Not Be Mine

Not Be Mine
Episode 27. Pertemuan Tragis



“Kenapa akhir-akhir ini sikapmu berubah.Tidak seperti


biasanya.Jika ada sesuatu yang mengganjal dihati sebaiknya dibicarakan,”kata


Anton saat menemui Indah dikontrakannya.Memang seperti itulah yang sedang dirasakan


Anton.Tidak ada perhatian  yang selalu


dan tiap detik datang dari indah seperti dulu lagi.Seakan Indah mulai menjaga


jarak dan bersikap dingin terhadap Anton.


“Nggak ada apa-apa. Biasa aja,”balas Indah sembari membuka


layar handphone.Anton mulai merasa gerah melihat sikap indah yang tak peduli


lagi dengan hubungan mereka.Sedangkan Indah juga sedang kesal dengan Anton yang


tidak peka tentang perasaannya.


Anton menyeruput minuman dimeja. Hari ini adalah kencan


pertama mereka dibulan ini setelah dua minggu yang lalu mereka tidak bertemu


dengan durasi  lama. Sebab Anton pulang


bekerja sering larut malam hingga untuk menemui Indah yang tinggal hanya satu


langkah di samping rumah tak sempat Anton lakukan karena sering kecapean


sepulang dari kantor.


“Memang akhir-akhir ini Mas Anton sibuk dikantor. Tapi semua


demi masa depan kita juga.Jadi sabar ya sayang. Jika pekerjaan sudah mulai


longgar kita akan pergi berlibur kemana saja Indah mau,”uajr Anton sambil


membelai rambut Indah yang terurai karena hembusan angin.


“Mas pasti bohong.Mas lebih betah di kantor daripada sama


Indah,”rajuk Indah. Saking kesal pada Anton, Indah menggeser posisi menjauh.


“Kata siapa ?Kamu pasti berpikir yang aneh-aneh. Tentu aja


Mas lebih senang dekat indah.Hanya Indah yang selalu ada dihati dan pikiran


mas”


“Masih aja ngegombal!!”


Indah semakin dibakar api cemburu. Buktinya Anton tidak


hanya peduli padanya tapi juga peduli dengan Sinta teman kerja Anton.


Anton menghela nafas yang panjang.Dia semakin tidak mengerti


dengan sikap Indah. Anton merasa intensitas waktu yang sedikit bersama Indah


hanyalah hal sepele.Tapi mengapa Indah begitu marah padanya.


“Bagaimana minggu depan kita pergi berlibur ke wahana yang


baru saja dibuka ditengah kota?”ajak Anton walaupun  jadwalnya saat itu harus


lembur.Ah, nanti saja dipikirkan jalan keluarnya.Ujar Anton dalam hati. Saat


ini berbaikan dengan indah adalah hal utama yang harus dilakukan, masalah nanti


maka nanti saja dipikirkan.


“Benaran??”Indah kembali merapatkan duduknya disamping


Anton.


“Iya,sayang.Apa aja yang kamu minta pasti mas kasih asal


nggak boleh marah lagi”


“Indah janji nggak bakal marah lagi kalau mas Anton baik


sama indah cuma sekarang yang marah itu perut Indah,mas,”ujar Indah meringis


memegangi perutnya.


“Oh ya dari tadi kita belum makan apa-apa.Bagaimana kalau


kita pesan pizza.Tapi dengan satu syarat”


“Apa?”tanya Indah heran sebab tak biasanya mas Anton kasih


syarat syarat segala.


Anton menunjuk pipi agar dicium Indah.Dengan cepat indah


segera mencium pipi yang selama ini dirindukannya.Saat-saat seperti ini yang


dirindukan Indah. Kehangatan Anton yang mampu membuat lelah dan rasa bosan


seakan menghilang.Kurang lebih tiga minggu terakhir kehangatan itu tak didapat


karena Anton selalu pulang larut malam.Dan jika berjumpa hanya sebatas pagar


rumah. Anton kelihatan sangat capek membuat Indah mengurungkan niat untuk


bermanja-manja atau sekedar ingin mendapatkan sedikit perhatian Anton.Syukurlah


akhir minggu ini waktu Anton agak longgar jadi mereka bisa bersama.


Setengah jam kemudian pesanan pizza mereka datang.Indah


melahap pizza dengan cepat sebab memang dari siang perutnya tidak terisi.Menunggu


Anton pulang kerja membuat perasaan Indah jadi tak menentu. Rasa lapar berganti


dengan perasaan gelisah dan takut Anton membatalkan janjinya untuk pulang lebih


cepat.


