NO NAME

NO NAME
P A R T 21 My Partner × Buaya Darat



Setelah kejadian Hangga menghajar Denan, kakak kelasnya, secara habis-habisan, ia tidak henti-hentinya mengawasi Hanggi kemanapun gadis itu pergi. Bahkan ia sampai menyuruh gadis itu tidur di rumahnya, satu kamar dengan Lenata.


Dan Hanggi hanya menurut saja jika tidak ingin Hangga menjadi gila seperti saat pria itu tidur di kamarnya. Hangga pun sampai menyuruh Setia untuk menjaga gadis itu lebih dari dirinya, mengingat Setia dan Hanggi pacaran.


Sampai hari ini Hanggi masih merajuk pada Hangga. Saat ini Hanggi sedang berjalan untuk pulang ke rumah setelah sekolah. Hanggi berjalan dengan langkah panjang dan cepat. Pria di sampingnya itu sedari tadi mengikuti dirinya seraya mencoba menghentikan gadis itu dengan menyamakan posisinya. Tapi Hanggi tidak berhenti.


"Elo masih marah sama gue, Nggi?" tanya Hangga seraya tetap mangimbangi langkahnya di samping kanan gadis itu.


Hanggi tetap berjalan tanpa menjawab pertanyaan Hangga dan itu membuat dirinya menghalangi jalan Hanggi.


"Gue minta maaf dan gue nggak bakal nglakuin hal itu lagi," ucap Hangga dengan nada memohon dan wajah memelas. Hanggi melewati Hangga lewat samping kanan pria itu, tetapi Hangga langsung berjalan mundur di depan Hanggi seraya meminta maaf.


"Gue minta maaf, Nggi. Pleaseee. Maafin gue dong. Nggi! Hanggi cantik deh. Udah pinter, baik, cantik, manis lagi. Maafin gue, Nggi."


Merasa kesal akan Hangga yang terus mengoceh, Hanggi menghentikan langkahnya. Ia mendengus kesal dan menatap wajah Hangga dengan tatapan horor.


"Maaf," ucap Hangga yang berdiri dihadapan Hanggi dengan memegang kedua telinganya. Wajahnya ia buat seimut dan semelas mungkin.


Hanggi tersenyum singkat melihat tingkah sahabatnya itu. Memang ia sangat kesal akan tingkah Hangga yang sangat keras kepala dan tidak mau mendengarkan dirinya.


"Iya gue maafin."


Hanggi tersenyum manis dan pria di hadapannya itu langsung tersenyum girang. Hangga hendak memeluk gadis itu tapi terhenti saat mengingat sesuatu.


"Kenapa?" Hanggi heran dengan Hangga yang tidak jadi memeluk dirinya.


"Ish." Hangga menonjok dahi Hanggi pelan. "Setia udah peka tapi giliran elo yang nggak peka."


"Oh," singkat Hanggi.


Di belakang sana Setia bisa menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Tapi itu tidak jadi masalah bagi dirinya. Justru ia senang persahabatan diantara mereka tetap terjalin baik.


➰ ➰ ➰


 


Setia duduk di depan rumah seraya memakan siomay yang baru saja ia beli dari pedagang siomay keliling.


"Bagi dong!" Suara perempuan yang baru saja keluar dari rumah membuat Setia menengok.


"Mau kemana, Kak? Udah rapi aja. Balap liar," ucap Setia seenaknya.


"Ngaco lu!" Ara menimpuk kepala adiknya setelah memasukan setusuk siomay ke mulutnya.


"Lagian dandan kayak preman mau perang. Pakean gelap mana semuanya ketat." Setia memperhatatikan kakaknya yang sedang memakai sepatu.


"Gue mau ketemuan sama doi."


"Uhuk... uhuk..." Ucapan Ara membuat Setia menelah siomaynya yang belum sempat ia kunyah. Baru saja masuk mulut makanan itu sudah tertelan. "Siapa juga yang mau sama gadis tomboy kayak kakak?"


"Banyak yang mau. Gue pinjem motor elo gih. Biar keren. Masa iya gue pake tuh matic," ucap Ara seraya memakai helm full face yang biasa dikenakan Setia setiap bepergian dan tentunya dengan izin kakek neneknya.


"Yang Ninja merah kan ada. Pake itu aja napa," saran Setia kemudian.


"Terlalu keren. Entar elo tersepona," ujar Ara setelah menaikkan standar motor sport hitam.


"Terpesona kakakku yang cantik," ralat Setia.


"Terserah deh. Gue berangkat dulu mau ketemu doi. Daaah," ucap Ara dibalik helmnya. Membuat suaranya tidak jelas dan teredam deru motor yang menggema di seantero rumah.


"Ara mau kemana Setia?" tanya kakeknya yang tiba-tiba keluar dari rumah.


