Nayara

Nayara
•44•



Not a Badboy udah ganti judul jadi :


NAYARA


Keesokan harinya Gavin dan Naya benar-benar kembali ke Jakarta. Tak ada lagi pembahasan mengenai pembicaraan Gavin dan Kakek Wira kemarin. Ia terlalu menutup rapat semuanya dari Naya.


"Vin aku bosen, kita boleh jalan gak sih?" sahut Naya yang berbaring di lengan Gavin. Daritadi pagi mereka hanya bermalas-malasan di atas kasur.


"Mau kemana sayang?" balas Gavin balik bertanya. Kali ini ia mengalihkan atensinya dari layar handphonenya dan menatap manik Naya.


"Mm..."


"Jangan bilang tokoh buku lagi" sela Gavin sebelum Naya mendapat jawabannya.


"Nggak kok, kita kan lagi libur" Gavin tersenyum, selamat lah dia dari tempat membosankan itu.


"Aku pengennya jalan kaki aja" ucap Naya memutuskan.


"Ke taman mau?"


"Mauuu!!" seru Naya antusias.


"Yaudah ayo"


"Bentar, aku siap-siap dulu"


Gavin mengangguk dan Naya pun beranjak dari kasur, dia ingin mengganti baju dan jilbabnya dulu.


°°


Dan ternyata taman yang di maksud Gavin adalah taman yang letaknya tak jauh dari apartement mereka. Naya benar-benar senang di ajak Gavin kesini, bahkan senyumannya tak luntur sedikit pun dari pertama mereka datang ke tempat ini.


"Kamu haus nggak?" tanya Gavin.


"Nggak"


"Laper?"


"Nggak juga"


"Capek?"


"Kita kan baru nyampe Gavin"


"Oh yaudah, siniin tangannya" titah Gavin agar Naya menggenggam tangannya.


Naya tersenyum dan menautkan jari-jarinya kecilnya dengan jari Gavin. Cukup lama mereka jalan-jalan berkeliling taman, dan akhirnya Naya mulai merasa capek dan ingin istirahat.


Mereka berdua menepi ke salah satu bangku yang ada di taman, Gavin mengusap lembut pelipis Naya yang sedikit berkeringat.


"Kamu tunggu sini, aku beliin minum" ujar Gavin dan Naya langsung mengangguk.


Naya menatap punggung Gavin yang perlahan menjauh darinya, senyum nya terukir sempurna. Ia berharap dirinya dan Gavin bisa terus seperti ini. Selalu bersama dan saling membahagiakan satu sama lain.


Atensi Naya terganggu ketika ada seorang pria paruh baya tiba-tiba duduk di sampingnya. Ia menggeser posisi duduk nya agar menjauh dari pria itu.


Naya mulai merasa risih ketika pria itu menyalakan rokok, dia menyesap rokoknya dan langsung menghembus kan kepulan asap dari hidung dan mulutnya. Ingin rasanya Naya beranjak dari duduknya, tapi Gavin masih belum datang.


Tatapan Naya terus tertuju ke arah Gavin pergi, sesekali ia mengibas-ngibaskan tangannya karena terganggu dengan kepulan asap rokok yang di keluarkan pria tua di sampingnya.


Beberapa saat kemudian Gavin kembali dengan sebotol mineral di tangannya. Dia langsung meminta Naya untuk meminumnya.


Pria tadi kembali menghembuskan asap rokoknya, membuat Gavin langsung menoleh. Ia menatap pria itu dengan kesal.


"Pak rokoknya matiin dong, saya aja ga pernah biarin istri saya kena asep! Ini bapak malah ngerokok di samping istri saya. Ini taman Pak, banyak anak kecil juga, bisa-bisa bapak ngerokok santai disini!" ujar Gavin membuat pria tadi langsung berdiri dari duduknya. Gelagat pria itu terlihat ingin memarahi Gavin, tapi dengan cepat Naya menengahi.


"Maaf Pak, biar kita aja yang pergi" ujar Naya lalu menarik Gavin menjauh.


