Not Be Mine

Not Be Mine
Episode 11.Panggilan Terdahulu



Bagi Anton akhir pekan kali ini adalah akhir pekan yang paling menyenangkan. Tidak ada beban untuk senin depan. Ia melangkah santai saat tiba di gedung bioskop bersama Indah. Menonton film yang sekarang lagi viral. Menggengam tangan Indah saat lampu bioskop dimatikan sungguh membuat Anton bergairah.Ia tiba-tiba berani mencium pipi Indah  yang lembut dan kenyal.Indah terkejut mendapat aksi nekat Anton. Mereka baru tahap pendekatan ,belum ada ungkapan yang menyatakan bahwa mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih.


“Aduh mas Anton bikin Indah kaget,”Ucap Indah setengah berbisik malu-malu.


“Nggak apa-apa.Itu tandanya mas Anton sayang banget sama indah. Hari ini Indah kelihatan cantik banget,”ujar Anton gemes dengan kepolosan Indah.


“Indah mau kan jadi pacar mas Anton,”Anton langsung ngegas saat ada kesempatan.


Indah mengangguk cepat. Inilah kata-kata yang selama ini ditunggunya. Kepastian hubungan mereka dengan jelas. Sudah satu minggu lebih mereka jalan bareng. Setiap hari Anton pulang kerja selalu mengajak Indah untuk keluar


sekedar makan malam. Selama itu perasaan Indah berubah dari teman menjadi orang yang mengagumi Anton. Pria itu begitu ramah dan penuh perhatian padanya.Tidak pernah sekalipun menghakiminya atas suatu masalah yang sedang dihadapi Indah. Termasuk dengan mantan pacar Indah yang ditemui tempo hari. Anton tak pernah menggurui Indah dan menganggap sikapnya masih tahap kewajaran.Indah merasa nyaman dan tenang berada didekat Anton.


Mereka berjalan bergandengan setelah nonton bioskop usai. Kebetulan dekat bioskop ada sebuah taman yang memang disediakan untuk orang-orang yang ingin bersantai menikmati malam. Indah menghentikan langkah


saat telepon genggam yang ditaruh di dalam tas bergetar dan berbunyi.


Sepintas Indah melihat dilayar ada panggilan dari Indra ,mantan pacarnya yang telah berkhianat dengan sahabatnya sendiri.


Indah sengaja menjaga jarak dari Anton agar Ia leluasa menerima telepon dari Indra. Ada apa lagi pria itu menghubunginya. Anton menjaga privasi Indah, ikut menjauh dan duduk disebuah kursi yang tersedia ditaman.


“Baru saja kita putus ,kamu sudah berani menggandeng  pria lain dengan mesra,”kata suara yang terdengar diseberang sana.


“Apa bedanya sama kamu dengan Mimi. Dasar ular kalian berdua. Ternyata berani main api dibelakangku”


“Aku sudah putus dengan Mimi. Dia bukan perempuan seperti anggapanku selama ini.”


“Hello..jadi apa hubungannya dengan aku. Kamu pikir aku mau balikan sama kamu. No way. Sekarang aku punya mas Anton yang seribu kali lebih baik dari kamu”


“Ayolah, ndah. Kita sudah bersama cukup lama,mustahil kamu melupakan kenagan yang telah kita lalui bersama.Aku masih cinta sama kamu makanya aku putusin Mimi. Ternyata aku tak bisa pindah kelain hati selain kamu”


“Pokoknya jangan hubungi aku lagi. Hubungan kita sudah berakhir”


Indah menutup telepon secara sepihak. Hatinya mulai terbakar mengingat semua perbuatan indra. Sekarang ia malah mengemis cinta padanya. Gara-gara telepon Indra tadi, ketenangannya kembali terusik. Hatinya mulai tak damai dengan keadaan. Ingin  segera berada dikamar dan berbaring memikirkan perkataan Inda dielepon tadi. Raga Indah serasa tidak berada ditubuhnya sebab sudah melayang-layang jauh keangkasa.  Setiap perkataan anton seperti masuk dari kuping kiri keluar dari kuping kanan.


“Kalau boleh tahu siapa orang yang telah menelpon Indah.Mas lihat tadi Indah seperti marah-marah di telepon,”tanya Anton menyadari sikap indah yang berubah setelah menerima telepon.


