Not Be Mine

Not Be Mine
Episode 21. Lamaran



Tak ada yang akan mengubah nasib selain manusia itu sendiri mau merubahnya. Leo sudah hilang akal untuk menghadapi Siska. Bekerja kalau dipaksakan juga akan semakin tidak baik. Leo memilih untuk pergi sementara dari gemerlap dunia . Andai Dia bisa melayang diudara. Pergi kemana saja dia suka. Berjumpa dengan para malaikat yang selalu tersenyum dan menghargainya.


Berbeda dengan semua orang dikantor ,Leo pergi menyendiri dengan motor daripada ikut bersama mereka bersenang-senang merayakan keberhasilan Anton.Mereka tidak tahu jika Anton mendapatkan itu semua setelah


Siska menyikirkan dirinya  hanya kerena kepentingan pribadi.


Leo memandang langit senja ditempat dimana Dia pernah membawa Sartika. Kerinduan Leo pada Sartika mulai tumbuh bersama kebenciannya terhadap siska yang telah menghancurkan kariernya. Tak ada lagi yang mesti dipertahankan disini. Tak tahu lagi arah yang mesti dituju, pandangan serasa gelap.Kemana lagi harus mengadu segala ketidak adilan yang kini dialaminya.


Leo kembali  kerumah dan mengumpulkan pakaian yang layak ia bawa lalu menuju pelabuhan. Leo berniat akan kembali ke kampung Sartika. Kalau masih ada kapal malam ini ,Ia akan segera berangkat. Namun jika tidak ada, terpaksa esok pagi. Tak apa tidur diterminal sampai pagi sebelum Ia berubah fikiran.


Leo tak menghubungi Sartika agar saat tiba nanti Leo ingin memberi kejutan pada wanita cantik itu.Tekadnya sudah bulat untuk bertemu Sartika dan ingin bicara serius mengenai hubungan mereka.


Seperti dugaanya, Sartika sangat terkejut melihat Leo berdiri dihadapannya pada pagi hari. Leo mengetuk rumah ketika semua orang sedang bersiap-siap untuk melanjutkan aktivitas.


“Leo??? Apa yang telah terjadi sampai kamu balik lagi kesini,”Sartika heran melihat kedatangan Leo yang sedikit kusut karena tidur di terminal pelabuhan tadi malam.


“Aku perlu bicara serius dengan kamu,”Leo menggenggam kedua tangan Sartika dan berharap Sartika mendengarnya.


Ayah dan Ibu Sartika akan pergi kesawah.Mereka pun heran dengan kehadiran Leo di halaman rumah.


“Aduh nak Leo.Ada apa pagi-pagi datang kesini.Bicaranya di dalam rumah saja. Silahkan sarapan dan minum dulu. Ayo Sartika dibawa tamunya kedalam,”ujar ayah sembari pamit.Tak hanya orang tua Sartika yang pergi,


adik-adik Sartika pun ikut pamit melakukan tugasnya sehari-hari. Menggembala kambing dan ada juga menjajakan kue keliling kampung. Sekolah masih libur untuk menyambut lebaran.Walau suasana masih berlebaran mereka tetap semangat untuk bekerja.


Sartika masih bingung dengan apa yang terjadi. Leo menarik napas panjang sebelum bicara. Ia duduk di kursi rotan yang ada diruang tamu. Kursi yang baru saja di beli sartika untuk melengkapi rumah yang sangat sederhana


ini. Sartika meninggalkan Leo yang masih mengatur napas untuk ke dapur membuatkan minuman teh hangat dan menyajikan goreng ubi yang dimasak tadi pagi. Masih ada sisa tiga  potong goreng ubi lagi untuk Leo. Laki-laki itu pasti sangat lapar telah melakukan perjalanan melelahkan  sampai ke sini,pikir sartika.


“Mau nambah lagi. Biar kugorengkan lagi ubi yang baru dicabut adikku kemaren,”tanya Sartka melihat Leo menyantap hidangan dengan lahap.


