Not Be Mine

Not Be Mine
Episode 20.Naik Pangkat



Sartika mengantar Leo kembali kepelabuhan. Sayang sekali Leo harus balik terlebih dahulu untuk mulai bekerja. Berbeda dengan Sartika yang masih punya kesempatan untuk berlibur  satu minggu lagi.Mereka berpisah hanya sebentar saja. Leo melambaikan tangan dangan mengucapkan terima kasih telah dijamu keluarga Sartika dengan baik.


“Nggak usah sedih. Aku kan pergi hanya sebentar saja.Nanti kita ketemu lagi ,”kata Leo melihat ekspresi Sartika yang murung.


“Aku nggak sedih kok. Hanya waktu cepat berlalu. Senangnya sebentar saja.Benar kita akan ketemu, tapi dengan suasana yang berbeda,”ujar Sartika pelan seperti bergumam.


Sayang kapal segera berangkat,Leo harus naik kekapal yang akan memisahkan mereka untuk sementara waktu.Sartika melambaikan tangan tandaperpisahan .Leo membalasnya dengan senyuman sambil melepaskan kiss bye untuk Sartika. Membuat wanita itu tersipu malu.


Leo meilihat jam ditangannya,masih ada dua belas jam waktu Ia beristirahat setelah sampai. Esok pagi sudah bekerja seperti biasa. Bertemu dengan rekan kerja dan tentu saja dengan Siska. Apa yang akan dilakukan wanita


itu terhadapnya setelah Leo dengan sengaja mematikan ponsel selama bersama Sartika.Leo tak mau terusik dengan pesan singkat dari Siska atau pertanyan yang membuatnya tertekan.


“Kamu terlalu kekanak-kanakan. Seakan membalas dendam karena perbuatanku kepadamu. Kamu harus mengerti keadaanku “


Siska mendatangi meja Leo pada pagi hari.


“Aku tidak bermaksud begitu. Kalau aku kekanak-kanakan,menurutku kamu yang terlalu egois. Walau kamu atasanku kamu tak berhak mengambil semua hidupku,”Leo berdiri dan pergi dari sana. Karena Ia tak mengganggu orang yang sedang bekerja.


Siska berhasil menarik tangan Leo dan menahannya. Siska membawa Leo ke dalam ruangan. Disini mereka lebih leluasa dan tidak ada yang mendengar.


“Dua hari yang lalu kamu kemana?Jangan bilang kamu ada dikontrakan sebab aku kesana dua kali dan kulihat tidak ada tanda kehidupan,”Siska ingat setelah acara keluarga selesai ,Dia langsung ingin menemui Leo dan


mencarinya namun Leo seakan menghilang tidak tahu rimbanya.Siska mencari


ketempat teman-teman Leo dan tidak ada satu pun yang tahu.


“Ini sudah waktunya bekerja. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan,”Leo sekali lagi ingin menjauh dari amarah Siska .


Siska membiarkan Leo pergi karena Ia melihat bos besar sudah datang dan memasuki ruangan yang ada disebelah.Siska menyuruh Office boy untuk membeli secangkir kopi di kantin yang akan diberikan kepada pimpinan.Hati Siska masih dongkol dengan cara Leo menghindar.


Setelah menemui pimpinan dan memberikan semua yang diperlukan,siska kembali keruangan.kebetulan ada tugas dari pimpinan yang cocok dikerjakan oleh Leo.Aha, Siska tersenyum girang. Itulah cara satu-satunya cara


untuk dekat dan berhubungan lagi  dengan Leo.


Siska memanggil Leo dengan isyarat tangan.Namun yang dipanggil seakan tidak melihat dan mengacuhkan Siska. Tak habis akal Siska pun memanggil Leo melalui pesawat telepon milik kantor.Dengan langkah berat Leo menuju ruangan Siska.


“Kalian ribut lagi ya. Selesaikan saja dengan cara kekeluargaan biar semua tenang. Jangan sampai mengganggu ketenangan orang sekitar ,”Anton risih dengan tingkah laku Siska yang memancing kegaduhan hingga kosentrasinya sering buyar.


“Ngomong aja sih gampang,”Leo melangkah dengan gontai. Andai ada cara agar Dia bisa keluar dari lubang neraka ini.


“Ya udah kawinin aja langsung. Kamu harus tunjukan kalau kamu itu gentlemen. Jangan mau diataur terus sama wanita.Ngerti nggak Lo,”Mark ikut berkomentar panas.


Leo kehabisan kata-kata untuk meladeni pembicaraan teman-temannya yang sudah mulai ramai. Lebih baik Ia beranjak dari tempat itu dan menemui siska. Mau tahu apalagi yang diinginkan wanita itu darinya,agar  perkaranya cepat  selesai.Leo masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Santunnya menjadi hilang berganti kesal yang sudah memuncak.


