Nayara

Nayara
•S2•(2)•



Masih sibuk dengan barang-barang bawaannya, Naya mulai mengatur langkahnya berjalan ke arah taksi yang sudah daritadi menunggunya.


Supir taksi yang melihat Naya agak kesusahan dengan barang bawaannya segera berlari menghampirinya, dan langsung membantu Naya mengangkat kopernya.


"Makasih Pak" ujar Naya seraya tersenyum sopan.


"Iyah Mbak" supir taksi itu tentu saja membalas senyuman Naya.


"Masuk aja Mbak" ujar supir taksi lagi menyuruh Naya agar masuk ke mobil. Naya mengangguk paham dan langsung masuk ke kursi penumpang.


"Akhirnyaa.." gumamnya ketika matanya mulai menangkap pemandangan khas Indonesia.


Yah, Naya baru saja sampai di Indonesia. Kepulangannya dari singapura tentu saja ia rahasiakan dari siapapun termasuk Riana sahabatnya. Yang Riana tahu, Naya akan pulang minggu depan. Tapi nyatanya ia pulang minggu ini. Tentu saja Naya melakukan itu untuk memberi kejutan pada Riana.


°°


Tiba saat Naya sampai di apartement nya, dengan langkah pasti ia melangkah masuk ke gedung yang menjulang tinggi itu dan langsung menuju ke pintu lift.


Saat keluar dari pintu lift, satu koper besar yang ia bawa cukup tak sengaja malah terlepas dari genggamannya. Naya berlari mengejar kopernya sendiri, hingga tiba-tiba ada seseorang yang menangkap kopernya.


Mata mereka bertemu, tapi dengan cepat Naya menunduk. Ia melangkah mendekat ke orang yang menyelamatkan kopernya barusan.


Dia pria yang tinggi dan sangat rapi, jarang sekali melihat laki-laki seperti ini kalau bukan berada di sebuah perusahaan atau sejenisnya.


"Terimakasih sudah menyelamatkan koper saya" ucap Naya masih menunduk.


Tanpa membalas pria itu mendorong koper Naya ke empunya. Ragu-ragu Naya meraih kopernya, meskipun pria itu tak membalas ucapan terima kasih nya tapi Naya bisa merasakan kalau pria itu tersenyum menatapnya.


"Kamu tinggal di 203 yah?" tanya pria itu, sepertinya ia tak sengaja melihat kartu apartement yang di pegang Naya.


Dengan cepat Naya melihat nomor kartu apartementnya. Benar, 203 adalah nomor apartementnya.


"I-iyah" pria itu mengangguk santai, ia langsung berbalik dan melangkah menjauh dari Naya.


Ia berhenti tepat di depan pintu nomor 204, sebelum masuk ia kembali menoleh ke Naya.


"Saya di apart 204, nama saya Zidan.."


"Salam kenal" ujar pria itu lagi, dan tanpa menunggu jawaban Naya, ia langsung masuk ke apartementnya.


Sekarang giliran Naya yang masuk ke apartemenya. Masih kelelahan, ia memilih rebahan dulu di kursi sofa. Tangan kecilnya mulai sibuk merogoh saku gamisnya, tentu saja untuk mengecek ponselnya yang beberapa saat yang lalu sudah berbunyi beberapa kali.


Kedua sudut bibirnya terangkat  ketika melihat pesan-pesan yang tertulis di layar ponselnya. Semua pesan itu adalah pesan dari Riana.


Riana🌻 :


Assalamu'alaikum


Minggu depan jadi balik kan?!


Mau aku masakin sesuatu? Di jamin enak kok.


Naya..


Lagi belajar yah?!


Kalau udah ga sibuk balas yah


Ehh nggak, telfon aja yah hehe. Soalnya suntuk banget di rumah..


"Riana Riana masih ga berubah aja kamu" guman Naya seraya tersenyum.


Pesan dari Riana sengaja ia abaikan, karena Naya ingin memberikan kejutan untuk sahabatnya itu. Naya mulai mengotak-ngatik ponselnya untuk memesan taksi online, ia ingin segera menemui Riana secara langsung di rumahnya.


Setelah memastikan taksi yang ia pesan akan datang, Naya berdiri dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya kecilnya. Tak sengaja, tangannya menyentuh buku kecil yang selalu ia bawa kemana-mana.


Naya meraih buku itu dan membuka lembaran yang masih kosong, ia bingung harus menulis apa kali ini. Biasanya ia akan menulis harapan-harapan di hari ini atau esok hari.


Naya mulai melangkah mendekat ke jendela besar yang memang ada di apartemennya, matanya bisa menangkap suasana kota Jakarta yang sudah lama ia rindukan.


Senyumnya terukir dan tanpa sadar tangannya mulai bergerak menulis sesuatu di buku kecilnya.


'Mari bertemu lagi'


•••


Seperti biasa jangan lupa like dan komen yah, Maaciww💕