Not Be Mine

Not Be Mine
Episode 6. Defenisi Ketulusan



Anton mengajak Indah duduk ditepi jalan yang menjual jagung bakar.Disana  mereka duduk sambil memandang muara yang dipenuhi kapal-kapal nelayan sedang bersandar di dermaga. Ditemani bulan dan bintang yang bersinar cerah dilangit malam.Anton melepaskan jaketnya lalu membalut kedua tubuh mereka. Indah memeluk tubuh Anton dari samping dan menaruh kepalanya di bahu Anton. Makan malam akhirnya berubah menjadi makan jagung bakar dipinggir jalan. Tapi begitu menyenangkan daripada makan satu ruangan dengan orang seperti mantan dan sahabat  indah,pasti serasa memakan sembilu.


Mereka tak bersuara dan hanya menikmati jagung bakar yang lumayan manis dan enak. Anton tak berani bertanya tentang masalah tadi, Ia tak ingin membuka luka yang telah menganga. Tatapan kosong mata Indah sangat sulit diterka.Tajam sangat menakutkan.Siapapun pasti akan terluka ketika mengalami nasib seperti indah. Anton tak habis fikir kenapa ada orang yang tega menyakiti gadis secantik dan sebaik cewek disampingnya ini.


“Apa semua lelaki seperti itu?salah Indah apa coba,indah udah lakuin yang terbaik buat Dia. Dan lebih menyakitkan lagi Dia itu selingkuh sama sahabat Indah sendiri.Kemana sih jalan pikiran para bedebah itu,”indah akhirnya kembali merutuki nasib.


“Aku tak bisa berkata apa-apa. Karena belum mengenal mereka berdua.Tapi percayalah tidak semua laki-laki bersalah padamu”


Indah tertawa dengan keras,”Hahahaha mas Anton ternyata bisa ngegombal juga yah,,,,”


Anton pun ikut tertawa senang. Sudah lama ia tak segembira ini bersama dengan cewek cantik yang diidamkannya.anton serasa bermimpi bisa berada disamping Indah.


“Cowok yang sering ke rumahmu,apa mereka semua….”Anton tak meneruskan pertanyaan yang selalu mengganggu pikiran.


“Ooooh itu teman-teman sekolah Indah,kebetulah mereka juga merantau kesini. Jadi kami suka rolling buat kumpul kalau ada kegiatan,”Indah senang Anton bertanya. Artinya cowok itu ada perhatian dan mulai membuka diri.


“Kalau mas Anton sendiri bagaimana?apa nggak ada yang marah. Indah nggak mau ya besok dilabrak  wanita yang bilang Indah rebut pacar orang”


“Ya nggak ada lah. Mas udah lama nggak punya pacar”


“Masa sih.Cewek yang sering ke rumah itu bukannya teman dekat mas anton?”Indah balik bertanya.


“Namanya Sartika teman kerja,”jawab Anton cepat.


Setelah menghabiskan dua buah jagung bakar akhirnya  mereka pulang kerumah. Bagi Indah hari ini  adalah hari yang campur aduk,dua perasaan senang dan sakit hati melebur menjadi satu. Tak dipungkiri Indah


diam-diam mulai menyukai kehadiran Anton di sisinya.


“Makasih ya udah temanin aku dan maaf juga telah merusak suasana. Makan malamnya jadi ganti makan jagung,”ujar Indah sebelum berpisah.


“Bagaimana kalau minggu depan kita makan malam bareng lagi tapi tempatnya bukan kayak tadi”


“kenapa harus nunggu minggu depan besok malam aja,”Indah tak mau saat ini larut dalam kesedihan terlalu lama. Ia ingin melupakan semua tentang hubungan asmaranya yang telah kandas dengan penuh kepahitan.


“Mmmm…baiklah,”jawab Anton agak lama.Ingat uang di dompet yang semakin menipis. Terpaksa bulan ini pinjam lagi sama si Leo buat nutupinnya.


“Tenang aja biar besok indah yang traktir,”kata Indah seakan tahu yang sedang dipikirkan Anton.


“Nggak usah. Besok malam kita on the way,”kata Anton berusaha menjaga image dimata indah.