Gavin tak bisa menyembunyikan kemarahan, ia melepas tautan Naya dari lengannya.


"Kenapa masih duduk disitu kalau udah tau ada orang ngerokok!" ujar Gavin masih marah.


"Aku nunggu kamu" Naya kembali menggenggam tangan Gavin agar  emosinya mereda.


"Kamu percuma juara satu di sekolah, kalau soal gini aja ga tau! Kan bisa pindah ke bangku lain, atau nunggu di tempat lain!" Gavin masih marah.


"Ucapan kamu itu kasar banget tau nggak!" protes Naya setelah memukul lengan Gavin, dia bahkan tak kalah galak dari Gavin.


"Emang!"


"Yaudah aku pulang sendiri!" Naya langsung berbalik dan melangkah menjauh dari Gavin.


Srett..


"Sekali lagi kamu buat aku khawatir, kamu bakal dapet hukuman!" ujar Gavin yang baru saja menarik Naya masuk ke pelukannya.


"Hukuman apa?" Naya mendongak menatap Gavin dengan polos.


"A--"


"Mah kok mereka pelukan di taman?!" tiba-tiba ada kecil yang berceletuk ketika lewat di samping Naya dan Gavin.


Bukannya menjawab, Ibu anak kecil itu hanya menutup mata anaknya dan membawanya pergi.


"Dasar anak jaman sekarang, ga bisa melakukan di tempat tertutup apa yah!!" gumam Ibu anak kecil itu.


Naya, mendengar jelas ucapan Ibu yang lewat barusan, dia mendorong Gavin menjauh dari tubuhnya. Sedangkan Gavin langsung berdecak kesal. Batal sudah romantisnya...


°°


Tiba saat Gavin Naya pulang di apartement. Naya mengerutkan alisnya karena melihat Gavin terus menatap ke layar handphonenya.


"Kamu lagi chat sama siapa sih? Tanya Naya ikut duduk di sofa dengan Gavin. Ia langsung bisa melihat isi chat Gavin di layar handphonenya.


"Party?" tanya Naya.


Gavin mengangguk seraya menatap Naya, "Di rumah Bima, mau ikut?" balas Gavin tersenyum.


"Aku ga pernah ikut gituan, acaranya rame nggak?"


"Mm..."


"Rame, soalnya yang di ajak seangkatan. Bima emang selalu buat acara kayak gini kalau lagi libur"


Naya mengangguk paham, kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Gavin. "Kenapa? Kamu ga mau ikutan?" tanya Gavin.


"Aku ga terlalu suka rame dan berisik Vin" jawab Naya sudah bisa membayangkan apa saja yang akan, terjadi di acara remaja seperti itu.


"Terus?"


"Tapi aku mau pergi, setidaknya aku harus rasain acara kayak gitu sekali dalam hidup aku. Kamu taukan Kakek Wira ga pernah ngasih izin ke aku datang ke acara seperti itu" ucap Naya panjang lebar.


Gavin menghelas nafasnya lalu, mengusap lembut kepala Naya.


"Tenang aja, disana aman kok. Kan ada aku yang jagain!"


"Itu mah jelas, kamu harus jagain aku! Nanti aku di ambil orang, aku juga yang repot nenangin kamu yang nangis bombay" balas Naya tersenyum geli.


"Idih, sejak kapan kamu narsis gini!"


"Ga tau, kan ketularan kamu!!" balas Naya seraya mempoutkan bibirnya.


Gemas, Gavin langsung mencubit kedua pipi Naya, dan memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi merahnya.


"Kenapa lucu banget hah? Ga bisa apa kurangin dikit" protes Gavin masih mencubit kedua pipi Naya.


"Ga bisa! Kan udah lucu dari lahir!"


"Jangan narsis! Ga cocok sayaaang!!" ujar Gavin lagi, membuat Naya langsung melepas tawanya.


•••


Maaf yah up nya lama, aku ga tau cerita ini masih punya feel atau nggak. Aku nulisnya alakadarnya aja, semoga masih ada yang suka.


Like Like Like ♡


Note : Nayara season satu sebentar lagi akan tamat :)