Nayara

Nayara
•39•



Seperti dugaan Riana sebelumnya, saat keluar kelas mereka langsung di hadang oleh tiga senior yang sedaritadi ada di depan kelas mereka.


"Maaf kak, ini ada apa yah?!" tanya Lira dengan sopan, maklum mereka senior kelas tiga.


"Gue ga ada urusan sama lo, gue punya urusan sama dia!!" balas salah satu senior ber'nametag Sarah Rianti.


Dia menunjuk tepat di depan wajah Naya yang sedang menunduk.


"Tapi kak--"


"Diem!" sentak Sarah.


Sarah langsung memberi kode kepada dua temannya untuk menghalangi Riana dan Lira agar tak ikut campur, kemudian dia melangkah maju  mendekat ke Naya.


"Lo itu sebenarnya mau apa hah?!" sentak Sarah seraya mendorong bahu Naya kasar.


"Maksud kaka apa?!" balas Naya dengan suara bergetar.


"Gak usah pura-pura bego! Gue tau penyebab Ezhar sama Gavin berantem, pasti karna elo kan?! Ezhar itu suka sama lo cupuu!!" ujar Sarah dan masih terus mendorong tubuh Naya hingga tersentak ke dinding.


"Gue paling ga suka kalau ada yang ngusik Ezhar gue!! Gue juga ga takut sama sepupu lo yang namanya Gavin itu!!" seru Sarah seraya menangkup kedua bahu Naya dan menyetarakan wajahnya dengan Naya.


"Bilang sama sepupu lo itu, ini peringatan pertama dari gue! Jangan pernah ngusik Ezhar lagi! Kalau nggak, gue bisa berbuat lebih parah lagi daripada ini! bahkan orang kayak Gavin pun ga bakal bisa bayangin perbuatan gue ke depannya!" peringat Sarah kemudian pergi meninggalkan Naya yang masih menunduk pasrah.


Lira dan Riana yang masih melihat Naya dari depan kelasnya merasa bingung plus kasihan. Mereka tadinya ingin membantu Naya tapi mereka berdua terus di halangi oleh dua teman Sarah.


Setelah Sarah dan dua temannya pergi, Riana dan Lira langsung menghampiri Naya. "Lo gapapa Nay?!" tanya Lira terlihat khawatir.


"Gapapa kok Ra, aku gapapa"


"Terus sekarang gimana Nay? Gavin belum keluar dari ruang BK kan?! Pulang bareng aku aja yah" tawar Riana sambil merangkul bahu Naya.


"Ga, ga usah Na. Aku tungguin Gavin aja"


"Aku ke ruang BK yah, kalian berdua pulangnya hati-hati" pamit Naya lalu berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Riana dan Lira. entahlah, sepertinya Naya sedang tertekan saat ini.


°°


Sampai di depan ruang BK Naya langsung duduk di salah satu kursi yang berada disitu. Di liriknya jam yang tertera di layar handphonenya, sudah jam dua siang tapi Gavin masih belum keluar juga dari ruang BK.


Tiga puluh menit berlalu akhirnya pintu ruang BK terbuka, dan yang keluar tentu saja Gavin dan di belakangnya di ikuti oleh Ezhar.


"Nungguin dari tadi yah?! yuk!" sapa Gavin lalu menarik Naya pergi. Naya yang di tarik sempat menatap Ezhar sebentar lalu mengikuti langkah suaminya, Gavin.


"Nay.." panggil Ezhar membuat langkah Gavin dan Naya langsung terhenti.


Gavin langsung menatap tajam pada Ezhar, entah apa lagi mau laki-laki di hadapannya ini. Naya menyadari tatapan marah Gavin pada Ezhar.


"A-ada apa Zhar?" tanya Naya gagap.


"Gue minta maaf kalau udah buat lo ga nyaman, gue juga minta maaf udah mukul sepupu lo"


"Cih.." Gavin berdecih sambil menyeringai setelah mendengar permintaan maaf Ezhar.


"Kenapa? Gue ga pernah ganggu dia duluan!" Ujar Ezhar dengan nada kesal. Gavin yang mendengarnya tentu saja merasa di tantang lagi.


"Maksud lo apa?! Lo mau bilang kalau gue yang ganggu lo duluan!?" sentak Gavin langsung menarik kerah baju Ezhar.


"Gavin udah.." bujuk Naya berusaha menenangkan Gavin, Naya menarik tangan Gavin yang masih mencengkram kuat kerah baju Ezhar. Belum sempat Gavin membalas tiba-tiba saja pak Surya sudah keluar dari ruang BK dan langsung berkecak pinggang saat melihat tingkah Gavin dan Ezhar.


"Kalian bener-bener pengen di keluarin dari sekolah yah?!" tegur pak Surya, membuat Gavin langsung melepas cengkramannya pada Ezhar.


"Nggak kok pak" balas Gavin.


"Inget perjanjian kalian tadi! Kalau kalian berantem lagi, kalian berdua bakal dapet hukuman skors atau bisa-bisa di keluarin dari sekolah!" peringat Pak Surya membuat Gavin dan Ezhar menggaruk tengkuknya bersamaan.


"Nay kamu sebagai saksi yah, peringatin mereka berdua kalau berantem lagi" ujar Pak Surya ke Naya.


"Ba-baik pak"


"Bapak pulang dulu, sebaiknya kalian juga pulang" pamit Pak Surya kemudian berlalu pergi.


Setelah Pak Surya pergi, ketiganya langsung bernafas lega. Tapi tak lama Gavin dan Ezhar kembali memberikan tatapan dingin satu sama lain. Entah kenapa mereka berdua selalu menciptakan suasana menakutkan seperti ini, membuat Naya jadi merinding seketika.


"Vi-vin ayuk pulang!" ajak Naya seraya menarik lengan Gavin dengan hati-hati. Ezhar yang melihat itu langsung mengerutkan alisnya, entah kenapa dia merasa cemburu ketika gadis yang dia sukai menyentuh laki-laki lain sekalipun itu sepupunya.


"Gue peringatin untuk terakhir kalinya! Jangan pernah deketin Naya lagi" ujar Gavin kemudian berbalik pergi dan langsung di ikuti oleh Naya.


"Lo ga punya hak!! Gue ga pernah lepasin sesuatu yang udah narik perhatian gue" gumam Ezhar menyeringai.


°°


Sampai di parkiran tangan Gavin langsung di tahan oleh Naya, gadis itu menatap khawatir pada Gavin. Sepertinya rasa kesalnya tadi sudah hilang, Gavin menatap Naya menunggu jawaban dari maksud Naya menahannya.


"Kita ke rumah sakit dulu yah?!" seru Naya.


"Kalau aku nolak gimana?!" tanya Gavin balik, sepertinya emosinya pada Ezhar masih terbawa-bawa.


Naya yang menyadari itu langsung menunduk diam, membuat Gavin langsung menghela nafasnya.


"Obatinnya di rumah aja, aku ga biasa di pegang-pegang sama suster apalagi dokter" sambung Gavin lagi.


"Yuk pulang" Gavin langsung menarik Naya lembut, membawanya masuk ke dalam mobil, dan mulai melajukan mobilnya pulang ke apartement.


•••


Up lagi :D


Vote dan komen juseyoo :)


Makasih manteman :D


♡♡♡