
Cewek berbandana polkadot itu masih setia mengamati lamat-lamat cowok yang berada beberapa meter di depannya, memunggungi Tara yang sedari tadi memperhatikannya dengan sabar. Bagaimana tidak, Tara sudah berada di sana selama lima belas menit hanya untuk sekedar mengamati cowok misterius yang menarik perhatiannya, Nusa Mahendra Zachery. Semua bermula sejak sebulan yang lalu, awal kepindahan Nusa di SMA Negeri 1. Tara yang semula tak acuh memilih menyibukkan diri mengoret-oret buku bergambarnya sampai Zhafira menyikut lengannya.
"Ra, lihat deh tuh murid baru ganteng banget. Kyaaaa," histeris cewek yang kerap disapa Zha itu tepat di telinga Tara yang langsung membuat Tara menjitak jidatnya kasar.
"Awww...sakit tau!" ringis Zhafira mengusap-usap jidatnya yang terasa sedikit perih, mungkin saja merah.
"Makanya jangan teriak di kuping orang. Lagian tuh ya semua orang dibilang ganteng, Bang Kusno, penjual batagor juga dibilang ganteng samamu Zha," Tara mendengus kesal melihat kelakuan temannya itu tanpa menoleh sedikitpun pada murid baru yang kata Zhafira ganteng, 11-13 lah sama idol Korea yang sering membuatnya seperti orang gila, senyum-senyum bahkan teriak-teriak sendiri.
"Nusa, silahkan perkenalkan diri kamu," Pak Harto selaku wali kelas mempersilahkan si murid baru untuk membuka suara karena pasalnya sejak masuk ke dalam kelas, hanya Pak Harto lah yang berbicara panjang kali lebar kali alas kali tinggi, sedangkan si murid baru yang diketahui bernama Nusa hanya diam tanpa kata.
"Perkenalkan nama saya Nusa Mahendra Zachery, saya pindahan dari SMA Bhakti Karya," ungkap Nusa seadanya.
Sejak kepindahan Nusa ke SMA Negeri 1, tak banyak perubahan yang terjadi karena pasalnya Nusa adalah murid yang sangat pendiam bahkan tertutup. Awal mula kepindahan Nusa disambut gembira oleh banyak orang terutama murid cewek yang histeris melihat Nusa yang katanya ganteng, ralat lebih tepatnya manis. Ungkapan itu bukan hanya rumor belaka melainkan benar adanya karena Nusa memiliki kulit putih bersih, lebih tepatnya sedikit pucat, mata hitam kecoklatan yang berkilauan saat terkena paparan sinar matahari, rambut yang sedikit ikal namun lembut, serta badan yang cukup proporsional meskipun sedikit kurus, mungkin kekurangan gizi. Namun hal itu hanya berlangsung selama seminggu karena Nusa adalah orang yang sangat pendiam dan tertutup bahkan terkesan misterius membuat semua orang enggan untuk mendekat dengannya, bukan karena tak ingin namun Nusa lah yang telah membangun tembok pertahanan yang cukup tinggi dan tebal yang sulit untuk ditembus bahkan celah tak ditemukan di sana.
Tara, cewek yang semulanya tidak peduli dengan kedatangan Nusa perlahan merasa tertarik dan penasaran akan Nusa yang selalu sendirian tanpa mau bergabung dengan teman-teman yang lain. Sejak rasa penasaran memenuhi pikiran, Tara akhirnya memutuskan untuk mengenal Nusa lebih jauh lagi. Itulah mengapa Tara berada di sini, di taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi. Seminggu, seminggu Tara menjadi penguntit seorang Nusa Mahendra Zachery.
"Hahh.... sia-sia aja aku menguntit Nusa selama seminggu ini, ia tak melakukan apapun, selain makan, menatap langit, lalu diam. Emang dia gak bosan apa? Aku aja bosan liatnya dari tadi, mana pegal lagi, laper belom makan. Enak banget liat si Nusa makan sosis kentang, jadi pengen," batin Tara meneteskan air liurnya dengan mata yang masih menatap satu sosis kentang yang ada di kotak bekal milik Nusa.
