Not Be Mine

Not Be Mine
Episode 3. Mulai Ada Rasa



Sartika jadi tidak enak hati selama ini Ia telah bersikap kurang baik pada Leo dan Anton. Sekarang keadaan malah terbalik. Leo dan Anton membantunya menyelesaikan pekerjaan yang benar-benar  Sartika tidak paham. Namun karena kebaikan mereka pekerjaan itu dapat selesai dalam beberapa hari.


“Kamu kelihatan seorang pekerja keras. Jangan terlalu memforsir tubuh dan fikiran nanti kamu bisa sakit,”ujar Leo sambil memandang wajah Sartika dari samping. Wajah itu semakin tirus kalau diperhatikan.


Sepertinya Sartika tidak mendengar ucapan Leo. Ia masih sibuk menekan keyboard laptop.


Leo menghembuskan nafas cukup keras, perasaan bosan mulai menjalarinya. Leo menunggu Anton membeli makanan tapi hampir satu jam belum juga kembali.


“Kamu lapar ya?”


Sartika tetiba menghentikan kesibukannya dan mulai mempedulikan Leo yang dari tadi duduk di samping. Jari tangannya  mulai terasa kaku karena sudah puluhan halaman telah berhasil ia ketik. Melihat Sartika memijit mijit tangannya,Leo menjadi merasa kasihan kemudian meraih tangan Sartika dan merenggangkan jari jemari lentik itu satu persatu. Sartika merasakan getaran karena sentuhan tangan Leo .Begitu juga dengan Leo merasakan sesuatu yang berbeda.Ia merasakan tangan Sartika yang lembut dan hangat merasukinya.Leo mendekatkan wajahnya pada Sartika dan mengecup bibir gadis itu dengan lembut.sartika membalasnya dengan hangat. Sudah lama Sartika mendambakan saat saat seperti ini. Kedua insan itu semakin dimabuk asmara hingga ******* demi desahan  mereka menyatu seperti mengikuti  melodi indah yang sedang mereka mainkan.


Kemesraan tetiba terhenti ketika mereka mendengar derit  pintu dibuka. Anton muncul dengan dua kantong berisi makanan siap saji.


“Maaf mengganggu…nih pesanannya, pasti udah pada lapar,”ujar  Anton cengengesan dan menaruh bawaannya diatas meja.


“Beli makananya di benua antartika ya?koq lama banget baru nyampe,”balas Leo yang mulai merasakan lapar.


“Hahahaha jauh amat kesana. Warung depan ajaaaa cuma mutarnya yang lama”


Tadi sebelum membeli makanan Ia ketemu Indah,cewek kos kosan sebelah yang minta diantarin beli pulsa. Tentu saja dengan senang hati Anton bersedia mengantarnya. Indah yang gemoy dan aduhai itu sudah lama menjadi


incaran Anton. Sayang,sepertinya Anton mesti ngantri panjang untuk mendapatkan cewek itu. Hampir setiap hari ada saja cowok yang datang ke kontrakan si indah.


“Mas…mas…,”terdengar suara suara panggilan saat Anton baru saja membuka pagar.


“Tolong antarin Indah ke warung ujung jalan sana dong. Mau beli pulsa nih”


“Nggak mau ah,,,”balas Anton sambil mengeluarkan motor kesayangannya.


Anton kesenangan melihat wajah Indah yang cemberut kecewa.”Nggak mau nolak maksudnya,”Cengir Anton.Mendengar itu  Indah melonjak kegirangan seraya melompat naik ke atas motor.Darah Anton mendesir kencang ketika tubuhnya dipeluk Indah dari belakang,hampir saja motor yang dikendarainya oleng ke kiri dan masuk ke parit depan rumah.


“Aku kira selama ini mas Anton itu orangnya sombong ternyata enggak,”celutuk Indah ketika menunggu konfirmasi kalau pulsa sudah masuk di handphonenya.


“Nggak koq. Kamu yang sombong jarang keluar rumah. Sibuk banget ama gaweannya”


Indah mengajak Anton masuk kedalam rumahnya saat mereka sudah selesai membeli pesanan makanan dan pulsa.


