Not Be Mine

Not Be Mine
Episode 15. Mulai Curiga



Sartika dan rekan kerjanya yang lain sedang bersiap-siap menyambut kedatangan bos dari tempat dinasnya diluar kota. Meski molor dari jadwal, meraka tetap waspada jika adasesuatu yang kurang berkenan dihati  pimpinan. Saat memasuki ruangan semua karyawan memberikan salam dan hanya dibalas dengan anggukan saja. Lalu beliau memasuki ruangannya yang telah rapi dari debu. Office boy hanya satu jadi mau tak mau karyawan bekerja rangkap membersihkan tempat kerjanya masing-masing.


Mengetahui kepulangan siska ditunda selama tiga hari membuat Sinta paling senang dibanding rekannya yang lain.Masih ada tiga hari untuk Sinta bersantai dan menarik nafas panjang.Rasa kesal pada Siska sedikit


berkurang dan memudar. Ia tak lagi seperti ingin menerkam wanita itu jika Dia kembali. Tapi tetap sinta namanya jika  bersikap tidak  peduli kepada siska. Ia hanya melihat dengan sebelah mata dan tidak respect sama sekali dengan Siska.Semua bermula saat Siska mulai mendekati Leo.Bagi Sinta tidak wajar kalau seorang atasan main mata dengan bawahannya.


Sinta adalah karyawan yang cukup lama berada di kantor itu. Bahkan paling lama dibanding Anton. Dan dulu pernah sebelum Siska masuk, atasan pernah mengajukan Sinta sebagai sekretaris setelah sekretaris yang lama


mengundurkan diri karena ingin focus mengurus rumah tangga. Tapi ternyata pimpinan lebih memilih wanita lulusan luar negeri.Dengan berat hati Sinta menerima keputusan pimpinan dengan ikhlas. Toh, dibanding dengan dirinya,memang Siska memiliki prestasi yang jauh darinya. Selain pendidikan Siska lebih bagus, Siska juga memiliki porsi tubuh yang menonjol.


Tak lama Siska bekerja , datang lah Leo yang melamar pekerjaan karena baru saja wisuda.Akhirnya Leo diterima bekerja dan menjadi idola para wanita di kantor. Semua wanita ingin menjadi kekasih Leo. Namun sayang yang jadi pemenangnya adalah Siska. Dengan segala kekuasaan yang dimilikinya,Siska berhasil mendekati Leo yang saat itu masih muda dan belum mengenal dunia kerja yang sebenarnya. Ketika Siska menyuruh Leo  untuk menemaninya diluar jam kerja ,tanpa mengeluh Leo selalu siap sedia. Sinta yang melihat itu menjadi  berkurang rasa simpatinya terhadap Siska.Kedekatan mereka membuat Sinta merasa disisihkan. Siska lebih memilih bekerja dengan Leo dibanding karyawan yang lain.


Seperti hari ini yang merupakan hari pertama Siska bekerja setelah kembali dari luar kota. Leo datang keruangan Siska saat wanita itu memanggil melalui pesawat telepon .Semua mata melihat langkah Leo dari belakang


kemudian berbisik-bisik membicarakan apa yang akan terjadi diruangan itu.Beberapa pasang mata itu beralih kepada Sartika yang sedang sibuk memperhatikan monitor computer .


Sartika merasakan perasaan orang yang ingin mengetahui perasaannya saat ini.Sartika ingin menyembunyikan perih dihati saat Leo bersama Siska berdua saja diruangannya.


Didalam ruangan Siska memeluk tubuh Leo dengan erat. Betapa ia merindukan pria itu ketika tidak berada disisinya.Leo mencoba menjauhkan tangan siska.Membuat wanita itu heran dan tak menyangka mendapatkan perlakuan dingin dari Leo.


“Kenapa Leo?Apakah kamu tidak merindukanku?”tanya Siska


heran.


“Selamat datang ke kantor ini lagi. Maaf saya kurang sopan,”kata Leo sembari ingin menyindir perbuatan Siska. Hatinya sudah terlanjur dimiliki Sartika jadi sangat sulit untuk berpindah kelain hati.


