Not Be Mine

Not Be Mine
Episode 5. Malapetaka Kencan Pertama



“Ada apa nyonya besar menemuimu?”Sinta senang akhirnya Sartika keluar dari ruangan .Sejak Siska masuk keruangan yang sama dengan Sartika ,Sinta selalu memantau dari kejauhan.


Sartika yang  langsung dihadapkan dengan pertanyaan kepo dari Santi, agak kaget. “Cuma nanyain keadaanku.Tapi bukannya kamu yang kasih tahu Bu Siska kalau aku sedang sakit”


“Bukan. Tadi Bu Siska datang kesini trus lihat meja kamu kosong, lalu  si Anton bilang kalau kamu lagi kurang enak badan dan istirahat di ruangan meeting.gitu…Tapi  Sinyonya ngomong apa aja sama kamu?Dia nggak nanyaiin tentang kerjaan kan”


“Nggak. Malah tugasku bisa diundur beberapa hari. Jangan suka suuzdon nanti dosa loh”


“Hah benaran..tumben dia baik pasti ada maunya hmmm,”kata Sinta berfikir keras .


“Tapi kamu udah sembuh ya. Koq udah balik lagi kesini”


Sartika mengangguk dan berlalu menuju mejanya.Dia sekilas melihat  tatapan Leo dari ujung matanya mengikuti kemana Sartika pergi. Kemudian kembali focus menyelesaikan pekerjaannya seperti biasa.


Ketika jam kantor telah selesai Anton menyuruh Leo untuk mendekati Sartika lewat kerlingan mata. Leo menghampiri Sartika yang hendak keluar dari pintu.


“Biar aku antar atau kupanggilin taxi aja ya,”ujar Leo dengan gagap. Sartika hanya menggeleng dingin .


“Aku pulang sama Sinta,”balas Sartika sambil berjalan melewati Leo.


Anton memperhatikan kedua anak manusia yang bersikap seperti telah terjadi perang dingin diantara mereka. Kenapa Sartika tiba-tiba berubah terhadap Leo. Jelas sekali sikapnya menampakkan ketidak sukaan terhadap Leo.Apakah ada sesuatu yang terjadi diantara mereka  padahal tadi malam  tampak cukup dekat apalagi bibir mereka keduanya merah muda seperti  baru dikulum.


Pokoknya Anton nggak mau malam nanti acaranya dengan indah jadi berantakan gara-gara si Leo ikut,kata Anton dalam hati.


“Kamu ada masalah apa sama Sartika,”tanya Anton saat Leo datang.


Leo mengangkat bahu,Ia pun heran mengapa Sartika bersikap tak ramah begitu.


“Hari ini aku  ngedate ama Indah ,anak kosan sebelah. Kesempatan ini sudah lama aku impikan. Mudah-mudahan ini adalah langkah awal buat aku jadian sama si Indah,”kata Anton sambil menghisap rokoknya yang hampir padam.


“Pantesan lu nyuruh gua dekatin Sartika biar nanti malam lo bisa bebas .Ya udah gua juga mau pulang, selamat menikmati malam minggu ,”balas Leo merasa kehadirannya mengganggu kehidupan percintaan  Anton. Dia berdiri dan berniat kembali ke kantor. Ternyata  helmnya  masih tertinggal di locker.


Disaat berjalan menyusuri koridor , Leo bertemu dengan Siska yang berlari kecil menghampiri,”Tunggu Leo. Kamu mau kemana?”


“Kelocker ,Bu. Ada yang tertinggal”


“Ini bukan jam kantor .Tak usah formalitas segala.Malam nanti kamu ada acara nggak?Bisa temenin aku shoping ,udah lama rasanya aku nggak cuci mata dimall.Sekalian nanti kita makan di restoran western yang baru


buka”


Hanya selang beberapa detik dan Leo tak sempat menjawab Siska sudah nyosor duluan,”nanti aku jemput ke rumah ya,”Siska pergi meninggalkan Leo yang menutup mulutnya dengan telapak tangan. Padahal


rencananya tadi mau datang ke rumah Sartika, sekalian mau minta maaf jika Ia


sudah melakukan hal yang tak pantas. Mencium Sartika secara tiba-tiba. Leo juga menyesal mengapa sampai mencium wanita yang baru saja dikenalnya.Walau Ia merasakan kalau Sartika juga membalas ciumannya dengan hangat.


