Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 31



“Tolong lepaskan.” Zoey meminta Luna untuk melepaskan lengannya dengan baik-baik.


“Ayolah kali ini saja.” Luna semakin memaksa Zoey untuk pergi makan siang bersama dengannya.


“Lepaskan…” Zoey mulai kehilangan kesabarannya saat Luna terus menarik lengannya.


“Ayolah~” Luna mengabaikan ucapan Zoey dan terus memaksanya untuk ikut makan siang dengannya.


“LEPASKAN!” Zoey langsung melepaskan tangan Luna dengan paksa dengan tangan satunya lagi dan tidak sengaja mencakarnya hingga tangan Luna berdarah.


“AAH!” Luna langsung meringis kesakitan. “A-Apa yang kamu lakukan…” Luna sangat terkejut saat melihat tangannya yang dipenuhi dengan darah.


Seketika Zoey langsung tersadar apa yang baru saja ia lakukan. “M-Maaf…” Zoey merasa sangat bersalah saat melihat tangan Luna yang terluka karena dirinya dan hendak mendekati Luna. “A-Aku benar-benar minta maaf… apa kamu baik-baik saja…?” 


“Jangan mendekat!” Luna terlihat sangat ketakutan saat Zoey mulai mendekatinya.


“Adriel…” Panggil Luna dengan mata yang berlinang air mata saat melihat Adriel yang berdiri tak jauh dari mereka.


Adriel terlihat terkejut sekali dengan apa yang baru saja terjadi dan segera menghampiri Luna saat melihat darah di tangannya yang tidak berhenti mengalir.


“Mr. Wil-“ Zoey memanggil Adriel dengan suara yang gemetaran, tetapi Adriel hanya berlari melewatinya dan langsung menuju ke tempat Luna.


“Adriel… Ini sakit sekali… hiks.” Luna menangis tersedu-sedu saat Adriel berdiri di depannya. 


“Diamlah…” Adriel terlihat sangat gelisah saat melihat darah di tangan Luna yang tidak bisa berhenti mengalir walaupun ia sudah mencoba untuk menahan pendarahannya menggunakan dasinya.


“Apa yang kalian lakukan?! Segera panggil ambulans secepatnya!” Teriak Adriel kepada karyawan-karyawan yang hanya diam melihat mereka disana.


Setelah mendengar ucapan Adriel, karyawan-karyawan disana segera mengeluarkan handphonenya untuk memanggil ambulans. Maria yang baru saja kembali dari membeli makanan untuk Zoey terlihat kebingungan saat melihat keramaian di dekat meja kerjanya.


“Apa yang terjadi?” Tanya Maria kepada salah satu karyawan di sana.


“Temanmu itu, Zoey baru saja melukai tangan Luna dan sepertinya pendarahannya tidak bisa berhenti.” Jawab karyawan itu dengan sedikit panik.


“Zoey…?!” Setelah mendengar itu, Maria langsung menerobos kerumunan orang yang ada di sana dan berlari ke arah Zoey.


“Zoey… apa kamu baik-baik saja?” Maria memegang tangan Zoey yang masih berdiri disana melihat ke arah Adriel dan Luna dengan tatapan yang kosong. “Dingin…” Maria merasakan tangan Zoey yang sangat dingin.


Maria tidak menanyakan apapun lagi saat Zoey tidak menjawab pertanyaannya dan langsung menarik Zoey untuk segera pergi dari sana. Karyawan-karyawan disana pun hanya melihat mereka pergi begitu saja.


Maria dan Zoey berlari menjauhi tempat itu hingga sampai pada suatu taman berjarak tidak jauh dari sana. Walaupun begitu, suara ambulans masih terdengar dari taman itu.


“Maria…” Panggil Zoey dengan suara yang lemah.


“Apa?” Maria berdiri di sana sambil mencoba untuk mengendalikan napasnya akibat lelah setelah berlari.


“Kenapa kamu malah membawaku pergi dari sana? Dilihat manapun itu adalah salahku…” Zoey tidak berani mengangkat kepalanya dan terus melihat ke bawah.


“Tapi kamu bukan melukainya karena kamu ingin bukan? Kamu melukainya tanpa sengaja.” Maria sudah bisa mengendalikan napasnya dan melihat ke arah Zoey dengan tatapan yang sangat sedih.