“Lain kali aja. Kebetulan dirumah lagi ada tamu yang sudah kelaparan”


“Bagaimana kalau besok kita dinner di luar. Itu kalau nggak ada yang marah,” Indah memberanikan diri mengajak Anton. Hitung-hitung buat membalas kebaikan laki-laki yang lumayan keren itu ,pikirnya.


“Boleh,”balas Anton dengan senang hati. Bukankah besok malam minggu. Siapa cowok yang nggak mau malam mingguan dengan gadis secantik indah. Mereka berpisah dengan melambaikan tangan dan tersenyum penuh arti.


buat Sartika dan Leo berduaan saja juga ide  terbaik menurutnya. Sebagai teman  Anton tak mau melihat  Leo menjomblo terus menerus dan Sartika adalah pasangan yang cocok untuk Leo.


“Mending nggak jadi aja sekalian,perutku udah kenyang”


“Idiiih ngambek,,,,biar Sartika yang suapin,,,ya kan Sar?”Anton mulai nggak enak hati.


Sartika merapikan laptop dan alat-alat kerjanya yang lain,”kalau gitu aku pulang duluan ya, udah jam sepuluh malam”


“Biar aku antar,,,huhuuu payah lu nton,” Leo ikut berdiri berbarengan dengan  Sartika.


“Loh,,,loh koq langsung pulang, masih pagi oiii,,,jadi makanannya siapa yang habisin”


“Makan aja sendiri!”ujar Leo sambil berlalu dari kontrakan Anton.


Setelah motor  berhasil keluar dari garasi, Leo balik lagi menghadap Anton. “Jatah gue jangan dihabisin. Gue antar Sartika dulu baru balik lagi kesini,”ancam Leo dengan muka di bikin seserius mungkin.


Leo melaju dengan kecepatan sedang. Hembusan angin malam menerpa tubuh Sartika dari belakang membuat tubuhnya kedinginan. “Pasti Leo lebih dingin lagi secara Dia di depan,”kata Sartika dalam hati. Tanpa aba-aba gadis itu memeluk erat tubuh Leo.


Leo menambah kecepatan motornya, udara malam tak baik untuk kesehatan apalagi buat perempuan yang lebih rentan terkena masuk angin.


Akhirnya mereka sampai di rumah kontrakan Sartika dengan selamat.”Makasih,”ujar Sartika menundukkan kepalanya. Kejadian demi kejadian yang telah dialaminya bersama Leo membuatnya salah tingkah jika memandang mata cowok tampan itu. Jantungnya sedang berdebar dan perasaannya tak tenang.


“Aku balik dulu ya,udah malam banget. Sampai ketemu besok dikantor”


Sartika mengangguk mendengar ucapan Leo walaupun sedikit kecewa. Kenapa begitu cepat cowok itu pamit.Leo menunggu Sartika berjalan memasuki kontrakannya hingga punggung Sartika tidak nampak lagi. Kemudian Leo


menghidupkan mesin motor dan pergi meninggalkan  Sartika yang masih berdiri memandang dari balik jendela kamarnya.Sabar Sartika, tidak mungkin secepat itu kalian jadian. Sartika berbaring di tempat tidur sambil memejamkan mata dan membayangkan esok hari dan selanjutnya bersama Leo.Hari-harinya pasti akan penuh makna bersama dengan Leo.


Sartika langsung tertidur tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu. Ia masih mengingat ciuman tadi sambil meraba-raba bibirnya.Matanya terpejam namun pikirannnya melayang jauh tinggi diangkasa. Sudah tak terhitung berapa kali Ia membalikkan badan diatas ranjang itu. Namun pikirannya tak bisa


terlelap.


Terdengar  kriuk-kriuk  dari arah perut Sartika. Hampir saja ia lupa kalau hari ini belum makan malam. Sartika berjalan keluar dari kamar dan


menghangatkan mie instan kesukaannya. Sambil menunggu makanannya matang,Sartika


membuka telepon genggam. Siapa tahu Leo juga tak bisa tidur dan mengirimkan pesan romantis untuknya. Namun tiada satupun pemberitahuan tertera dilayar ponsel.Sartika sedikit kecewa.


Sartika melahap makanan yang cukup mengganjal rasa lapar  lalu kembali kekamar . Lima menit kemudian matanya terpejam dengan bibir yang tersenyum simpul .


Bersambung