
I love u too
Balas Anton dengan mengetik sebuah pesan untuk Indah.Segala gundah gulana yang tadi dirasakan terasa telah terkikis sedikit demi sedikit.Masih ada tanda tanya besar apa yang baru saja terjadi pada wanita pujaan hatinya itu.
Terdengar bunyi pagar dibuka,Anton ingat Ia belum menguncinya.Indah sudah berada dipintu dan memeluk Anton .Setelah mendapat balasan pesan dari Anton, Indah sudah tak sabar ingin bertemu dan memeluk erat pria itu.
“Maafin Indah ya,mas.Tadi tidak mempedulikan mas Anton.Tadi Indah hanya bingung dan tak tahu harus bagaimana menghadapi seseorang yang sudah Indah benci setengah mati”
“Makanya kamu cerita apa yang telah terjadi sama kamu tadi.Kita kan sudah jadi sepasang kekasih. Tak ada yang disembunyikan antara kita berdua.Sekarang Indah harus cerita semuanya ,”Anton mengajak Indah masuk kedalam rumah sebab malam telah larut serta anginnya mulai bertiup sangat kencang.
Setelah meminum segelas air. Indah mulai menceritakan awal mula indra menelpon. Indra ingin kembali menjadi pacarnya.
“Tentu saja Indah menolak. Indah tak sudi bersama seorang pengkhianat seperti Dia.Lagian Indah kan sudah punya mas Anton”
Anton mendengarkan ucapan indah dengan serius.Persis seperti dugaannya ,yang menelpon tadi pasti mantan pacar indah. Berani sekali pria itu menghubungi Indah setelah apa yang sudah dilakukannya .Kalau saja laki-laki itu berada dihadapannya,ingin sekali Anton melayangkan tinju diwajah yang sudah menyakiti hati Indah.
“Apa perlu mas bicara dengan laki-laki itu?Ingin sekali mas tonjok hidungnya karena sudah berani mengganggu hubungan kita”
“Nggak usah,mas. Indah sudah bilang sama Dia agar tidak ganggu Indah lagi.Untuk apa bicara dengan laki-laki itu yang ada nanti masalahnya tambah runyam.Besok Indah bakal tukar nomor handphone agar Dia tidak bisa hubungi indah lagi,”ujar indah dengan posisi masih memeluk Anton.
“Baiklah. Kalau itu adalah jalan terbaik. Tapi janji,jangan lakukan perbuatan itu lagi.Menghadapi orang kayak si indra seorang diri”
Indah semakin merapatkan wajahnya pada Anton . Bibirnya semakin menantang untuk dicium,membuat hasrat Anton semakin bergelora.Anton mendaratkan bibirnya pada bibir indah yang merekah.Mereka berciuman penuh kehangatan.
Mereka berhenti setelah nafas mereka benar-benar habis . Indah menarik nafas panjang. Ternyata kenikmatan itu bisa membuat orang bisa lupa untuk bernafas.Anton merebahkan kepalanya pada paha Indah sambil menutup
mata.Malam ini adalah malam yang paling istimewa dalam hidupnya.Anton meraih tangan Indah dan meletakkannya di atas dada sambil Ia genggam penuh kelembutan.
“Apa benar indah mencintai mas Anton seperti mas mencintai Indah?”tanya Anton .
Indah menundukkan kepalanya dan mengangguk kearah Anton.
“Yakin tidak ada lagi orang lain disana?”Anton menunjuk dada Indah.
“Iya benar. Hati Indah sekarang hanya untuk mas Anton seorang,”jawab Indah sambil mencowel hidung Anton.
Telepon selular yang terletak di meja bergetar. Indah segera meraihnya.Melihat nama Indra tampil dilayar. Indah melempar gawainya diatas sofa dengan keras. Akalnya masih sehat untuk membuang handphone itu kelantai.
“Biar mas yang bicara sama Dia. Mungkin Dia belum tahu siapa Anton sesungguhnya,”Anton meraih telephone genggam Indah dan menghubungi kembali nomor panggilan terakhir.
“Hallo,”terdengar suara berat laki-laki diseberang sana.
