
Anton semakin cerah setiap hari sejak menjadi kekasih indah. Bahkan rekan kerjanya dikantor juga merasakan perubahan pada diri Anton.Biasanya selau bersikap cuek dan tak peduli,sekarang berubah seratus
delapan puluh derajat menjadi ramah dan memperhatikan orang lain.
“Sini saya bantu,”Anton ringan tangan membantu rekan wanita yang sedang kesulitan dengan mesin fotocopy .
Semua mata takjub melihat perubahan sikap Anton. Semua itu karena seorang Indah. Mengubah hari-hari Anton menjadi penuh warna.
Begitu juga dengan Indah. Hidupnya lebih tenang saat bersama Anton.Tidak ada lagi rasa cemas,curiga atau cemburu seperti ketika Ia bersama Indra. Dulu ketika bersama Indra ,pertengkaran demi pertengkaran selalu
terjadi.Dari hal sepele hingga masalah besar.Putus nyambung tak pernah berhenti mengisi hubungan mereka.
Mereka masih sulit melepaskan satu sama lain karena hubungan yang telah terjalin cukup lama dan keluarga sudah saling mengenal. Walau dengan Anton indah berkata bahwa Ia telah melupakan indra namun tidak sepenuhnya benar. Kenangan bersama Indra membuat hari-hari indah menjadi galau jika kenangan saat mereka bersama terlintas dipelupuk mata Indah.
“Indah! Tunggu sebentar aku ingin bicara,”Indra datang dari arah kanan dan menarik tangan indah cukup keras.
“Awww”
“Plis ,,ijinkan aku bicara sama kamu. Kenapa kamu menghindar hingga nomor teleponmu tidak aktif .Beri aku kesempatan satu kali saja,Ndah.Aku tahu kamu masih cinta sama aku,”ujar indra dipinggir jalan.Ia tak lagi mempedulikan orang disekitar memperhatikannya. Indah merasa risih dengan pandangan orang-orang mengajak Indra agak kepinggir dekat sebuah pohon teduh.
Sudah lama indra mencari kesempatan seperti ini. Bertemu langsung dengan indah dan menatap mata indah saat Ia ingin berterus terang dari hati yang paling dalam.
“Disini panas sekali meski dibawah pohon. Bagaimana kalau kita duduk di kedai itu saja,”Indra menunjuk kedai yang berada tidak jauh darimereka.Indah terpaksa mengalah. Malu juga kalau diperhatikan orang sebanyak
ini.Pikirnya.
Setelah memesan segelas es teh manis, indra berusaha menggengam tangan indah diatas meja. Namun wanita itu langsung mengibaskan tangannya.
“Aku benar-benar minta maaf atas semua kesalahan yang telah aku lakukan. Tapi sekarang aku sadar bahwa kamu yang paling aku cinta selama ini dan tidak ada wanita lain yang bisa menggantikanmu dalam hidupku,”suara indra serak menahan emosinya.
“Semua sudah terlambat ,Ndra. Tuhan sudah mengirimkan Anton yang lebih menyayangiku daripada kamu. Dia tidak akan pernah melakukan apa yang pernah kamu lakukan terhadapku”
Mata indra mulai berkaca-kaca dan sekuat tenaga ia menahan airmatanya agar tidak tumpah.Rasa sesal adalah yang paling tepat menggambarkan kepedihan yang kini dirasakannya.
“Aku harus pergi. Anton pasti sedang menungguku ditempat parkiran”
Indah berdiri dan berlalu tanpa meminum setetes pun es teh manis yang telah dipesan indra. Dan benar saja Anton memang sedang duduk diatas sepeda motornya menunggu kedatangan Indah. Setiap sore sepulang kerja Anton selalu menjemput Indah kalau jadwal kuliahnya sampai sore.
“Loh wajahnya kok cemberut gitu. Senyum dong biar tambah cantik,”sapa Anton ketika Indah datang mendekat.
“Gimana bisa senyum. Baru saja ketemu dengan orang yang indah paling benci didunia ini”
“Indra? Mana Dia? biar mas Anton samperin. Tuh anak emang kurang ajar . Selalu memandang orang lain sebelah mata. Mana Dia biar dihajar sekalian ,”mata Anton menatap setiap sudut mencari batang hidung Indra. Walau hanya sekali bertemu tapi Anton masih ingat tampang laki-laki direstoran tempo hari.