“Bukan siapa-siapa. Hanya teman  indah yang membuat indah naik pitam mendengar


omongannya”


“Ah, Indah tidak mau membicarakannya.Sekarang kita mau kemana ?Indah mulai mengantuk. Apakah sebaiknya kita pulang saja”


Dengan kecewa Anton menyetujui  permintaan Indah. Padahal hari ini adalah hari bahagia karena sudah resmi menjadi kekasih indah. Anton tidak menutup mata ada sesuatu yang disembunyikan Indah darinya.


Mereka berpisah memasuki rumah masing-masing dengan biasa. Indah membiarkan Anton mencium kedua pipinya. Saat Anton mencoba pada bagian bibir, secepat kilat Indah menghindar.Lalu melambaikan tangan masuk kedalam rumah membiarkan Anton berdiri dengan wajah kecewa.


Sampai dirumah Anton masih belum puas denan kencannya dengan Indah hari ini.Ingin sekali Ia mendengar keluh kesah dari Indah seperti biasa cewek itu selalu curhat padanya tentang apa saja. Tapi sungguh hari ini sikap


Indah sangat berbeda. Siapa yang telah mengganggu pikiran indah lewat telepon sampai Ia jadi bersikap dingin.


Anton membuka telepon dan berniat menghubungi indah. Menanyakan Ia sudah bisa tidur atau tidak. Tapi Anton lagi-lagi manelan pil pahit karena terdengar nada sibuk dari telepon indah. Berarti cewek itu sedang


menelpon seseorang yang tentu saja bukan dirinya.Anton semakin gundah, entah berapa batang rokok ia habiskan .Anton berfirasat kalau Indah tak akan menjadi miliknya ,Ia akan kembali bersama mantan pacarnya . Apa mungkin itu bisa terjadi. Berbagai pertanyaan menyergap kepala Anton membuat kepalanya bertambah pusing. Anton berjalan menuju kulkas dan mengambil air mineral yang tersisa disana. Diteguk hingga tetesan terakhir. Anton mencoba bersikap tenang bersamaan hilangnya rasa dahaga ditenggorokan.


Sedangkan indah diruangan sebelah masih memaki –maki Indra melalui telepon. Ia ingi menumpahkan rasa kesalnya sampai puas.


“Kamu kira aku cewek apaan…bisa kau campakkan sesuka hati.Lalu kau datang lagi mengambilnya seperti sampah daur ulang. Ingat, yang sampah itu kamu ,Indra. Aku tidak sudi menerima kau lagi dalam hidupku!”


Indra mendengar Indah dengan tenang. Ia akui  semua ini adalah kesalahannya telah berpaling


kelain hati  walau sebentar. Ia menerima telepon Indah dengan lapang dada. Ia senang wanita itu kembali menelponnya saat dirumah. Berarti kencan Indah dengan pria yang dilihatnya sekilas waktu berkendara tadi sudah selesai.Indra yakin Indah akan kembali padanya. Sebab Ia  tahu betapa Indah mencintainya.


Indra tak bisa menolak godaan yang diberikan Mimi terhadapnya. Wanita begitu memikat tak kalah manisnya dari Indah. Begitu sayang untuk dilewatkan setiap bentuk perhatian wanita itu berikan padanya. Mulanya


Indra hanya membagi  waktu antara indah dan Mimi. Tapi entah kenapa naas baginya bisa bertemu dengan Indah dan memergoki mereka sedang berkencan. Memang sudah hampir dua bulan sebelum kejadian direstoran,Indra menjaga jarak dengan Indah. Ia pergi keluar kota bersama Mimi. Mereka pergi tanpa sepengetahuan Indah. Dan tak sempat memberi kabar bohong sekalipun.


Selama dua bulan Indah mencari keberadaan Indra seperti orang bodoh. Indah tak menyangka Indra menghilang begitu saja dan pergi bersama sahabatnya.Untung saja indah masih tetap waras karena kehadiran Anton disisinya disaat sulit.


Seketika Indah menutup telepon dan mengubah nomor tujuan.


I love u


Pesan singkat itu ia kirim untuk Anton dan berharap Anton belum tidur dan langsung membacanya.Disisi ruangan yang lain Anton menerima pesan itu dengan hati yang bahagia tak terkatakan. Seakan mendapat durian


runtuh yang jatuh dihadapannya.


Bersambung