“Saya Anton pacar ,kekasihnya indah. Kamu dengar !!dengan siapa kamu bicara?jadi jangan ganggu Indah lagi sebab Dia sudah ada yang punya.Jika kamu masih nekat hubungi indah silahkan langkahi dulu mayat saya.Ingat!!dalam waktu dekat saya akan menikahi indah jadi jangan dekati lagi calon istri saya.Kamu dengar!!?”Anton semakin emosi saat tak ada suara balasan terdengar.
Anton cepat-cepat memberikan telepon itu pada indah. Ia terkejut saat mengetahui baru saja menelpon bapaknya Indah. Aduh, pertama dengar calon mertua sudah berani memaki.Anton meminum air dalam gelas yang terletak dimeja. Kenapa Ia ceroboh sekali tanpa bertanya dulu nomor tujuan Indra yang pasti.
“Itu teman indah sebelah rumah kos. Orangnya baik pak,disangka nomor nya Indra.Masalahnya Indra masih hubungin Indah lagi. Untung ada mas Anton yang belain indah,”kata Indah di telepon.Coba menerangkan pada bapaknya agar tidak salah paham.
Anton meminta telepon pada indah agar bisa mengutarakan penyesalannya pada orang tua yang sempat ia maki-maki.
“Maaf sekali lagi saya benar-benar minta maf,pak. Ternyata saya salah sambung”
“Tidak apa-apa saya maafkan lain kali lebih hati-hati. Saya hampir jantungan menjawab telepon, saya kira Indah kenapa-kenapa menelpon selarut ini”
“Baik pak.Sekali lagi saya minta maaf,”Anton kembali menyerahkan telepon genggam pada pemiliknya.
“Hallo pak.Ini indah”
“Ya udah sekarang kamu jaga diri baik-baik. Kalau si indra masih kurang ajar sama kamu. Nanti bapak yang bakal turun tangan”
Anton memegang kepala. Menyesali perbuatannya telah mengganggu ketenangan bapak indah.Tapi Indah malah tertawa tak henti ketika selesai menutup telepon.Mau tak mau Anton jga ikut menertawai kebodohan yang telah dilakukannya.
“Untung jantung bapak Indah nggak kumat,”kata indah bersyukur bapaknya masih sehat dan tidak jantungan seperti yang Ia bayangkan.Anton masih menepuk-nepuk jidat tak percaya dengan apa yang telah terjadi.
“Apa bapak tahu tentang masalah dengan indra?”tanya Anton pada Indah yang masih tertawa.
“Ya tahulah,mas.Indah sama indra itu sudah pacaran cukup lama. Indra sering datang kerumah indah dikampung dan ketemu semua keluarga disana. Mereka tak menyangka indra berselingkuh dibelakang Indah. Ya, setiap
datang selalu membawa buah tangan dan bersikap sopan sama orang tua Indah tapi ternyata srigala berbulu domba. Untung saja cepat ketahuan belangnya. Kalau tidak?Indah nggak bisa bayangkan penderitaan Indah kalau jadi sama Dia,”cerocos Indah yang semakin geram jika mengingat perlakuan indra dahulu padanya.
“Jadi bapak ikut kecewa pada indra. Sudah berulangkali bapak suruh indah kembali ke kampung agar meneruskan usahanya sebagai pedagang bahan pertanian disana”
Tenggorokan Anton terasa tercekat kalau membayangkan indah pulang kampung dan tidak bersama lagi dengannya.
“Tapi indah masih kepingin melanjutkan pendidikan Indah sampai sarjana. Sayang tingal tiga semester lagi”
Anton menelan ludah. Bagaimana dengan nasibnya nanti kalau Indah benar-benar pulang ke kampung.Pasti hidupnya akan merana.
“Mulai detik ini,Indah tidak boleh memikirkan Indra lagi. Karena sudah ada mas Anton disisi indah. Jadi semua tentang Anton harus dihapus seperti kartu lama ini. Bagaimana kalau kita hancurkan,”ujar Anton sabil
memandang handphone ditangan indah. Anton mengambil gunting didalam laci meja komputernya. Kemudian mengeluarkan kartu handphone milik Indah lalu mengguntingnya menjadi hancur dan berkeping-keping.
Indah hanya bisa pasrah sebab tak ada lagi yang harus dilakukan untuk menghilangkan jejak Indra dari hidupnya.Walau sebagian hati Indah terluka bersama guntingan demi guntingan yang dilihatnya berserakan.
Bersambung