
“Zoey, bagaimana perkembanganmu dengan Mr. Wilder belakangan ini?” Tanya Maria dengan senyuman jahil saat mereka berjalan bersama ke tempat bekerja.
“Biasa saja. Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal seperti itu?” Zoey bertanya kembali kepada Maria.
“Biasa saja? Berarti tidak ada perkembangan sama sekali?” Maria terlihat kecewa mendengar jawaban Zoey.
“Ada apa? Apa kamu merencanakan sesuatu?” Zoey memasang ekspresi yang tidak tidak suka saat melihat Maria yang tiba-tiba terlihat kecewa.
“Tentu saja tidak.” Maria masih terlihat kecewa. “Kamu memang menyedihkan Mr. Wilder.”
“Walaupun kubilang biasa saja. Saat aku bertemu Mr. Wilder di mana saja, dia selalu melihat ke arah ku dan sejujurnya aku sedikit merasa tidak nyaman dengan hal itu. Awalnya aku memang sangat menyukainya… tetapi setelah sering berbicara dengannya, aku merasa dia seperti manusia pada umumnya…” Zoey juga ikut menghela napas. “Lagipula film dan kenyataan sangat berbeda…”
“Zoey, apakah hari ini kamu mau makan malam bersama Mr. Wilder?” Maria tiba-tiba bertanya kepada Zoey dengan tatapan yang sangat serius. “Makan malam bersamanya dan langsung berpacaran saja! Aku sudah mulai muak dengan kalian berdua!”
“Hah? Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal aneh seperti itu?” Zoey melihat ke Maria seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
“Bukankah menurutmu Mr. Wilder itu luar biasa? Dia kaya dan tampan, bukannya itu sangat mirip dengan laki-laki yang kamu sukai di film drama yang selalu kamu tonton?” Maria semakin mendesak Zoey.
“Memang pada awalnya aku merasa Mr. Wilder itu mirip sekali dengan film drama yang pernah kutonton. Tetapi… lama kelamaan entah kenapa aku merasa dia terlihat… biasa saja…?” Zoey memikirkan beberapa hal tentang Adriel.
“Biasa saja…?” Maria sangat terkejut dengan apa yang baru saja Zoey katakan. “Apakah benar-benar ada harapan dengan hubungan mereka…?" Maria mulai meragukan dirinya sendiri yang bilang akan membantu mereka berdua.
“Ada apa?” Maria melihat ke arah Zoey berhenti berjalan.
“Mr. Wilder.” Ucap Zoey dengan suara yang tidak terlalu besar saat melihat Adriel yang baru saja turun dari mobilnya di depan pintu kantor.
Maria mengikuti arah pandangan Zoey dan ia benar-benar melihat Adriel yang baru saja turun dari mobilnya dan hal itu membuatnya sangat senang. “Oh! Ayo kita segera sapa di-“ Kesenangan Maria seketika berakhir saat melihat Adriel yang membantu seorang perempuan turun dari mobilnya.
“Luna…?” Ucap Maria dengan suara yang kecil. “Dasar sialan! Bukankah kamu baru saja berjanji denganku beberapa minggu yang lalu!”
Maria dengan khawatir langsung melihat ke arah Zoey dan berjalan dengan sangat cepat mendekati Zoey dan meletakkan kedua tangannya di bahu Zoey. “Zoey, ini pasti bukan seperti yang kamu pikirkan.” Maria tiba-tiba mencoba menyemangati Zoey.
“Hm? Ada apa Maria? Kenapa kamu panik seperti itu?” Tanya Zoey dengan sedikit senyuman di wajahnya.
“I-itu… tidak… tidak ada apa-apa.” Maria menurunkan tangannya dari bahu Zoey dan melihat ke bawah saat melihat senyuman Zoey.
“Baguslah kalau begitu, ayo kita kembali berjalan.” Zoey tersenyum sebentar dan kembali berjalan, Maria pun segera mengikutinya dari belakang.
Deg
“Ada apa dengan Maria… kenapa dia panik sekali saat melihat Luna turun dari mobil Mr. Wilder hahahaha.” Zoey berjalan dengan senyuman di wajahnya dan saat ia semakin dekat dengan tempat Adriel, senyumannya perlahan hilang.