
"Hallo Nani, aku akan menunggu mu di mall. Datang lah bersama Cika"
"Ok non"
Klik.
Nara bersiap ingin pergi keluar, ia akan menghabiskan waktunya bersama orang orang yang ia sayang.
"Mau keman kamu?" tanya Andre.
"Pergi"
"Sama siapa?"
Huffff...
Nara berbalik, menatap kesal Andre.
"Kamu gak ada kerjaan lain lagi? perusahaan dan semua aset yang kamu punya sudah aku kembalikan. Aku cuma mengambil sedikit usaha nyonya!"
"Heh kupret, kamu itu istri aku. Yah wajar saja aku menanyakan kemana kamu pergi." Balas Andre.
"Aku tidak butuh di anggap, lakukan saja sesuatu yang kamu inginkan. Jangan ganggu kehidupan ku!" Nara berbalik pergi.
"Dasar istri durhaka!" teriak Andre, namun Nara tetap tidak memperdulikan nya.
"Kemana dia pergi?" gumam Andre mulai gelisah.
Karena rasa penasaran nya, Andre akhirnya memutuskan untuk mengikuti Nara.
Sekarang sudah berbalik, dulunya jengah dengan kehadiran Nara. Kini Andre malah merindukan wanita itu di setiap detiknya.
...----------------...
Nara tiba di sebuah mall, tanpa ia sadari. Dari belakang Andre mengikutinya.
"Hallo Nani, Hallo Cika" sapa Nara berlari menghampiri kedua wanita beda usia itu.
"Hallo nona" balas Nani dan Cika.
"Wahh kalian cantik dan manis yah"
"Ah nona bisa aja" sahut Cika malu malu.
"Aku serius tahu" balas Nara melihatkan ekspresi seriusnya.
Nara terlihat sangat bahagia, tertawa lepas dan lega. Berbeda ketika bersama Andre, ia terlihat sedih, tertekan dan seperti tidak mau hidup.
"Kamu bahagia banget kelihatan nya Nara" gumam Andre, ia berdiri tidak jauh dari Nara dan kedua asisten rumah tangga Bagas berdiri.
Nara dan kedua wanita beda usia itu pergi ke sebuah karaoke, mereka akan bersenang-senang di sana.
Ketika hendak masuk ke dalam ruangan, Nara merasa seperti ada yang mengikutinya. Tapi, ketika ia menoleh, tidak terlihat siapapun mengikutinya. Semua orang tidak ada yang mencurigakan.
"Kenapa non?"
Nara kembali ke posisinya, lalu menggeleng pelan.
"Tidak ada, aku hanya merasa ada seseorang yang mengikuti ku" jawab Nara jujur.
"Benarkah?" Cika jadi heboh, ia melihat ke kiri dan kanan mencari siapa yang mengikuti mereka.
"Sudah lah, mungkin hanya pirasat ku saja."kata Nara.
"Ya sudah, kita masuk aja lah" Nani memboyong mereka masuk ke ruangan karaoke yang sudah Nara booking.
Sementara di luar, Andre terlihat menghela nafas lega. Hampir saja ia ketahuan oleh Nara, kalo sempat ketahuan, bisa bisa harga dirinya bakalan jatuh.
"Andre!"
Deg.
Jantung nya seakan berhenti berdetak untuk beberapa detik. Andre pikir itu Nara, tapi ternyata Reni.
"Ya ampun... Akhirnya aku bisa menemukan mu!" Reni bersiap ingin memeluk Andre, tapi di hindari oleh pria itu.
"Apaan sih!" dengus Andre.
"Kamu kenapa sih sayang, aku hanya bermain dengan teman ku, kamu marah segitunya" rengek Reni tetap bergelayut manja.
"Awas Reni, aku tidak mau dekat dekat dengan mu lagi!" ketus Andre. Tapi tetap saja Reni tidak mau melepaskan nya.
Saat itu, bertepatan dengan Nara yang ingin ke toilet melihat Andre dan Reni bermesraan. Ia tidak tahu apa yang terjadi diantara keduanya. Tapi, yang Nara lihat, wanita itu memeluk lengan suaminya.
"Nara" kaget Andre.
"Nara!!! Nara!!!" Andre ingin mengejar nya, tapi di tahan oleh Reni.
"Lepas bego!" bentak Andre menghempaskan tangan Reni.
"Nara!!" pekik Andre mencari istrinya nya, tapi Nara sudah tidak terlihat lagi.
