Nayara

Nayara
Bab 29



"Kau gila yah!"


"Kau yang gila Andre, tidak mengakui anak ini!" balas Reni berteriak, ia sudah tidak peduli lagi dengan orang orang sekitar.


Andre menarik tangan Reni, membawa gadis itu ke dalam mobil.


"Kemarin kau yang mengemis cinta pada ku, sekarang kau malah berbalik membenci ku!"


"Reni, kau salah paham" ucap Andre berusaha untuk menjelaskan.


"Tidak Andre, kau lah yang salah paham"


"Iya, aku emang salah paham. Aku pikir kau adalah wanita ku, ternyata salah!" jelas Andre, membuat Reni nangis semakin kencang.


"Kau jahat Andre, kau sudah membuat aku begini!"


"Kau dengar sendiri kan,dia memiliki segala. Aku tidak memiliki harta. Apa kau yakin mau melanjutkan drama ini?" kata Andre.


"Drama? kau bilang drama? "Reni semakin murka.


"Aku tidak berdrama Andre!!! Meskipun aku tahu tidak akan ada harta untuk anak ini, tapi anak ini tetap akan menjadi darah daging mu!".


"Yah sudah, kau lahirkan saja anak itu!"


"Terus kau tidak mau tanggung jawab??" Reni menggeleng kuat, ia tidak menyangka Andre bakalan seperti ini.


Reni menangis sejadi jadinya.


"Sudah lah, itu belum tentu juga anak ku. Jika memang dia anka Ki, setelah dia lahir lakukan tes DNA!" titah Andre.


Reni tidak menjawab, niat nya sudah berbelok. Meskipun ia kecewa mendengar usahanya tidak akan ada hasil, tapi Reni ingin membuat wanita sombong itu menderita.


Malam itu, Andre mengantar Reni pulang ke apartemen nya. Jiwa laki laki gentle nya muncul, meskipun ragu itu bukan anak nya, Andre tidak berbuat kasar lagi pada Reni, hanya saja mulutnya yang kasar.


"Aku ingin memeluk mu Andre!"


"Tidak usah mempersulit ku Reni! aku ingin pulang!" tolak Andre.


"Tapi aku ingin memeluk mu" langsung saja Reni bergelayut di lengan Andre, menahan pria itu untuk tidak segera pergi.


Sesuai rencana, Andre pasrah dan mengikuti kemauan Reni.


Reni mengeluarkan bubuk obat perangsang dari kantong celana nya, lalu segera mengoleskan ke bibirnya sendiri.


"Andre" panggil Reni.


Ketika Andre menoleh, secepat kilat Reni langsung mengecup bibirnya. Lalu menahan tengkuk Andre agar tidak melepaskan ciumannya.


Reni ******* habis bibir Andre, berusaha menyebar bubuk yang ada di mulutnya ke dalam mulut Andre.


Obat perangsang itu tingkat tinggi, dalam beberapa detik saja langsung bereaksi.


"Kau memberiku obat?" pekik Andre berhasil melepaskan pangutan Reni.


Pria itu bisa merasakan panas dari dalam tubuhnya. Ia sudah menebak jika Reni memberinya sesuatu.


Reni juga merasakan apa yang Andre rasakan. Ia menarik Andre dan kembali menciumnya.


Karena efek yang luar biasa, Andre tidak dapat menolak nya. Ia ingin menuntaskan ini secepatnya.


"Kau gila!" pekik Andre, lalu menerima serangan Reni. Malam itu mereka bergulat lagi, bercumbu mesra di atas kasur.


Reni kembali melangsungkan rencana nya untuk membuat Nara sakit hati.


Segera Reni meronggoh saku Andre, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Nara.


Terbuai akan nafsu, Andre tidak mengetahui bahwa Reni meletakkan ponsel di atas meja, sehingga ketika Nara mengangkat video call dari nya, Nara akan langsung melihat adegan panas mereka.


"Ahhh...Andre...Kau selalu yang terbaik"


"Diam kau sialan, kau berhasil menjebak ku!" caci Andre, tapi ia terus melakukan penyerangan ke tubuh Reni.


Sementara itu, di rumah nya. Nara melihat ponselnya berdering.


Nama Andre terpampang jelas di layar ponselnya.


