
Dalam perjalanan pulang Gavin dan Naya masih sibuk dengan pikirannya masing-masing, tak ada yang ingin membuka suara duluan. Hingga akhirnya handphone Naya berdering tanda panggilan masuk, saat melihat nama yang tertera di layar handphonenya Naya langsung mengangkat panggilan itu dengan cepat.
"Hallo, Assalamu'alaikum kek" salam Naya pada Kakek Wira, sudah lama dia tidak berbicara dengan kakeknya ini.
'Wa'alaikumsalam nak, bagaimana mana kabarmu?'
"Kabar Naya baik, kakek bagaimana? sehat kan?!"
'Akhir-akhir ini kakek kurang sehat, sepertinya kakek merindukan kamu Nayara' mendengar ucapan kakeknya barusan membuat Naya langsung mengukir senyumnya, setidaknya ada keluarga yang merindukannya.
"Naya juga rindu sama kakek dan yang lainnya" balas Naya dengan suara pelannya.
'Tak usah memaksa, kakek tau kau tak merindukan yang lain' ujar kakek Wira di seberang telefon di ikuti tawa kecilnya.
"Kakek bisa saja"
'Kakek menelfonmu karna ingin kamu pulang ke jogja jika ada waktu, kakek juga ingin bicara dengan Gavin, suamimu'
"Baik kek, Naya akan bicarakan dengan Gavin dulu. Libur nanti Naya pasti pulang"
'Baiklah kalau begitu, kakek menunggu kalian. Telfonnya kakek tutup, Assamu'alaikum'
"Wa'alaikumsalam kek"
Tiiitt..
Setelah telefonnya berakhir, Naya kembali menaruh handphonenya di saku seragamnya. Dia menoleh ke Gavin yang masih serius menyetir.
"Vin kakek Wira pengen kita pulang ke jogja kalau ada waktu" ucap Naya memberitahu.
Gavin mengangguk paham, "Boleh sih, sekalian liburan kayaknya oke" jawabnya membuat Naya langsung mengangguk semangat.
Baru beberapa detik Naya merasa senang karena akan pulang ke rumah keluarganya, tapi tiba-tiba dia teringat kalau keluarga nya itu tidak pernah senang dengan kehadirannya, wajah Naya yang tadinya tersenyum tiba-tiba berubah menjadi sedih .
Gavin menoleh pada Naya dan langsung menyadari perubahan ekpresi dari gadisnya itu, dia menepuk pucuk kepalanya pelan, "Tenang, nanti kita nginep di hotel aja" ucap Gavin.
Dia tahu kekhawatiran Naya, bagaimana bisa dia melupakan kejadian waktu Naya di campakkan oleh keluarganya sendiri. Sebagai suami yang baik Gavin tidak akan membiarkan Naya tertekan lagi meskipun itu oleh keluarganya sendiri.
°°
Sampai di perepatan lampu merah Naya langsung melongo heran ketika Gavin berbelok ke arah yang berlawanan dengan arah pulang ke apartement.
"Kita kemana? Kok belok kiri?!" tanya Naya keheranan.
"Jalan-jalan dulu yah, sumpek di rumah mulu"
"Kan mending di rumah, belajar" timpal Naya terlihat tidak senang di ajak jalan oleh Gavin.
"Belajarnya nanti malam aja" balas Gavin membuat Naya memilih diam seribi bahasa.
°°
Sekitar sepuluh menit akhirnya mobil Gavin berhenti di depan sebuah gedung, Naya mengernyit heran ketika melihat gedung yang sekarang berada di hadapannya. Dia menoleh pada Gavin meminta jawaban dari maksudnya berhenti di tempat ini.
"Ganti baju dulu sayang, emang mau jalan-jalan pake seragam Sma?!" Naya sontak menunduk memperhatikan penampilannya yang masih memakai seragam sekolah lengkap.
"Ayuk turun!" ajak Gavin, tanpa babibu Naya langsung ikut turun, benar kata Gavin dia tidak mungkin jalan-jalan dengan seragam SMA, jadi maklum saja Gavin membawanya singgah di butik ini.
Gavin merangkul bahu Naya masuk ke butik itu, mereka memasuki butik yang lumayan ramai itu. Saat masuk salah satu penjaga butik itu langsung menyambut kedatangan mereka, hal itu tentu saja membuat Naya keheranan kembali. Sikap panjaga butik itu terlihat antusias menyambut mereka. Bukan! bukan mereka, tapi Gavin.
"Hallo mbak Tris"
"Hallo Vin, udah lama kamu ga kesini. Kamu makin ganteng aja"
"Iyah mbak, soalnya aku udah ga nganterin mama ke butik lagi hehe"
'Kok pake aku-kamu segala, emang seakrab itu yah!?' batin Naya merasa kesal kemudian pura-pura menyibukkan diri dengan melihat-lihat baju yang berjejer di sampingnya.
"Oh iyah, Kenalin mbak ini istri aku, Naya" ujar Gavin memperkenalkan Naya dengan santainya, Naya yang di perkenalkan sebagai istri tentu saja langsung kaget, bagaimana bisa Gavin memperkenalkannya sebagai istri di depan orang asing.
"Tenang aja, ini mbak Tris orang kepercayaan mama untuk jaga butiknya" Jelas Gavin pada Naya, dia menyadari keresahan istrinya itu.
