
“Kenapa akhir-akhir ini sikapmu berubah.Tidak seperti
biasanya.Jika ada sesuatu yang mengganjal dihati sebaiknya dibicarakan,”kata
Anton saat menemui Indah dikontrakannya.Memang seperti itulah yang sedang dirasakan
Anton.Tidak ada perhatian yang selalu
dan tiap detik datang dari indah seperti dulu lagi.Seakan Indah mulai menjaga
jarak dan bersikap dingin terhadap Anton.
“Nggak ada apa-apa. Biasa aja,”balas Indah sembari membuka
layar handphone.Anton mulai merasa gerah melihat sikap indah yang tak peduli
lagi dengan hubungan mereka.Sedangkan Indah juga sedang kesal dengan Anton yang
tidak peka tentang perasaannya.
Anton menyeruput minuman dimeja. Hari ini adalah kencan
pertama mereka dibulan ini setelah dua minggu yang lalu mereka tidak bertemu
dengan durasi lama. Sebab Anton pulang
bekerja sering larut malam hingga untuk menemui Indah yang tinggal hanya satu
langkah di samping rumah tak sempat Anton lakukan karena sering kecapean
sepulang dari kantor.
“Memang akhir-akhir ini Mas Anton sibuk dikantor. Tapi semua
demi masa depan kita juga.Jadi sabar ya sayang. Jika pekerjaan sudah mulai
longgar kita akan pergi berlibur kemana saja Indah mau,”uajr Anton sambil
membelai rambut Indah yang terurai karena hembusan angin.
“Mas pasti bohong.Mas lebih betah di kantor daripada sama
Indah,”rajuk Indah. Saking kesal pada Anton, Indah menggeser posisi menjauh.
“Kata siapa ?Kamu pasti berpikir yang aneh-aneh. Tentu aja
Mas lebih senang dekat indah.Hanya Indah yang selalu ada dihati dan pikiran
mas”
“Masih aja ngegombal!!”
Indah semakin dibakar api cemburu. Buktinya Anton tidak
hanya peduli padanya tapi juga peduli dengan Sinta teman kerja Anton.
Anton menghela nafas yang panjang.Dia semakin tidak mengerti
dengan sikap Indah. Anton merasa intensitas waktu yang sedikit bersama Indah
hanyalah hal sepele.Tapi mengapa Indah begitu marah padanya.
“Bagaimana minggu depan kita pergi berlibur ke wahana yang
baru saja dibuka ditengah kota?”ajak Anton walaupun jadwalnya saat itu harus
lembur.Ah, nanti saja dipikirkan jalan keluarnya.Ujar Anton dalam hati. Saat
ini berbaikan dengan indah adalah hal utama yang harus dilakukan, masalah nanti
maka nanti saja dipikirkan.
“Benaran??”Indah kembali merapatkan duduknya disamping
Anton.
“Iya,sayang.Apa aja yang kamu minta pasti mas kasih asal
nggak boleh marah lagi”
“Indah janji nggak bakal marah lagi kalau mas Anton baik
sama indah cuma sekarang yang marah itu perut Indah,mas,”ujar Indah meringis
memegangi perutnya.
“Oh ya dari tadi kita belum makan apa-apa.Bagaimana kalau
kita pesan pizza.Tapi dengan satu syarat”
“Apa?”tanya Indah heran sebab tak biasanya mas Anton kasih
syarat syarat segala.
Anton menunjuk pipi agar dicium Indah.Dengan cepat indah
segera mencium pipi yang selama ini dirindukannya.Saat-saat seperti ini yang
dirindukan Indah. Kehangatan Anton yang mampu membuat lelah dan rasa bosan
seakan menghilang.Kurang lebih tiga minggu terakhir kehangatan itu tak didapat
karena Anton selalu pulang larut malam.Dan jika berjumpa hanya sebatas pagar
rumah. Anton kelihatan sangat capek membuat Indah mengurungkan niat untuk
bermanja-manja atau sekedar ingin mendapatkan sedikit perhatian Anton.Syukurlah
akhir minggu ini waktu Anton agak longgar jadi mereka bisa bersama.
Setengah jam kemudian pesanan pizza mereka datang.Indah
melahap pizza dengan cepat sebab memang dari siang perutnya tidak terisi.Menunggu
Anton pulang kerja membuat perasaan Indah jadi tak menentu. Rasa lapar berganti
dengan perasaan gelisah dan takut Anton membatalkan janjinya untuk pulang lebih
cepat.