Leo tak menjawab.Hanya berdiri didepan Siska yang sedang duduk di meja.”Ini untukmu.Harus dikerjakan secepat mungkin,”siska menyodorkan lembaran kertas pada Leo.


“Baik,”Leo membaca list  yang terdapat dalam kertas tersebut. Sejauh ini tak ada yang perlu ia tanyakan pada Siska. Belum sempat Leo melangkah pergi,siska sudah memanggil terlebih dahulu.


“Tunggu! Aku perlu bertanya satu kali lagi tentang masalah tadi pagi. Kamu harus menjawab pertanyaanku,”Siska berjalan mendekati Leo dan memandang tajam kearah pria itu.


“Masalah apa? Semuanya sudah selesai kan. Hubungan kita sudah tak ada lagi sejak awal lebaran. Kalau aku mau kemana ya terserah aku,”ujar Leo masih dengan nada rendah.


“Kapan kita putus?Oh,jadi kamu mau memutuskan secara sepihak.Kamu tidak pantas,”caci siska sambil melempar pulpen yang sedang dipegangnya kearah Leo.


“Aku pergi ke kampung Sartika untuk menyusulnya. Lebaran bersama keluarga Sartika di sana,”kata Leo dengan wajah tanpa dosa.


Siska tiba-tiba menjadi murka. Melempar semua peralatan yang ada dimeja.”Aku sudah mengira sebelumnya. Ternyata kalian bersengkokol . Bawa kertas itu kemari. Kamu tidak pantas mendapatkannya. Kamu tidak


cukup mampu untuk naik jabatan. Tidak bisa dipercaya dan bod*h,”Siska tak bisa menyembunyikan rasa amarah dan cemburu .Ia mengusir Leo dari ruangan dan menutup pintu dengan keras.Kemudian memanggil  Anton sebagai ganti Leo untuk menyelesaikan pekerjaan tadi yang diberikan atasan.Padahal tadi diruang Pimpinan,Siska sudah memuji Leo yang pantas untuk menjadi wakil sekretaris mendampinginya. Jika Ia tak berada dikantor ini maka Leo lah yang akan menggantikan kedudukannya. Siska merekomondasikan agar Leo yang bisa berada diposisi tersebut pada pimpinan.Tapi  Semua rencana itu hangus tak berbekas saat mendengar nama sartika. Ia tak menyangka Leo berselingkuh dengan karyawan baru yang tak ada apa-apa dibanding dirinya. Harga diri Siska seakan tercabik-cabik mendengar nama wanita itu disebut.


“Apa kamu ada masalah dengan Leo?Aku mendengar suara gaduh  dan melihat Leo keluar dari ruanganmu,”pimpinan datang membuat Siska terkejut dan salah tingkah.


“Tidak,pak. Tadi saya hanya kesal saat menjelaskan pada Leo tentang pekerjaan tadi.Ternyata Leo tidak bisa menyelesaikannya sesuai dengan permintaan bapak”


“Kalau begitu ganti dengan orang lain saja seperti Anton. Dia kan sudah lama diperusahaan ini dibanding Leo”


“Baik pak,”Siska merasa lega pimpinan berpihak padanya.Sebelummenemani bos untuk bertemu klien,Siska menyempatkan diri bertemu Anton dan membicarakan kenaikan pangkat yang ditawarkan perusahaan.


“Waahhh selamat ya bro.Bakal jadi Bos nih.Traktirannya jangan lupa,”Mark tak menyangka secepat itu Anton jadi wakil sekretaris. Apalagi dengan Anton,tak ada angin tak ada hujan mendapat rezeki yang tak


terduga.Seharusnya Leo yang berhak mendapat posisi ini karena selalu dekat dengan siska.


“Sebenarnya aku sangat berharap mendapatkan kenaikan pangkat. Itu berarti gajiku juga bakal naik. Tapi ada satu masalah yang membuatku resah”


“Apa tuh,”Mark spontan kaget.masalah apa yang menyurutkan semangat Anton.


“Harus selalu terikat dengan Siska.Kalian kan tahu sendiri bagaimana sifat Siska yang suka ribet”


“Hahahaha,,,,rasain,”Sinta tertawa terbahak-bahak mendengar keluhan Anton. Rasa irinya akan jabatan baru Anton hilang. Mau digaji berapa pun Sinta tak akan menerima kalau disuruh berurusan dengan wanita itu.Lebih baik Dia keluar dan tidak bekerja diperusahaan ini lagi.


Sedangkan Leo hanya memandang kejadian demi kejadian yang berlangsung di depan mata. Semudah itu manusia mempermainkan nasib seorang pekerja seperti dirinya.


Bersambung