Please Marry Me My Handsome CEO

Please Marry Me My Handsome CEO
Episode 33



“Apa rasanya seenak itu?” Tanya laki-laki itu dengan senyuman di wajahnya.


“Um!” Jawab Zoey sambil terus memakan coklat itu sampai habis.


“Ini memang bukan urusanku… tapi bolehkan aku bertanya kenapa kamu menangis? Mungkin dengan menceritakan masalahmu, kamu akan merasa lebih baik.” Ucap Laki-laki itu sambil melihat ke arah pepohonan di depannya.


“Itu…” Zoey terlihat ragu-ragu untuk menceritakan masalahnya kepada laki-laki itu.


Saat Zoey terlihat ragu-ragu, laki-laki itu mengeluarkan kartu namanya dan memberikannya pada Zoey.


Zoey menerima kartu nama yang diberikan laki-laki itu dan membacanya. “Calvin Almer?” 


Zoey menurunkan kedua tangannya dengan sedih. “Bisakah Anda memberikan tanggapan Anda pada cerita singkat ini?” 


“Tentu saja.”


“Dulu, ada seorang perempuan berumur 17 tahun yang sangat jarang berbicara di sekolah, padahal dia hanya duduk diam saja di kelas tetapi entah kenapa selalu saja ada seseorang yang membencinya. Orang-orang yang membencinya itu sangat suka berbicara buruk tentangnya dengan suara yang besar supaya semua orang dapat mendengarnya. Tetapi, perempuan itu sama sekali tidak memperdulikan mereka, saat mereka mulai menertawakannya untuk sesuatu yang dirinya sendiri tidak tahu, ia hanya meninggikan volume earphonenya dan berusaha untuk tidak mendengar apa yang mereka katakan. Dan pada suatu hari perempuan itu lupa membawa earphone nya karena terburu-buru, awalnya semuanya baik-baik saja. Pada saat perempuan itu hendak menuruni tangga dan pergi untuk membeli makanan, tiga orang anak perempuan yang sangat tidak menyukai perempuan itu tiba-tiba mengerumuninya tepat pada tangga yang ingin dituruninya. Tiga perempuan yang mengerumuninya itu mulai memaki perempuan itu dengan kata-kata kasar, tetapi perempuan itu tetap tidak memperdulikan mereka dan hanya berdiam disana, semakin perempuan itu tidak memperdulikan mereka, ketiga perempuan itu semakin kesal dan menamparnya. Saat perempuan itu sadar dirinya baru saja ditampar oleh salah satu mereka, tiba-tiba saja amarah yang tak tertahankan menyelimuti hatinya, ia merasa kata-kata menyakitkan tanpa perasaan yang mereka terus lontarkan memenuhi kepalanya dan tanpa sadar perempuan itu langsung mendorong perempuan yang baru saja menamparnya hingga membuatnya terjatuh dari tangga itu, kedua temannya yang bersamanya langsung menuruni tangga dan melihat ke perempuan yang terjatuh itu. Guru yang ada disana juga langsung berlari ke tempat perempuan itu terjatuh dan saat ia memeriksa napasnya… perempuan yang terjatuh itu ternyata sudah tidak bernapas…” Zoey terdiam beberapa saat setelah menceritakan tentang hal itu, ia menggenggam tangannya sendiri dengan kuat dan tidak berani melihat ke arah Calvin. “Apakah menurutmu perempuan yang mendorong orang yang menamparnya itu adalah pembunuh…?”


“Ketiga perempuan itu tentu saja salah, mereka pasti menganggap diri mereka sangat hebat sampai berani menyakiti orang lain, tapi apapun alasannya… membunuh orang itu tetap hal yang salah, makanya aku juga tidak bisa bilang bahwa perempuan yang mendorong orang hingga mati itu adalah hal yang benar… Ketiga perempuan itu telah membunuh diri perempuan itu dari dalam, jika tidak begitu perempuan itu tidak mungkin akan mempunyai pikiran untuk mendorong seseorang. Tidak ada orang yang benar dalam ceritamu… mereka semua adalah pembunuh.” Calvin melihat ke langit yang sudah mulai gelap tanpa ekspresi.


“Mereka semua adalah pembunuh…” Zoey awalnya terkejut dengan ucapan Calvin. tetapi ia tiba-tiba tertawa dengan perasaan yang lega. “Kamu benar… Mereka semua adalah pembunuh… aku benar-benar lega sekarang. Saya benar-benar berterima kasih pada Anda yang mau mendengarkan cerita yang membosankan ini.” Zoey melihat ke arah Calvin dengan senyuman lembut di wajahnya.