvin dengan tatapan yang serius.
“Iya iya terserahmu saja, cepat keluar sana.” Calvin memberikan senyuman mengejek pada Adriel.
Tanpa mengatakan apapun pada Calvin lagi, Adriel langsung keluar dari mobilnya dan berlari ke arah Zoey yang sudah berjalan menjauh.
Setelah berlari beberapa saat, Adriel akhirnya menemukan Zoey yang sedang duduk di bangku taman yang berada tak jauh darinya.
Adriel membenarkan dasinya sedikit sebelum berjalan ke arah Zoey berada dan memanggilnya dengan natural. “Zoey.” Panggil Adriel yang sudah berdiri di depan Zoey.
“Mr. Wilder? Apa yang Anda lakukan disini?” Zoey terlihat kebingungan dengan kehadiran Adriel di depannya.
“S-Saya hanya kebetulan lewat sini saja…” Adriel berbohong kepada Zoey dengan ekspresi yang terlihat ragu.
“Oh… saya pikir Anda sudah kembali dengan Calvin tadi.” Zoey mencoba untuk memaksakan senyumannya kepada Adriel.
Setelah mendengar ucapan Zoey, Adriel tampaknya menyadari sesuatu yang tidak ia sadari sebelumnya. “Kenapa Zoey memanggil Calvin dengan nama depannya?! Dia bahkan tidak pernah memanggilku dengan nama depanku!” Teriak Adriel dalam hatinya yang iri dengan Calvin.
Zoey yang tadi memaksakan senyumannya pada Adriel kembali murung dan menundukkan kepalanya ke bawah.
Adriel yang melihat ekspresi Zoey yang terlihat murung menatap Zoey dengan tatapan yang serius, kemudian ia dengan perlahan duduk di samping Zoey.
“Huh?” Zoey tersentak kaget mendengar penjelasan Adriel. “Apakah dia sadar saat aku memanggilnya waktu itu…? Tapi…”
Zoey mengangkat kepalanya dan menatap ke depannya dengan tatapan yang kosong. “Terima kasih atas penjelasannya…”
Adriel melihat tatapan kosong Zoey dan merasa khawatir dengannya. “Zoey… apa kamu baik-baik saja…?”
Zoey perlahan menolehkan kepalanya kepada Adriel dan tersenyum dengan penuh kesedihan. “Saya hanya sedang memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya saya pikirkan.”
“Zoey… kamu…” Adriel hanya bisa melihat wajah Elyana yang tersenyum sedih dengan perasaan yang tidak berdaya di hatinya.
Setelah tersenyum kepada Adriel, Zoey kembali melihat ke depannya dengan tatapan kosong dan Adriel hanya duduk disana tanpa bisa mengatakan apapun.
“Oh ya, apakah saya dipecat dari pekerjaan saya?” Pertanyaan dari Zoey memecahkan keheningan mereka berdua.
“Tentu saja tidak, besok kembalilah bekerja seperti biasa.” Adriel melihat ke wajah Zoey dan tersenyum kepadanya.
“Baiklah kalau begitu, sejujurnya mencari pekerjaan baru itu sangat merepotkan.” Zoey menghela napas berat dan kembali melihat ke bawah.
“Hahaha.” Adriel hanya tertawa untuk menanggapi ucapan Zoey.
“Aku penasaran apa yang sebenarnya dia pikirkan sampai membuat dirinya yang selalu ceria itu berubah menjadi seperti ini. Aku memang tidak bisa membantunya saat ini, tapi aku berharap dia bisa kembali ke dirinya yang dulu…”
Tanpa sadar Adriel meletakkan tangannya di atas kepala Zoey.