
Anton sudah mulai curiga sejak hari pertama Leo tidak masuk kerja. Kenapa temannya itu tak memberi kabar. Sampai satu minggu berlalu ,Leo seperti ditelan bumi. Kemana Leo pergi tak ada seorang pun yang tahu.
“Oh ya Bu, apakah Ibu tahu berita tentang Leo?”tanya Anton memberanikan diri . Perasaan Anton mulai tak enak, sebab Leo menghilang setelah dirinya naik jabatan.Anton bertanya saat ia akan melangkah pergi dari ruangan selesai berdiskusi dengan Siska tentang masalah pekerjaan. Tapi pertanyaan itu ditanggapi dingin oleh Siska.Dengan mengangkat kedua bahu siska enggan membicarakan Leo.
Anton menekan nomor tujuan kepada Leo untuk terakhir kalinya.Siapa tahu kali ini Diangkat.
Tut…tut…
“Hallo,”terdengar suara dari seberang sana.
“Hey,,,kemana aja bro nggak ada kabar?”
“Aku baru saja ingin nelpon,Bro. Tapi sudah ditelepon duluan. Besok Aku akan menikah. Sekalian aku mau undang kamu sama pasangan. Kamu wajib datang,Bro. Eeeitsss,jangan bilang siapa-siapa . Cuma kamu yang aku kasih tahu. Aku akan kirim alamat beserta transportasi yang akan digunakan untuk sampai kesini lewat sms.Udah dulu ya,Bro. Sampai jumpa”
Belum sempat Anton mengungkapkan rasa terkejut dan penasarannya,Leo sudah mematikan ponsel terlebih dahulu. Anton sungguh tak habis pikir apa yang telah terjadi dengan leo. Kenapa tiba-tiba dia ingin menikah. Dan tentu saja bukan dengan Siska.
Anton menutup rapat-rapat berita dari Leo. Bahkan Sinta dan teman dekatnya yang lain juga tidak boleh tahu.”Kamu tadi menghubungi Leo ya?”tanya Sinta tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Anton.
“Ng,,,,,nggak kok ,”kata Anton mencoba menyimpan rahasia.
“Aku sudah tahu dengan rencana pernikahan Sartika dengan Leo ,”kata Sinta setengah berbisik. Dia pura-pura meminjam pulpen dari meja Anton ketika Mark melihat kearah mereka.
“Hah?”Anton semakin penasaran. Ternyata Sinta juga mengetahuinya. Jantung Anton mau copot ketika terlintas nama Sartika menjadi pendamping Leo dipelaminan.Bukankah Sartika masih cuti dikampung. Berarti Leo
sekarang berada dikampung Sartika. Anton tak mengira Leo senekat itu menikahi Sartika padahal masih menjalin hubungan dengan Siska.
Semua orang dikantor tahu selama ini Siska menjalin hubungan dengan Leo.Tapi mengapa menikah dengan Sartika. Memang pria itu penuh dengan kejutan.Pikir Anton dalam hati.
Anton mengejar Sinta saat pulang kerja. Anton sengaja menahan Sinta untuk tidak pulang lebih cepat dan menunggu semua orang pulang terlebih dahulu termasuk Siska.
“Sartika juga mengundangku ke pernikahannya.Apa mereka juga mengundangmu?”Sinta memberi tahu Anton kalau Sartika memberitahunya semalam. Mereka bicara lama sekali. Saling bertukar pendapat tentang pernikahan dadakan yang akan terjadi di kampung Sartika.Calon pengantin wanita meminta Sinta untuk datang lebih awal pada pesta pernikahan agar bisa menjadi pengiring pengantin dan membantu Sartika dalam memilih dekorasi serta pakaian yang akan dikenakan.
“Ya . Aku terkejut saat Leo menelpon setelah sekian lama menghilang. Dan memberi kabar pernikahannya dan ternyata menikah dengan Sartika”
“Mereka semakin dekat saat lebaran kemaren. Leo datang dan menemui orang tua Sartika. Yahhh namanya sudah cinta tunggu apa lagi,”ujar Sinta.
“Apa mereka sama-sama akan berhenti bekeja di sini. Sayang banget yah. Harus berpisah dengan mereka?"tanya Sinta sambil menundukkan kepala. Tak ada yang bisa diperbuat jika itu sudah menjadi keputusan mereka.
“Yahhh aku juga menyayangkan sikap Leo yang gegabah. Dia sudah cukup lama bekerja disini. Kerjanya pun bagus.Sebagai atasan yang baru diangkat ,aku cukup kecewa dengan keputusan yang diambil Leo,”keluh Anton prihatin.