Diparkiran Anton masih duduk berjongkok menunggu Leo kembali dari dalam kantor.Apalagi yang dicari si Leo disana. Sudah sore begini harusnya Ia sudah bersiap -siap untuk jalan sama Indah. Sepatu yang selalu menemani hari-harinya sedikit lecet karena sering dipakai. Leo punya sepatu yang keren buat  kencan pertama  dengan indah.


“Ngapain masih disini?katanya mau kencan,”Leo heran melihat sahabatnya itu masih disini.


“Aku pinjam sepatu  kemaren  yang warna hitam ya. Punya gua cuma satu ini udah lecet kayak gini,”kata Anton sambil mamerin sepatu yang sedang Ia pakai.


“Kalau mau beli lagi udah nggak sempat,”tambah Anton lagi.


“Ya udah ambil aja sendiri di kontrakkan gua sekarang ,soalnya bentar lagi gua juga mau siap-siap buat acara nanti malam,”kata Leo sambil menstarter motor bututnya.


Anton menatap Leo dengan takjub . sungguh luar biasa temannya satu ini. Tak henti-hentinya Anton berdecak kagum. Dan ia paham benar kalau nanti malam leo akan menghabiskan waktunya bersama Siska.


Anton memilih pakaian setengah formal dengan memakai kemeja dan celana jean serta sepatu sport merek  ternama  untuk kencan pertamanya bersama Indah.


Tak membuang waktu Indah keluar dari kontrakannya tepat waktu. Anton senang Indah tak membiarkan ia menunggu seperti cewek-cewek lain yang pernah ia ajak kencan.Kesan pertama begitu menggoda pikir Anton dengan semangat melajukan motor sambil menggonceng  Indah kesuatu tempat yang begitu indah,sesuai nama cewek dibelakangnya.


Anton menghentikan  kendaraan  diparkiran yang telah disediakan.”kamu pernah kesini?”tanya Anton berharap gadis itu akan mengatakan tidak. Sebab Ia ingin malam ini adalah malam yang paling berkesan bagi cewek itu. Dan Anton sangat bersyukur indah menggelengkan kepalanya.


Selain cantik ternyata indah juga gadis yang sangat menghibur. Ia selalu punya bahan candaan yang membuat Anton tertawa terbahak-bahak.Indah cepat sekali menyesuaikan diri . Membuat seorang Anton merasa nyaman .


“Udah ah ketawanya nanti sampai dirumah ketawa ketawa sendiri,”kata Anton mencoba mengalihkan suasana menjadi hening bersamaan dengan makanan  yang satu persatu sudah tersaji di meja makan.


“ Kamu liat di meja ujung sana. Itu mantan pacar aku yang tiba-tiba saja menghilang tanpa memberi kabar . Sopan nggak tuh?Sekarang malah berduaan sama cewek yang aku kenal. Cewek itu sahabat aku sendiri,ternyata


mereka bermain dibelakangku. Dasar pengkhianat!”ujar indah dengan wajah merona menahan amarah.


Anton memandang suatu meja yang baru saja di huni sepasang kekasih. Sepertinya mereka tak menyadari kehadiran  Indah ,terlihat mereka saling duduk mesra tanpa mempedulikan sekitar.


“kalau gitu kita pindah ke tempat yang lain saja,”kata Anton sambil memanggil pelayan dan meminta bill makanan yang sudah dipesan namun tak disantap itu. Pelayan pengantar tagihan pun heran,"kenapa makanannya,Pak?"belum sempat membalas pertanyan pelayan ,Anton melihat Indah langsung berdiri dan berjalan keluar.  Sebelum benar-benar pergi indah membelokkan langkahnya ke arah  meja diujung ruangan


tempat dimana mantan kekasihnya duduk bersama sahabatnya.


“Br*ngs*k kalian berdua. Bangs*t!! cuuuiiih”


Anton berhasil mengejar dan menyeret Indah keluar dari tempat itu . Ia tak mau Indah membuat keributan yang lebih parah lagi.


“Percuma saja kamu marah sama mereka. Tak akan mengubah keadaan,percayalah,”ujar Anton sampai dihalaman parkir , berusaha  untuk menenangkan hati Indah.


“Aku tuh bukannya mau balikan sama cowok jaha*am itu tapi aku mau kasih pelajaran agar jangan menyakiti wanita sesuka hati.Sekarang aku sudah puas melepaskan semua emosiku pada mereka”


“Okey,,,berarti semuanya sudah selesai. Tak usah mengingat mereka lagi. Anggap saja mereka sudah mati. Yang terpenting aku ada disini bersama kamu,”ujar Anton membawa indah menjauh dari tempat dimana hatinya telah hancur berkeping-keping.


Bersambung