"Arrrg.... Dia pasti memikirkan hal yang tidak tidak!" erang Andre frustasi, ia tidak menemukan keberadaan Nara yang begitu cepat menghilang.
Sedangkan Reni, menatap tidak suka pada Andre yang berani membentak nya.
"Kau mencarinya sebegitu paniknya. Padahal dulu kau sangat membencinya " cibir Reni.
"Diam saja kau, aku tidak mau berurusan lagi dengan mu!" ketus Andre.
Bukan nya marah atau sedih, Reni malah tertawa mengejek.
"Sayang nya, Kau harus berurusan terus dengan ku. Aku hamil anak mu"
Andre melirik sinis padanya, bagaimana mungkin itu anaknya.
"Kau tidak perlu membual, mana mungkin itu anak ku. Kau saja di pakai banyak orang!"
Plak!
"Meskipun aku pergi dengan teman teman ku, Aku tidak pernah berhubungan badan dengan mereka!" ucap Reni marah, ia berpura pura untuk terlihat suci di depan Andre.
"Benarkah? tapi kau tidak perawan saat aku melakukan nya!"
Deg.
Reni terdiam, memikirkan kata kata apa yang harus ia ucapkan, agar Andre mempercayai nya.
"Kenapa ku diam? apa ku tidak punya pembelaan sekarang?" Andre tersenyum sinis.
"Kau melupakan semuanya?? kau yang melakukan nya setelah aku selesai masa orientasi "
"Kau gila! aku tidak pernah melakukan hal itu" bantah Andre, ia tidak melupakan masa orientasi itu, jadi andre tidak akan lupa.
"Bodoh! aku tidak seangkatan dengan mu, kau mabuk ketika pesta, kau membawa ku ke sebuah hotel. Di sana lah kau mengambilnya!"
Andre menggeleng kuat, ia merasa tidak pernah melakukan nya.
"Oh, jadi kau hamil?"
Reni dan Andre kaget mendengar suara dari belakang Andre.
"Yah, aku hamil. Anak dari kekasih ku, atas buah cinta kami!" jawab Reni sengaja melebih lebihkan di depan Nara, dengan cepat Reni memeluk lengan Andre.
"Nara, itu bohong!"
"Bagaimana bohong, aku membawa bukti kehamilan ku!" ucap Reni sembari mengeluarkan lembaran kertas, hasil dari pemeriksaan kandungan nya.
Reni memang hamil, tapi bukan berarti itu anak dari Andre.
Tangan Nara bergetar, air mata yang selama ini ia tahan, akhirnya perlahan mengalir di sudut matanya.
"Aku tidak seperti mu, istri jelek yang tidak pernah melayani suaminya sendiri!"
"Cukup Reni!" bentak Andre menghentikan wanita itu menyakiti hati Nara.
"Kenapa sayang? Nara juga tahu kok, bagaimana mesra nya kita membuat buah hati ini" Kata Reni melirik Nara.
"A-pa??" Andre terbata, ia berusaha mencerna apa yang baru saja di ucapkan oleh Reni.
"Yah tuan, kau menghubungi nona ketika kalian melakukan hal menjijikan itu. Bahkan kau sengaja memposting nya di story WhatsApp mu agar nona melihatnya!". Andre menoleh kearah Nani, ia sangat terkejut jika art nya juga mengetahuinya.
"Kapan?? aku tidak pernah melakukan hal itu!" bantah Andre.
"Tuan tidak, tapi wanita murah ini?" cibir Cika. Mereka mendekati Nara, memeluknya erat agar Nara tetap tenang dan tidak drop.
"Ayo kita pergi nona, tuan besar sudah menunggu " Nara mengangguk.
"Hey, kenapa kalian memanggil dia nona? akulah nona kalian. Aku yang mengandung penerus keluarga Pangestu!" protes Reni.
Nara berbalik, menatap Reni dengan tatapan kebencian.
"Jika kau mengandung anak nya, itu bukan berarti kau adalah nyonya di sini. Pemilik harta keluarga Pangestu adalah Nayara!. Kau tidak akan mendapatkan apapun!" ucap Nara penuh penekanan.
Reni tak bisa berkutik lagi, ia cukup mengerikan melihat ekspresi Nara.
Bukan hanya Reni, Andre juga cukup terkejut melihatnya. Yang Andre ingat, Nara adalah gadis penurut dan hanya mencintainya. Sekarang, Nara sudah berubah, menjadi wanita garang dan sangat tegas.