"Hai aku Tris, jadi kamu yah menantu Bu Hanna. Salam kenal yah" sapa Tris dengan melambaikan tangannya.
Naya hanya membalasnya dengan senyum manisnya, entah kenapa dia merasa canggung berada di hadapan gadis yang berpenampilan modis ini. Belum lagi wajahnya yang terbilang sangat cantik, membuat kepercayaan dirinya menciut seketika.
"Kamu kenapa?" tanya Gavin menyadari Naya yang terlihat cemberut dengan pandangan yang terus menunduk.
"Gapapa" balas Naya singkat seraya memasang senyum terpaksanya.
"Ayo bilang, perasaan tadi seneng banget pas masuk kesini. Kenapa tiba-tiba jadi cemberut kayak gini?" tanya Gavin lagi, dia menangkup pipi Naya saking gemasnya melihat wajah cemberut istrinya.
Naya menggeleng tak ingin menjawab, dia tidak ingin memberi tahu Gavin kalau dia cemburu dengan kedekatan Gavin dengan Mbak Tris, belum lagi Mbak Tris terlihat lebih modis dan cantik darinya.
"Kamu cemburu sama mbak Tris ya?!" tanya Gavin menahan senyum nya, dia yakin dugaannya kali ini benar, karena saat dia melontarkan pertanyaan itu Naya langsung mengangkat pandangannya dan menatap Gavin dengan mata lebar nya.
"Kamu cemburu kan?!" kali ini Gavin bertanya dengan nada godaan.
Dan bukannya menjawab Naya langsung membalikan tubuhnya dan menyibukkan diri dengan melihat-melihat baju yang sebelumnya sudah dia lihat. Tak lama Mbak Tris sudah kembali dengan membawa baju yang tentu saja sesuai dengan Naya.
"Makasih yah Mbak Tris" ucap Gavin seraya mengambil alih baju yang dibawa oleh Mbak Tris.
"Apa sih yang nggak buat kamu Vin" balas Mbak Tris membuat Naya yang membelakangi mereka berdecih pelan. Dia tidak habis pikir dengan cara bicara Mbak Tris yang terdengar sangat mencolok di telinganya, padahal jelas-jelas di samping Gavin ada dirinya yang sudah di akui sebagai istri.
"Sayang inii" ujar Gavin seraya memberikan baju itu pada Naya.
Naya yang di panggil 'sayang' di depan Mbak Tris seketika merasa puas, dia mengambil baju dari tangan Gavin dan langsung pergi ke ruang ganti. Tak lupa dia memberi senyuman kemenangan saat bertatapan kembali dengan Mbak Tris. 'Aku di panggil sayang wlee' batinnya.
Setelah memastikan Naya telah masuk ke ruang ganti, seketika tawa Mbak Tris pecah. Entahlah, mungkin ada yang lucu baginya.
"Istri kamu lucu banget Vin, dia kayaknya cemburu sama aku hahaha" ujarnya.
"Mbak Tris juga sih, bikin dia cemburu" balas Gavin terkekeh geli.
"Habisnya dia imut banget, aku gak tahan kalau ga godain dia hehe"
"Hati-hati loh mbak, kadang dia suka sensitif" ucap Gavin membuat Mbak Tris menghentikan tawanya.
"Beneran?! Yaudah deh, aku nitip maaf sama kamu yah hehe. Bilangin akun tadi becanda doang godain kamu, aku mau lanjut liat pelanggan lain dulu. Bye bye" ucap Mbak Tris kemudian beranjak ke salah satu pengunjung toko yang baru datang.
Tak lama Naya sudah keluar dengan baju yang sudah berganti. Seketika sudut bibir Gavin terangkat, dia tersenyum menatap Naya. Seperti biasa, istrinya itu selalu terlihat cantik dan manis.
"Udah kan, ayoo" ajak Gavin tapi Naya tiba-tiba menahan lengan Gavin.
"Tunggu, kamu ga ganti baju?!" tanya Naya dengan tatapan seriusnya.
"Baju aku ada di mobil sayang"
"Oh yaudah" finish Naya kemudian mengikuti langkah Gavin yang beranjak keluar dari butik.
saat berjalan ke parkiran mobil, tiba-tiba Naya melontarkan satu pertanyaan yang membuat Gavin menahan tawanya.
"Mbak Tris itu siapa sih? kok akrab banget sama kamu?!"
"Kan tadi udah aku bilang, dia orang kepercayaan mama. Kenapa? kamu beneran cemburu sama dia?!"
"Nggak" balas Naya cepat, terlihat jelas di wajahnya kalau isi hatinya berbeda dengan yang dia katakan.
"Nggak usah cemburu, nggak baik buat kesehatan hati"
"Aku bilang aku gak cemburu!" sanggah Naya.
"Tapi wajah kamu bilangnya cemburu tuh"
"Nggak!"
"Cemburu kan? ngaku aja"
"Nggak Gavin!!"
Dan berlanjutlah pertengkarang mereka sampai di dalam mobil, Gavin yang yakin Naya cemburu, dan Naya yang terus membantah kalau dirinya sama sekali tidak cemburu.
•••
to be continue...
jangan lupa kasih like dan komen yah, tambahin ke favorite juga hehe.
makasih :) ♡♡♡