Sinta menepuk bahu Anton dengan keras. "Sebagai teman Leo kamu harus selalu mendukungnya. Aku yakin kalau Leo dan Sartika sudah memikirkannya dengan matang,”Sinta tak suka Anton terus menggerutu masalah pekerjaan apalagi pada posisi Anton yang baru.Sinta tak ingin punya atasan yang suka mengeluh di depan bawahannya.
“Mungkin besok aku berangkat. Mau kasih tahu pacarku dulu. Jadi nggak bisa buru-buru,”kata Anton segera pamit menjemput Indah.
“Yaeeelaaah,yang sayang ama pacar.Padahal aku pingin ngajak barengan.Tapi ya udahlah. Sore ini aku berangkat dengan kapal,”Sinta melambaikan tangan saat taxi langgananya sudah menunggu di luar kantor.
Sinta ingin membalas ledekan Anton namun pria itu telah melaju dengan motor bututnya.Mereka berpisah melalui jalan yang berbeda.Anton melajukan motor dengan cepat agar bisa sampai di kampus Indah tepat pada
waktunya. Telah molor selama lima menit,semoga Indah tidak cemberut saat Ia tiba nanti.
Lampu merah menghambat perjalanan Anton. Membuat laki-laki itu hampir saja menerobos. Tapi anton cepat sadar karena begitu banyak kendaran yang lewat dari arah berlawanan.Gerimis menghalangi pandangan mata anton .
Dia berhenti sejenak untuk memakai jas hujan. Berdiri tepat sebuah show room mobil. Anton menatap sebuah BMW terpampang di depannya. Ingin sekali Dia membeli mobil tersebut agar tak lagi kena angin dan hujan saat menjemput Indah. Telah lama Anton memiliki mobil seperti punya Indra. Agar laki-laki itu tak lagi memandang sebelah mata.Indah juga pasti akan bangga padanya.
Anton membujuk Indah untuk berteduh karena hujan yang mulai deras.Anton mengajak Indah untuk makan di sebuah warung nasi dekat kampus.
“Indah kira mas Anton tak bisa jemput karena hujan. Indah tungguin kenapa lama sekali?”ujar Indah cemberut.
“Maaf,sayang.Mas tadi berhenti karena hujan ,”Anton memesan makanan dua porsi yang sama. Sambil menunggu, pelayan biasanya memberi beri dua gelas teh hangat terlebih dahulu. Biasanya menyediakan teh es namun karena hujan berganti dengan teh hangat.Mereka meminumnya sebagai penghalau rasa dingin terkena air hujan.
“Minggu depan temenin mas beli mobil ya. Agar kita tak kedinginan dan kepanasan lagi,"kata Anton.
“Beneran ,Mas? Wahhh asyik Indah senang banget,”kata Indah bersorak gembira kesenangan membayangkan naik mobil bersama Anton.
“Benaran dong. Mas Anton kan sudah naik pangkat. Gengsi bawa motor itu mulu,”balas Anton menunjuk motornya yang sedang terparkir didepan warung dan diguyur hujan deras.
“Oh,ya. Besok Indah temenin mas Anton keluar kota ya?”pinta Anton .
“Kita mau kemana, Mas?’tanya indah. Belum pernah Anton mengajak ketempat yang jauh. Paling jalan dan nonton bioskop.
“Teman mas Anton menikah dikampung kekasihnya.Sebetulnya mas juga kaget dengan undang pernikahan mereka. Padahal selama ini teman mas itu kekasihnya adalah atasan mas Anton tapi akhirnya malah menikah dengan teman sejawat mas anton juga,”ujar Anton berbagi keheranannya dengan Indah.
“Itu namanya jodoh,Mas.Kita tidak tahu jodoh kita itu siapa,”balas Indah mengunyah daging ikan bakar dengan lahap. Cuaca dingin semakin menambah rasa lapar.
“Tapi mas Anton tahu siapa jodoh mas Anton”
“Memang siapa jodoh mas Anton,”tanya Indah sambil mengedipkan matanya kearah Anton.
“Ya sudah pasti yang duduk di sebelah mas Anton,”jawab Anton melihat kearah Indah.Kebetulan dikursi panjang hanya ada mereka berdua ,tidak ada orang lain.
“Ah, mas Anton bisa aja,”kata Indah sambil tersenyum gemas.
Anton tidak tahan melihat pipi indah yang memerah dan langsung mencubitnya.Indah meringis kesakitan namun sekaligus senang Anton memperlakukannya seperti itu.
“Hari ini kita langsung pulang ke rumah dan Istirahat karena besok pagi sekali mas Anton dan Indah harus berangkat naik kapal menuju kepernikahan teman mas Anton.Mas harap Indah tidak telat bangun,"kata
Anton dan disambut anggukan dari Indah beserta menunjukan ibu jari tanda setuju.
Bersambung