"Katanya mau ketemu sama doi, Kek."


"Setia ngapain elo ngomong yang sebenarnya. Bisa kena hajar elo sama Kak Ara," batin Setia.


"Doi teman yang mana? Teman kuliah?"


Setia mengangkat alisnya,"Oh mungkin iya, Kek. Lagian tadi Kak Ara nggak njelasin."


"Njelasin nama doinya itu siapa," lanjutnya dalam hati.


"Ya udah kamu mandi terus istirahat," titah kakeknya penuh rasa kasih sayang.


"Siap, Kek!" Setia hormat pada kakeknya.


➰ ➰ ➰


 


Hanggi termenung di kamarnya yang bercat berwarna biru langit. Memberikan kesan lembut dan terang.


"Jadi Kak Denan masih suka sama gue," gumamnya dengan posisi tubuh tengkurap. "Padahal udah gue tolak baik-baik karena dia kakak kelas gue. Tapi masih aja dia nyimpen rasa," lanjutnya dengan tubuh terlentang menghadap langit-langit kamar.


Memang banyak pria di sekolahnya yang mengungkapkan perasaan terhadap dirinya terang-terangan dan Hanggi langsung menolaknya. Ia ingin fokus belajar dan tidak mendapat ancaman dari para fans cowok yang akan berpacaran dengannya. Dan itu berhasil selama beberapa waktu sampai akhirnya ia menaruh rasa pada Setia.


"Setia lagi ngapain yah? Gue chat ah..."


Hanggi mengambil benda pipih di meja samping ranjang dan membuka aplikasi WhatsApp di handphone-nya. Lalu ia mencari kontak Setia, meng-klik kontak dengan nama 'Buaya Darat' yang belum sempat ia ganti.


Anda


Setia lagi ngapain?


"Ngapain nyebut pake nama Hanggi! Kan biasanya pake lo-gue," gerutu Hanggi tidak jelas. Ia hendak menghapusnya, namun sudah muncul tanda centang dua berwarna biru dan dibawah nama kontak tertulis aktivitas 'mengetik...'


Buaya Darat


Abis mandi & sekarang lagi tiduran sayangku💕


Deg


Hanggi merasa jantungnya berhenti sesaat. Belum pernah ia mendapat kata 'sayangku' saat chating dengan seseorang. Jujur ini pertama kalinya dan hal itu membuat hati Hanggi berbunga-bunga. Lebay.


Anda


👊👊👊


Buaya Darat


???


Anda


Elo balik lagi nggak peka?😥


Buaya Darat


Anda


Jangan pake emoticon kek gitu sama sayang-sayangan. GUE RISIH.


Buaya Darat


Orang pacar sendiri juga. Masa nggak boleh😉


Anda


Genit🤕


Buaya Darat


Genit2 juga pacarmu😁


Anda


Bsjskdbndks😐😐😐


Hanggi melempar pelan benda pipih itu ke sebelahnya. Detik selanjutnya ia benamkan wajahnya itu ke bantal guling. Rasanya sungguh kesal chating-an dengan orang tidak peka dan genit macam Setia.


"Kenapa gue bisa naksir sama playboy..." gerutu Hanggi seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal menggunakan dua tangannya secara kasar.


Di seberang sana Setia malah tertawa sendiri. Ia mengambil posisi tengkurap yang semulanya terlentang dengan siku sebagai penumpu.


Anda


Hanggi ngambek?🙁


Lama tidak mendapat balasan lagi, Setia mengirimi pesan pada Hanggi. Ditambah lagi pesannya centang biru tapi tidak dibalas.


Anda


Jangan ngambek dong 😢


Gue nggak bakal kek gitu lagi.


Hanggi.


Anda


Cek cek ada orang????


Anda


P


Anda


P


Anda


😿😿😿


My Partner


Jangan nyepam gue😐


Anda


Abisnya elo nggak bales chat gue


Setia penasaran dengan apa yang Hanggi ketik sampai membutuhkan waktu cukup lama.


My Partner


Buah kesemek buah pepaya


Dimakan sama bang Hangga


HEH ELO YANG ADA DISANA


GUE TENDANG TAU RASA


😈😈😈😈😈😈😈😈😈


Anda


Jahat lu😭


My Partner


Lebay


Anda


Btw nama kontak lo di WA gue My Partner. Semoga aja elo beneran jadi partner hidup gue 😍😍😍 wkwk


Anda


Terus nama kontak gue di Hp lo siapa?


My Partner


BUAYA DARAT😎


"Jahat bener nih cewek. Untung sayang kalo enggak udah gue peluk tuh cewek nyampe sesak napas."


➰ ➰ ➰


 


Bersambung...


💕Satu kata buat part ini💕


💕Thanks for reading💕


💕See you next part💕


💕my ig : marselasepty20💕