Pulang kerja aku langsung kerumah ya. Jadi jangan kemana-mana,”kata Anton di
telepon .
“Iya,Indah bakal tunggu mas Anton.Tapi pulang kerja mas
Anton mandi dulu ,pakai baju yang rapi dan pakai parfum yang Indah beliin tempo
hari”
“Memang kenapa harus mandi dulu? Acem acem gini ngangenin
loh,”seloroh Anton sengaja buat Indah jadi kesal. Tiba-tiba Anton bertambah
rindu dengan gadis itu. Rindu dengan rengekkan manjanya. Terbayang dipelupuk
mata raut wajah Indah jika sedang merajuk. Sangat menggemaskan.
“Pokoknya Indah nggak mau tahu Mas Anton tiba didepan Indah
nanti harus wangi”
“Ya deh.Sampai ketemu nanti malam love you so much,”Anton
terpaksa harus menyudahi saluran telepon selularnya saat melihat Sinta datang
menghampiri.
“Mas hari ini wangi banget,”ujar Indah mendekatkan
penciumannya kearah Anton.
“Yaiyalah kan pakai parfum dari kamu”
“Tambah cakep kalau rambutnya rapi gini”
“Masa sih,padahal mas mau gunting yang bagian ini udah mulai panjang,”Anton
menunjuk rambut sedikit menjuntai didekat telinga .
“Sini Indah potongin”
“Ah,nggak usah biar nanti ke pangkas rambut aja”
“Tenang aja .Mas pasti tambah cakep”
Tanpa menunggu tanggapan dari Anton,Indah langsung berlari
kemeja rias tempat Ia selalu menyimpan gunting dan sisir.
Akhirnya Anton pasrah saat tangan lentik Indah menyentuh
bagian kepala Anton yang hampir ketutup oleh rambut dengan penuh semangat.
“Aw,,sakit,”pekik Anton kala gunting yang digunakan Indah
meleset kearah kulit kepala. Goresannya melukai hingga mengeluarkan darah.
“Aduuhhh maafin Indah.Ini pasti gara-gara guntingnya ketajaman.Ntar,Indah
ambil obat,”Indah segera berlari kemeja riasnya dan membiarkan Anton yang
sedang meringis kesakitan.
Anton tak menyangka hari spesial bersama indah harus berakhir
dengan tragis. Walau sudah diobati berbagai cara namun rasa perihnya masih
terasa sampai dirumah.Untung masih ada tersisa es balok dikulkas.Anton menaruh
es tersebut dibagian luka tadi untuk mengurangi rasa sakit.
Saat pagi rasa sakit masih terasa di kepala daerah
belakang telinga bagian kiri. Anton menaruh hansa*last disana agar tidak
infeksi.Indah datang dengan semangkuk bubur ayam ditangan kiri dan segelas teh hangat disebelah kanan.
“Mas, bukain pintunya,tangan Indah kepanasan nih,”seru Indah
dari luar.
“Aduh kenapa repot-repot pakai bungkus segala.Kan kita bisa makan
disana,”ujar Anton setelah membuka pintu. Kasihan juga lihat Indah kesulitan
bawa makanan untuknya.Tapi Anton bahagia banget punya kekasih yang begitu
perhatian padanya.Ternyata dibalik sifat Indah yang manja ada sifat
penyayang.Membuat rasa cinta Anton semakin bertambah untuk Indah.
“Ini untuk menebus kesalahan Indah semalam. Sekarang mas Anton
mau maafin Indah ya,”
“Oh itu.Mas aja udah lupa. Sekarang kepala mas nggak sakit
lagi kok.Tapi ngomong-ngomong kenapa bubur ayamnya cuma satu. Memang Indah udah
makan?”
“Nggak apa-apa.Mas Anton aja yang makan . Indah nanti aja”
“Nggak boleh gitu.Nanti kalau Indah sakit mas juga yang
sedih.Bagaimana kalau kita makan sepiring berdua,”Anton menggeser piring yang
berisi bubur ayam kearah Indah.
Mereka makan dengan suasana romantis. Satu piring dengan
sendok yang berbeda. Sesekali anton menyuapi bubur pada Indah.Begitu juga dengan
Indah menyuapi bubur yang sama pada Anton.