Indah menarik tangan Anton dan mengajaknya untuk segera pergi dari sana.Bagi Indah percuma saja berurusan dengan orang yang selalu mempertahankan egonya .Kalau berlarut-larut pasti akan memancing emosi semua orang sekitar . Apalagi Anton yang tidak pernah mengenal Indra secara pasti. Nanti yang ada hanya kebawa emosi dan ujung-ujungnya masalah jadi runyam.
“Bagaimana kalau kita pulang ke kosan aja mas. Ada tugas dari kampus harus Indah selesaikan”
Anton merasa ada sesuatu yang tidak beres pada indah. Setiap bertemu dengan indra, selalu bawaanya jadi nggak semangat .Anton lelah hati sendiri. Belum bisa menghilangkan perasaan Indah yang tersisa untuk Indra.
Sampai didepan rumah kontrakan Anton melihat sebuah mobil terpakir. Setelah motornya berhenti seorang pria keluar dari dalam mobil dan ternyata indra menunggu Indah pulang.
Anton buru-buru menaruh motornya dan setengah berlari kearah Indra untuk menghadiahkan sebuah bogem mentah pada wajah pria itu.Pukulan yang telak membuat tubuh Indra terhuyung kebelakang dua langkah. Hidungnya mengucurkan darah. Tak percuma dulu waktu masih duduk dibangku sekolah Anton ikut ilmu bela diri.
“Cukup !!mas Anton sudah kelewatan,”Indah berlari menghampiri Indra dan memeriksa keadaan pria itu,.
“Ayo mas, bantu Indah bawa Indra kedalam .Biar diobati”
Anton hanya berdiri mematung. Bisa-bisanya Indah perhatiaan pada cowok tak tahu malu itu.Indah hanya bisa pasrah melihat Anton tidak bergeming.Dengan tertatih-tatih Indah memopong tubuh Indra ke dalam rumah.Hati
Anton hancur melihat indah lebih memilih Indra ketimbang dirinya.Ia membiarkan dua orang mantan kekasih itu berlalu dihadapannya. Anton masuk kekontrakkan dengan lunglai dan hilang semangat. Dia berbaring di atas sofa sambil mnutup mata ,membayangkan apa yang terjadi disebelah. Anton mengambil sebungkus rokok diatas lemari. Benda yang sudah cukup lama tak disentuh akhirnya menjadi teman dikala hati risau.
“Aku cemburu dengan Mantan kekasihmu itu.Apa kamu tidak mengerti,Indah?”rutuk Anton dalam hati. Semakin dalam Anton menghisab rokok yang semakin menyala, semakin dalam juga sakit hatinya.
Tidak kurang setengah jam ,indah datang berkunjung melihat kondisi Anton. Sebenarnya Indah tak enak hati meninggalkan Anton seperti tadi. Tapi Indah juga tak tega melihat Indra terluka tanpa perlawanan.Rasa bersalah
indah menjadi dua kali lipat. Jika terlalu dipikirkan ingin sekali indah tidak memilih keduanya.Menjadi jomblo lebih baik daripada menjadi bahan pertengkaran oleh dua pria yang pernah dan singgah dihatinya.
“Indah cemas kalau si indra kenapa-napa. Sebab kalau semakin parah,nanti malah urusannya makin panjang. Dan Indah tak mau mas Anton berurusan dengan polisi,”ucap Indah setelah duduk disamping Anton.
“Mas, nggak peduli. Indra itu sudah tidak menghargai kamu apalagi menghargai mas. Sudah tahu indah sekarang punya kekasih. Masih saja ngotot untuk balikan. Apa itu tidak menghargai namanya”
“Iya ,Indah ngerti. Tapi Kalau mas anton di penjara bagaimana.Indah nggak rela,”Indah menyandarkan tangannya pada bahu Anton dan mengapit tangan pria itu.
“Lalu bagaimana lagi cara mengusir makhluk itu dari hidup kita,sayang?’Anton melirik Indah penuh cinta.
“Biarkan saja Dia seperti itu mengutit Indah dari belakang. Lama-lama nanti juga Indra bosan,”usul Indah yang sudah buntu memikirkan sikap Indra .
“Tidak setuju! Mengutit itu sudah menganggu kehidupan orang lain. Saatnya kita laporkan balik perbuatan Indra yang sudah kelewatan kepada pihak berwajib,biar dia kapok,”Anton mulai tidak sabar menghilangkan indra
dalam kehidupannya.
“Aduh tak usah pakai polisi segala,mas.Percaya deh sama indah kalau Indra akan menjauhi kita. Asal mas Anton lebih tenang dan tidak terpancing emosi seperti tadi,”kata Indah menyakinkan Anton sambil memeluk
tubuh pria itu dengan erat.
Bersambung