Pulang kerja aku langsung kerumah ya. Jadi jangan kemana-mana,”kata Anton di


telepon .


“Iya,Indah bakal tunggu mas Anton.Tapi pulang kerja mas


Anton mandi dulu ,pakai baju yang rapi dan pakai parfum yang Indah beliin tempo


hari”


“Memang kenapa harus mandi dulu? Acem acem gini ngangenin


loh,”seloroh Anton sengaja buat Indah jadi kesal. Tiba-tiba Anton bertambah


rindu dengan gadis itu. Rindu dengan rengekkan manjanya. Terbayang dipelupuk


mata raut wajah Indah jika sedang merajuk. Sangat menggemaskan.


“Pokoknya Indah nggak mau tahu Mas Anton tiba didepan Indah


nanti harus wangi”


“Ya deh.Sampai ketemu nanti malam love you so much,”Anton


terpaksa harus menyudahi saluran telepon selularnya saat melihat Sinta datang


menghampiri.


“Mas hari ini wangi banget,”ujar Indah mendekatkan


penciumannya kearah Anton.


“Yaiyalah kan pakai parfum dari kamu”


“Tambah cakep kalau rambutnya rapi gini”


“Masa sih,padahal mas mau gunting yang bagian ini udah mulai panjang,”Anton


menunjuk rambut sedikit menjuntai didekat telinga .


“Sini Indah potongin”


“Ah,nggak usah biar nanti ke pangkas rambut aja”


“Tenang aja .Mas pasti tambah cakep”


Tanpa menunggu tanggapan dari Anton,Indah langsung berlari


kemeja rias tempat Ia selalu menyimpan gunting dan sisir.


Akhirnya Anton pasrah saat tangan lentik Indah menyentuh


bagian kepala Anton yang hampir ketutup oleh rambut dengan penuh semangat.


“Aw,,sakit,”pekik Anton kala gunting yang digunakan Indah


meleset kearah kulit kepala. Goresannya melukai hingga mengeluarkan darah.


“Aduuhhh maafin Indah.Ini pasti gara-gara guntingnya ketajaman.Ntar,Indah


ambil obat,”Indah segera berlari kemeja riasnya dan membiarkan Anton yang


sedang meringis kesakitan.


Anton tak menyangka hari spesial bersama indah harus berakhir


dengan tragis. Walau sudah diobati berbagai cara namun rasa perihnya masih


terasa sampai dirumah.Untung masih ada tersisa es balok dikulkas.Anton menaruh


es tersebut dibagian luka tadi untuk mengurangi rasa sakit.


Saat pagi rasa sakit masih terasa di kepala daerah


belakang telinga bagian kiri. Anton menaruh hansa*last disana agar tidak


infeksi.Indah datang dengan semangkuk bubur ayam  ditangan kiri dan segelas teh hangat disebelah kanan.


“Mas, bukain pintunya,tangan Indah kepanasan nih,”seru Indah


dari luar.


“Aduh kenapa repot-repot pakai bungkus segala.Kan kita bisa makan


disana,”ujar Anton setelah membuka pintu. Kasihan juga lihat Indah kesulitan


bawa makanan untuknya.Tapi Anton bahagia banget punya kekasih yang begitu


perhatian padanya.Ternyata dibalik sifat Indah yang manja ada sifat


penyayang.Membuat rasa cinta Anton semakin bertambah untuk Indah.


“Ini untuk menebus kesalahan Indah semalam. Sekarang mas Anton


mau maafin Indah ya,”


“Oh itu.Mas aja udah lupa. Sekarang kepala mas nggak sakit


lagi kok.Tapi ngomong-ngomong kenapa bubur ayamnya cuma satu. Memang Indah udah


makan?”


“Nggak apa-apa.Mas Anton  aja yang makan . Indah nanti aja”


“Nggak boleh gitu.Nanti kalau Indah sakit mas juga yang


sedih.Bagaimana kalau kita makan sepiring berdua,”Anton menggeser piring yang


berisi bubur ayam kearah  Indah.


Mereka makan dengan suasana romantis. Satu piring dengan


sendok yang berbeda. Sesekali anton menyuapi bubur pada Indah.Begitu juga dengan


Indah menyuapi bubur yang sama pada Anton.