Hati Indah seketika berbunga-bunga. Tak bisa digambarkannya saat ini. Disaat orang yang pernah Ia cintai dan sayangi sepenuh hati telah melukai hatinya,masih ada seorang pria yang hadir dan bersedia menemani hari-harinya yang sedang galau tingkat dewa.Mereka memasuki rumah masing-masing dengan tersenyum senang.


Walau kejadian tak mengenakkan diawal kencan namun tak menyurutkan langkah anton untuk mengenal indah lebih dekat. Anton yakin bahwa indah adalah wanita yang selama ini Ia inginkan. Dan tak ada yang tak mungkin


kalau mereka berjodoh suatu hari nanti.


Esok hari minggu tak ada yang dilakukan Anton selain merebahkan diri.  Leo datang dengan


membawa sarapan pagi kesukaan temannya itu.


“Kusut banget ,semalam habis  begadang ya?”tanya Anton melihat penampilan Leo yang acak-acakan.


Leo menghabiskan sarapan dengan kondisi mata yang setengah mengantuk.”Biasalah keliling dan putar-putar seluruh kota bikin badan jadi capek“


“Masak gitu aja nggak ada yang lain,”kilik Anton penasaran.


Leo pura-pura tak mendengar pertanyaan temannya lalu ikut rebahan. Kepalanya terasa berat karena kurang tidur.


“Jujur nih ya aku udah bosan begituan mulu sama Siska.Aku seperti bodyguard yang harus siap anterin dia kemana aja.Aku pingin punya kekasih yang sebenarnya. Kayaknya sama Siska hatiku kosong aja nggak ada sesuatu berbeda . Kamu sama cewek tetangga sebelah udah jadian belum?”ucap Leo memejamkan matanya.


Anton merasakan apa yang dirasakan temannya. Sungguh dilema banget apa yang terjadi pada Leo.


“Bagaimana dengan Sartika? Kenapa tak coba dekatin Dia,siapa tahu cocok,”kata Anton mulai kasih saran.


“Nah itu …sepertinya sulit juga mendekati Sartika.Lo liat sendiri kan bagaimana sikap dia. Terlalu childish. Sebentar bentar baik trus bisa bisanya berubah jadi uring-uringan. Oh,ya. Lo belum jawab  pertanyaan gua tentang cewek sebelah.Siapa namanya?Indah ya?”


“Gua juga gitu. Kencan pertama langsung  ruwet. Sepertinya masa lalu masih mengikuti hidupnya .Kan rumit juga tapi akan tetap gua jalani aja pelan-pelan. Baru jalan satu hari ini. Begitu juga Lo sama Sartika. Kalian kan baru kenal. Jangan berasumsi negative dulu. Istilah orang bilang belum ‘klik’. Nah kalau sampai sudah ketemu klik bakal klepek-klepek deh si Sartika sama lo”


“Bisa aja lo…Lo sendiri yakin bisa dapetin Indah. Sampai ruwet segala,bagaimana ceritanya?”


Anton merubah posisi  tubuh dan duduk sambil makan pisang goreng sama ketan. Anton menceritakan semua kejadian yang menimpanya semalam. Kalau tidak curhat dengan temannya kepada  siapa lagi Ia akan bertukar fikiran.


“Tragis amat… untung aja cepat dilerai kalau nggak tuh restoran bisa jadi porak poranda kena amukan si indah.Lo benaran siap kalau suatu saat nanti tiba-tiba terjadi sesuatu hal membuat Indah ngamuk –ngamuk”


“Jangan sampai deh kejadian kayak gitu.Sebab Dia udah gua jinakin sebelumnya,”bantah Anton dengan percaya diri.


“Hahaha dasar pawang buaya,”ujar Leo geli sendiri mendengar penuturan Anton.


Jauh direlung hati Anton timbul rasa bimbang mengingat kejadian tadi malam.Mengerikan juga kalau terjadi padanya.Belum lagi tentang masalalu Indah yang belum tuntasTapi Anton berjanji dari hatinya yang paling dalam tak akan menyakiti wanita yang telah didambakannya selama ini.


Bersambung