Om Duda I Love You

Om Duda I Love You
Rencana licik



Beberapa hari kemudian...


Yunda tidak tega melihat Richard terkurung dalam masalah. Namun, ia juga tak mungkin terus menyembunyikan perihal perjodohan yang kini sedang mengintainya.


Yunita tak ingin Richard kecewa karena mendengar kabar ini dari orang lain. Tetapi Ia juga tak kuasa menyampaikan kabar perjodohan dirinya dengan pria itu.


Tanpa Yunda sadari, ternyata Richard memerhatikan gerak-gerik beberapa hari ini.


Dengan lembut, bapak satu anak itu pun mendekati sang kekasih. Lalu ia pun bertanya, "Hay, perasaan melamun terus? Ada yang kamu risaukan?" Richard duduk di sebalah Yunda.


"Apa Om marah kalo Yunda jujur?" tanya gadis cantik ini.


"Marah? Kenapa mesti marah?" tanya Richard.


Yunda mengeluarkan ponselnya, lalu penyerahan pesan teks yang dikirim adiknya bener hari yang lalu kepadanya.


Richard menerima ponsel itu. Lalu membacanya perlahan.


Kini, bukan hanya Yunda yang risau tapi juga dirinya. Richard ikutan gelisah. Gelisah memikirkan ini.


"Apa kamu sudah siap menikah?" tanya Richard.


"Yunda masih ingin berkarir sebenar, Om. Tapi kalo jodoh usah datang, Yunda bisa apa," jawab gadis cantik ini.


"Apa kau mencintaiku?" tanya Richard lagi, kali ini serius. Karena ia menatap mata bening Yunda, seolah meminta jawaban jujur dari gadis itu.


"Tanpa perlu Yunda jelaskan, Yunda yakin, Om pasti tau jawaban pertanyaan yang Om ajukan untuk Yunda," jawab Yunda tak kalah serius.


"Oke, kalo demikian. Besok kita pulang. Aku ingin menemui ibumu. Tapi kalo bisa ubah panggilan mu itu. Masak sama calon suami manggil om," ucap Richard.


"Jadi?" Yunda malah tertawa.


"Terserah asal jangan Om!"


"Emmm, bagaimana kalo abang!"


"Tidak, itu seperti Abg aku tak suka."


"Mas."


"Nggak sih. Anda tampan seperti CEO-CEO di drama Turki." Yunda terkekeh.


"Dasar gadis bodoh. Mereka tampanan aku. Bisa-bisanya kau membandingkan aku dengan orang seperti itu. Gini-gini juga banyak cewek yang ngantri tau!" jawab Richard bangga.


"Ya, saya tau. Tapi saya yakin hati anda hanya untuk saya," rayu Yunda.


"Karena kamu mau menerima baik buruknya aku. Kelebihan dan kekuranganku."


"Begitupun denganmu, aku gadis miskin, tapi kamu mau menjadikanku ratumu. Bukankah ini luar biasa," balas Yunda.


"Aku berharap, kita cepat dapat restu. Aku nggak sabar pengen kita segera menikah. Aku tak sabar ingin kasih Xavi keluarga yang lengkap. Ada aku ayahnya, kamu ibunya dan dia. Dan aku juga ingin punya beberapa baby lagi. Gimana?" ucap Richard.


"Tentu saja, kenapa tidak?" jawab Yunda.


Senyum mengembang di antara keduanya. Yunda begitu nyaman berada di dekat Richard. Begitupun sebaliknya.


Namun sayang, kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini seperti sebuah peluru api yang menembua jantung seorang wanita bernama Chelsea.


Tanpa Yunda dan Richard sadari, wanita paruh baya itu tetap tidak ingin jika Yunda menjadi bagian dari keluarganya. Siapa sangka, demi melancarkan niatnya, ia bekerja sama dengan keluarga calon suami Yunda untuk menikahkan putra mereka dengan Yunda segera. Agar Yunda segera hengkang dari keluarganya.


"Ini uang seratus juta, aku mau bawa jauh-jaih gadis itu dari sini. Jika dalam satu minggu aku masih melihat dia, maka jangan salahkan aku kalo aku akan menghabisi keluarga kalian. Paham!" ancam Chelsea pada keluarga Rahman, pria yang hendak di jodohkan dengan Yunda.


"Ibu tenang saja. Lagian ibu gadis itu tak akan berkutik. Mereka punya hutang dengan kita. Pokoknya, sesuai janji anda. Kalo mereka sudah menikah, maka anda akan membayar sisanya. Yang penting anda sportif, Bu. Jangan menyalahi aturan. Oke!" ucap pria mata duitan itu.


"Tenang. Jika tugas mendarat dengan baik. Maka sisanya akan aku kirim. Tapi jika kalian gagal, maka kepala kalian adalah konsekuensinya. Mengerti!" jawab Chelsea dengan angkuhnya.


Perjanjian telah di buat. Chelsea pun memutuskan untuk pergi. Namun, sebelum itu... ia sempat mengawasi rumah di mana ibu dan adik Yunda tinggal.


"Jika mereka gagal, hanguskan saja rumah itu." ucap Chelsea pada para ajudannya.


"Baik, Nyonya! Laksanakan!"


"Aku ingin tahu, seberapa kuat gadis tak berguna itu menghadapi serangan dari kita. Dia yang melawan duluan. Maka biarkan dia merasakan akibatnya," ucap Chelsea sembari meminta sopir yang membawa mobilnya untuk kembali melaju.


Tak sampai di situ rencana licik seorang Chelsea. Jika sampai dia belum berhasil memisahkan mereka. Maka terpaksa ia akan membuat Yunda di penjara. Bagaimanapun caranya!


Bersambung...