"Ngapain lagi sih!" dengus Nara.


Karena penasaran, Nara pun menerima panggilan video itu.


Deg.


"Ahhh....Andre...Ahhh, nikmat sekali."


"Arrgg...." suara Andre.


Andre yang dengan gila nya, bersetubuh dengan Reni dalam keadaan berdiri. Mereka sudah tidak memakai apapun lagi.


Brak.


Nara melempar ponselnya ke dinding. Berderai sudah, hp nya mati, panggilan pun terputus.


Reni tersenyum, ia melihat wajah kaget Nara dan betapa kecewanya wanita itu.


"Ahhh terus Andre..."Erang Reni tertawa di dalam hatinya.


"Gila, Nara kau sangat nikmat" erang Andre menyebut nama Nara. Ternyata selama ini dia selalu membayangkan Nara bersama nya.


Reni terdiam, ia menghentikan reaksinya terhadap Andre.


"Kau menganggap ku Nara?" protesnya.


"Sudah diam kau, nikmati saja!" dengus Andre, ia menarik Reni, dan membuat wanita itu membuat nya sampai puas.


...----------------...


Pagi hari nya, Andre terbangun dari tidur lelapnya.


Ketika buka mata, Andre terkejut dengan keberadaan Reni di dalam pelukan nya.


Brak.


"Awss...." ringis Reni menahan sakit di bokongnya yang mendarat mulus ke lantai.


"Kau gila yah! kalau kandungan aku gugur bagaimana? " kata Reni marah.


Andre tidak menghiraukan nya, ia malah sibuk mencari pakaian nya, lalu membawanya ke kamar mandi.


10 menit kemudian, Andre keluar dari kamar mandi.


Tanpa basa basi, Andre pergi begitu saja.


"Andre!! Andre!!!" teriak Reni. Wanita itu masih berbaring di atas ranjang.


"Ahahah.... Meskipun kau pulang ke rumah, wanita itu pasti tidak akan mau menerima mu lagi Andre!" tawa Reni meledak sekeras kerasnya. Ia merasa paling bahagia di muka bumi ini.


"Terimakasih nak, kau sudah hadir. Siapapun bapak mu, aku tidak akan menyia nyiakan mu. Kau akan menjadi keluarga mama nanti"


Terdengar pilu, akhir kalimat Reni terasa menusuk ke ulu hati. Wanita yang memanfaatkan tubuh nya sebagai penompang hidup.


...----------------...


Andre tiba di apartemen nya, ia mencari Nara ke mana mana. Tapi, wanita itu tidak terlihat di mana pun.


Kepala Andre terasa pusing, ia merasa pernah mengalami hal ini.


"Nara!!! Nara!!!!" panggil Andre, tapi tetap saja tidak ada sahutan.


"Kemana dia? kenapa dia suka sekali menghilang!" gerutu Andre.


"Apa dia di rumah papa? kemarin dia bersama Nani. Yah, mungkin saja dia kesana".


Andre segera bergerak cepat menuju ke rumah orang tuanya.


Jalanan terlihat macet, wajar saja sih. Karena sekarang adalah pukul 8 pagi Orang sibuk berangkat ke kantor,sibuk berangkat sekolah.


"Aaahrrr!!!!" erang Andre memukul stir. Ia sedang terburu buru, jalanan malah macet.


"Nara, semoga kamu tidak kemana mana. Aku tidak akan memaafkan diriku jika, aku tidak bertemu dengan mu. Mungkin aku lupa, tapi hati ku tidak melupakan mu Nara!!!"batin Andre.


Setelah lampu merah berubah menjadi hijau, Andre kembali melajukan mobil nya membela jalan raya.


Secepat kilat Andre tiba di rumah nya.


"Nara Nara!!!!" teriak Andre memanggil nama istri nya ketika ia sudah sampai dan masuk ke dalam.


"Tidak sopan sekali kamu!" bentak Bagas pada putra nya yang menyelonong masuk sembari berteriak.


"Pa, di mana Nara? aku ingin bertemu dengan nya"


Plak!!


Andre terdiam, ia tidak tahu mengapa papa nya menampar pipi nya.


"Kau memang anak yang tidak berguna!" maki Bagas.


...----------------...