“Ada apa denganmu?Apakah ada wanita lain hingga kamu berubah seperti ini”


“Maaf sekali lagi. Selama ini kita tak pernah memiliki hubungan yang jelas. Jadi tidak ada yang bisa melarang saya memiliki wanita lain. Andai itu memang ada,”suara Leo bergetar mengucapkannya. Siap dan tidak siap menerima kenyataan yang akan terjadi padanya.


“Siapa wanita itu?Hingga kamu berani menjauhiku.Kamu akan tahu akibatnya !Sekarang pergi dari hadapanku”


Leo tetap berdiri dan tak berkutik. Leo tersadar dan membayangkan hal buruk yang akan terjadi pada sartika.Leo tak sanggup melihat Sartika mendapatkan tekanan dari siska karena ulahnya.


“Maafkan saya. Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan kamu. Sudah lama rasanya kita tidak bersama dan aku merasa canggung saat berpelukkan,”kata Leo berbohong.


“Ooh,,,kenapa sayang. Aku merindukanmu so much,”Siska berulang kali mencium bibir Leo dengan penuh gairah. Leo berpura-pura membalas ciuman hangat itu.


Sedangkan Sartika selalu menghitung waktu demi waktu kapan Leo keluar dari ruangan siska.Hampir dua jam Leo berada disana.Jantungnya berdegup tak menentu. Sartika tak mau langsung menatap Leo yang baru saja keluar dan berjalan menuju mejanya.Ia melihat kerah baju Leo yang kusut.


Sartika melihat pantulan wajah dicermin yang besar dan selebar dinding  terpasang didalam  toilet.


“Untuk apa kamu menangisi sesuatu yang memang bukan milikmu,Sartika?”rutuk Sartika dalam hati sambil melihat dirinya dicermin.


“Kamu harus tahu diri dan kuat menghadapi semua ini. Jangan egois. Ingat kedua orang tua dan adik-adikmu yang masih membutuhkan uluran tanganmu,”mata Sartika tak berkedip melihat diri sendiri.


Sartika berjalan melewati koridor gedung dengan langkah pelan. Semangatnya berkurang untuk kembali .Ingin rasanya Sartika menampar lelaki itu karena telah bermesraan dengan Siska.


BRAAAAK


“Aduh ,Sartika .Kenapa jalan sambil menunduk,sih,”kata Siska kesakitan. Tubrukan antara Dia dan Sartika cukup keras hingga mereka berdua terjatuh.


“Maafkan saya bu,”Sartika segera berdiri dan membantu Siska. Kertas-kertas yang dibawa Siska jatuh berserakan dilantai.


Sartika memungut kertas itu satu persatu sedangkan siska asik menepuk-nepuk debu yang tertinggal dibaju.


“Kertas itu mau diserahkan kepada pimpinan. Kalau terjatuh begitu bagaimana mau diberikan. Pasti sudah kotor semua karena debu yang menempel. Kamu print ulang kembali dan segera serahkan hari ini juga pada


saya.Datanya akan saya kirim lewat email.Saya tidak mau tahu hari  ini harus selesai”


“Baik Bu,”padahal waktu pulang kerja tinggal tiga puluh menit lagi. Tapi Sartika mengakui kesalahannya tadi ,kenapa ia tidak melihat Siska dari arah berlawanan.


“Oh ya semua kerjaan yang saya suruh kemaren juga diberikan hari ini. Termasuk punya Sinta. Nanti kamu kumpulkan dan berikan sama saya hari ini”


Sial banget hari ini,keluh sartika dalam hati. Kenapa ia harus ke toilet dan bertemu Siska.


“Satu lagi. Ada yang mau saya tanyakan sama kamu.Hanya kamu yang bisa saya percaya dikantor ini. Jadi sampai jumpa diruangan saya secepatnya,”Siska berbalik arah dan pergi menuju ruangan pimpinan.


“Kenapa lama sekali di toilet,”ujar Sinta sambil membersihkan meja kantor dan bersiap-siap untuk pulang.


“Aku bertemu bu Siska dan Dia meminta tugas yang diberikan dua minggu yang lalu”


“Ya Tuhan kenapa baru sekarang diminta. Aku belum print sama sekali”


“Ayo kita kerjakan. Lebih cepat lebih baik agar  bisa pulang sebelum magrib,”Sartika membuka email dan melihat pesan masuk dari Siska.


Bersambung