Nayara

Nayara
•S2•(13)•



Sibuk menyirami bunga yang ia beli beberapa hari yang lalu, Naya kaget ketika bel apartementnya berbunyi. Siapa yang berkunjung sore-sore seperti ini, cepat-cepat Naya menaruh penyiram tanamam di atas meja lalu beranjak ke pintu apartementnya.


Ceklek...


Sreeettt...


Tubuh mungil Naya tiba-tiba ditarik begitu saja, Naya sama sekali tak melawan ketika orang yang menariknya itu mendekap tubuhnya begitu erat, bahkan sangat erat.


"Jangan tinggalin aku lagi Nay..."


"....."


"Maafin aku Nay maafin aku!"


"Vin..." Naya akhirnya membuka suaranya, sebelumnya ia harus menetralkan perasaannya setelah melihat Gavin datang tiba-tiba dan langsung memeluknya.


"Hm." jawab Gavin tanpa melepas dekapannya.


"Aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf ke aku." ucap Naya seraya membalas pelukan Gavin.


Cukup lama mereka berpelukan di depan pintu apartement Naya. Mungkin bagi mereka berdua, di dunia ini hanya ada mereka berdua saja haha.


Tak lama Naya mendongak menatap Gavin. "Ini pelukannya sampai kapan? Nanti ada yang lewat lho." ujar Naya menahan senyumnya.


Masih imut seperti biasa~ batin Gavin.


"Sampai kiamat pun aku ga bakal lepas pelukan ini lagi." Naya terkekeh mendengar jawaban Gavin.


"Kemarin aja marahin aku mulu!" Naya mempoutkan bibirnya manja.


"Maaf." ujar Gavin gemas melihat tingkah Naya istrinya.


"Lain kali kalau marahin aku, aku bakal pergi beneran!"


"Emang sanggup ninggalin aku?!" ledek Gavin.


"Kan kamu yang rela-relain cuti kuliah demi aku!" sambung Gavin lagi.


Naya langsung mendorong tubuh Gavin hingga pelukannya terlepas. Gavin sukses menggodanya kali ini, dan Naya jelas malu akan hal itu.


Naya berbalik dan masuk ke apartementnya, dan tentu saja Gavin ikut masuk dan mengekor di belakangnya. Perlahan Gavin ikut mengamati isi apartement istrinya itu.


"Pindah ke rumah aku yah?!" sahut Gavin masih sibuk mengamati apartement Naya.


"Nggak, nanti biaya apart nya rugi." tolak Naya tanpa berpikir panjang.


"Tapi kamu sendirian disini."


"Selama ini juga sendiri kok Vin." balas Naya yang tengah menyiapkan minuman untuk Gavin.


Ini anak bedua sekalinya baikan lengket bener (By Author😐)


"Maafin aku Nay..."


"Ga usah minta maaf, aku juga salah disini."


"Maaf karna udah kasar sama kamu."


"Iyah, asal jangan di ulangin lagi." Naya bisa merasakan Gavin mengangguk di belakangnya.


Setelah baikan dengan Gavin, rasanya semua hal terasa menjadi lebih ringan. Naya akhirnya selesai dengan minuman yang ia buat, ia menepuk tangan Gavin agar melepas tautannya di perut rampingnya.


"Nggak mau!" tolak Gavin.


"Gavin..." peringat Naya membuat Gavin terkekeh dan langsung melepas tautannya. Sudah lama sekali tak menggoda istri kecilnya seperti ini.


Setelah mereka berdua duduk di sofa, Naya menatap Gavin lekat.


"Ini masih sakit?" tanya Naya seraya mengusap pelan pelipis Gavin yang di balut perban. Maklum, Gavin memang kecelakaan beberapa hari yang lalu.


"Sakitnya udah hilang habis meluk kamu!"


"Apaan, kayaknya kamu makin jago gombalin perempuan. Apa selama ini kamu udah gombalin banyak perempuan di luar sana?!" Gavin seketika melepas tawanya, bagaimana bisa ia menggoda perempuan lain, sedangkan di hatinya hanya ada Naya seorang.


"Cuma kamu kok."


"Apanya?"


"Cuma kamu yang aku gombalin, karna cuma kamu perempuan satu-satunya yang bisa buat aku jatuh cinta!" Gantian, kali ini yang Naya tiba-tiba melepas tawanya.


"Masih sama!"


"Apanya?" tanya Gavin menatap manik Naya dalam-dalam.


"Alaynya, kamu gombalnya kayak anak smp tau nggak." balas Naya lalu melanjutkan tawanya.


Gavin hanya bisa tersenyum masam, Naya tidak sepenuhnya salah. Ia memang paling kaku kalau masalah mengutarakan kata-kata manis, dan Gavin sangat menyadari itu.


"Oke, kalau gitu sesi gombalnya udahan dulu. Sekarang jelasin dulu kenapa surat cerai ini ga ada tanda tangan kamu? aku ga salah lihat kan?!" tanya Gavin seraya mengeluarkan map coklat yang ia lipat kecil dari saku jaketnya.


Dan Naya akhirnya menjelaskan semua pertanyaan Gavin hingga semuanya jelas dimata suaminya itu.


•••


Maap yah guys, kalau kalian ngerasa ke gantung mulu wkwkwk. Beneran aku ga ada niatan buat gantungin kalian, emang kebetulan aja, aku nulisnya mentok disitu :)


Sekali lagi makasih buat kalian yang mau baca Naya, maap kalau mungkin aku gabisa up tiap hari, semoga kalian mengerti ehew. Makasih juga buat yang vote, luvyuuuu banyak-banyak dah.