“Aku sudah kenyang. Ubi ini enak sekali. Belum pernah aku memakan goreng ubi seenak ini,”ujar Leo sambil mengunyah goreng ubi yang ada dimulutnya.


Setelah selesai memakan suguhan yang diberikan Sartika. Pikiran dan hati Leo lebih terbuka dan tekadnya pun semakin mantap.


“Apakah sekarang aku boleh bicara,”tanya Leo mengawali pembicaraan yang  paling serius dalam hidupnya.


“Ya silahkan,”Sartika menjuruskan pandangan pada Leo agar bisa mendengar dan menghayati setiap kata yang terucap dari bibir pria itu.


“Leo…tapi bagaimana dengan Siska. Dia pasti akan menyikirkan kita?”Sartika tak menyangka Leo berniat melamarnya secepat ini. Sungguh Sartika belum siap menghadapi yang akan terjadi jika Dia menikah dengan Leo.


“Kita kabur saja,”kata Leo.


“Kabur kemana?Lalu pekerjaan kita bagaimana?”Sartika mulai panik memikirkan apa yang sedang terjadi dalam hidupnya.


“Aku akan hidup bersamamu. Melakukan apa saja yang penting bersama kamu,”ujar Leo dengan sungguh-sungguh tak pernah mengalihkan matanya dari tatapan mata sartika.


“Kita akan hidup dikampung. Bertani,berternak dan apa saja yang penting kita selalu bersama dan jauh dari kejamnya hidup dikota”


“Sebenarnya apa ya yang telah terjadi.Apakah ini semua karena Siska.Apa yang telah Dia perbuat padamu”


“Aku terpaksa bilang sama Siska kalau aku bersamamu saat lebaran kemarin”


“Ya Tuhan.apakah Siska langsung memecatmu,”Sartika duduk dengan gelisah. Memikirkan pekerjaannya yang pasti akan kena imbas dari pengakuan Leo.


“Tidak….tapi lambat laun pasti ujungnya juga akan kesana. Kita sudah tidak ada tempat untuk bekerja ditempat itu.Tunggu apa lagi Sartika ?Memang sudah takdir kalau kita bersama.Aku mencintaimu melebihi apapun,”kata Leo penuh harap.


Sartika berdiri dan berjalan mendekati jendela.Ia ingin mendengar tanggapan orangtuanya tentang lamaran Leo. Walau sudah pasti ayah akan menyetujui selama  itu akan membuat Sartika bahagia.


“Ayah sih setuju aja. Lagian tidak baik menolak lamaran orang nanti jodohnya susah,”kata Ayah setelah tiba dirumah dan bicara empat mata bersama sartika. Ibulah yang paling bahagia atas pernikahan ini. Berarti anak dan menantunya akan selalu berada di dekatnya.


“Bagaimana orang tua dikampung nak Leo?Apakah  setuju dengan pernikahan ini?”Sebagai orang tua ,Ayah tentu sangat ingin bertemu dengan calon besan.


Leo mengangguk dengan pasti.Ia berjanji akan memberitahu orang tuanya di kampung.Namun Ia ragu kalau mereka akan bersedia datang kemari. Leo masih ingat pesan terakhir ibunya satu bulan yang lalu kalau Ia sudah


dijodohkan dengan gadis dikampung yang tak lain adalah teman sedari  kecil.Leo  sudah mengganggap gadis itu seperti saudara. Baik dan buruk gadis itu Dia sudah tahu. Gadis yang akan dijodohkan dengannya sangat tomboy suka mengerjakan apa yang dilakukan laki-laki dan terus terang Leo hanya mengganggapnya sebagai adik.


Sartika menerima pinangan Leo dengan pasrah bercampur bahagia. Hanya Leo cinta pertama Sartika. Alangkah bahagia dapat menikah dengan lelaki yang dicintai dan diidamkannya selama ini. Pernikahan akan dilaksanakan


satu minggu lagi. Pernikahan yang sederhana namun bisa membuat seisi kampung ikut merasa senang.


Bersambung