Tidak tahan lagi, ditambah perut yang tidak bisa diajak kompromi, Tara langsung melesat menuju tempat dimana Nusa duduk yang hendak mengambil satu sosis kentang yang ada di kotak bekalnya.
Hap! Tara langsung memakan sosis kentang yang hendak lepas landas menuju mulut Nusa dan berakhir di dalam perutnya. Melihat hal itu Nusa hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sedangkan Tara hanya bisa cengengesan gak jelas dengan santai.
"Hehehe...., Maaf aku laper," ungkapnya dengan wajah tanpa dosa yang kalau Zhafira melihatnya ia pasti akan jijik dan mual melihat muka tanpa dosa milik Tara.
"Kamu gak marah?" tanya Tara yang sukses menghentikan langkah kaki Nusa.
Baik Tara ataupun Nusa, mereka hanya diam untuk beberapa saat sampai Tara menggeram kesal karena keberadaannya benar-benar tak dianggap sama sekali.
"Jangan diam aja dong Sa, kalau mau marah juga gak papa. Jangan mentang-mentang aku cewek, kamu dengan seenaknya beranggapan kalau aku gak pantas untuk dimarahi karena memang salahku sih dengan seenak jidat langsung melahap sosis kentang punyamu apalagi itu yang terakhir," Tara berucap seenaknya dengan santai dan melupakan fakta bahwa yang ada di depannya adalah Nusa, cowok misterius yang berbeda dengan kebanyakan orang lainnya.
"Untuk apa marah, lagian aku tau kalau kamu kelaparan. Satu hal penting yang harus kamu tau adalah, jangan pernah ikutin aku lagi, karena aku tau kalau selama seminggu ini kamu yang selalu mengikutiku kemanapun!"
Jdar! Seakan tersambar petir, Tara benar-benar malu dan tak tau harus berkata apa, karena pasalnya ia telah ketahuan oleh Nusa bahwa selama seminggu ini ialah yang menguntitnya. Tara benar-benar berharap ia menghilang dari muka bumi saja daripada menahan malu di depan calon gebetan sendiri.
"Hah... Kamu tau? Terus kenapa gak mergokiku dari awal? Biasanya kan cowok-cowok dalam novel atau komik selalu bertingkah demikian, memergoki si pemeran utama lalu memerasnya agar si pemeran utama wanita selalu dekat dengan pemeran utama pria karena pada dasarnya si pemeran utama pria tertarik dengan si pemeran utama wanita," Tara mencerocos tanpa henti yang menghilangkan rasa malu yang ada di dalam dirinya, menghilangkan harapannya untuk menghilang dari muka bumi, sedetik yang lalu.
"Apaan sih, dasar cewek aneh. Emang kamu pikir ini lagi syuting sinetron? Jangan kebanyakan mengkhayal deh, cowok kaya gitu gak ada di dunia nyata. Satu hal lagi berhenti melakukan kegiatan yang sia-sia kaya gitu!" tegas Nusa yang membuat Tara mendengus kesal mendengar hobinya membaca novel dan komik hanyalah kegiatan yang sia-sia dan cowok-cowok yang ada di komik atau novel hanyalah karya 2D yang tak nyata? Meskipun memang benar cowok tampan yang ada di dalam novel dan komik hanyalah semu dan tak nyata, tapi kehadirannya cukup membuat seorang cewek yang bernama lengkap Tara Nesya Ningrum mesem-mesem sendiri.
"Emang gak nyata! Makanya aku mau nyari cowok kaya gitu di dunia nyata, siapa tau aja ketemu," sanggah Tara yang membuat Nusa memutar malas kedua bola matanya dan berlalu meninggalkan Tara yang masih berada di taman belakang sekolah, tepatnya di bawah pohon mangga, bukan diatasnya karena yang sering nangkring di pohon mangga biasanya hanyalah mbak kun terutama pada malam hari.
Seketika bulu kuduk Tara merinding disko mengingat komik horor yang dibacanya tadi malam yang menceritakan tentang sosok mbak kun yang dengan santainya nangkring di dahan pohon mangga disertai tawa khasnya yang menggelar. Tara langsung buru-buru pergi meninggalkan taman belakang sekolah, mencoba menyusul Nusa yang telah menghilang dari pandangannya.
~Bersambung~
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🤗