Nathan & Nathali

Nathan & Nathali
*NN 40



"Maaf, kak Nata. Aku ... gak maksud buat buntutin kamu kok. Hanya .... " Salsa lagi-lagi menggantungkan kalimat yang ingin ia ucap. Hal tersebut membuat Nata merasa tidak ingin bersabar terus menerus.


"Hanya apa? Katakan saja yang sejujurnya? Kamu sudah bikin aku di marahi Nathan tadi. Sekarang, kamu mau buat ulah apa lagi?"


Pertanyaan itu langsung membuat Salsa memperlihatkan wajah bersalahnya. Memang, niat Salsa ngikuti Nata untuk menyampaikan maaf atas ulahnya yang sudah membuat Nata dan Nathan berantem tadi.


"Itu ... kak Nata. Aku minta maaf atas apa yang sudah terjadi. Aku benar-benar menyesal karena telah menyebabkan kalian bertengkar. Aku sungguh gak ada niat kok."


Nata tidak menjawab. Ia hanya menatap lekat ke arah Salsa yang ada di sebelahnya. Sementara Salsa yang mendapat tatapan itu langsung merasa tidak nyaman. Dia pun berniat untuk menjelaskan lagi apa yang sedang terjadi.


"Kak Nata, aku nggak ada maksud apa-apa kok. Aku juga nggak sengaja menjatuhkan vas itu. Tapi, kak Nathan malah salah sangka. Dia malah jadi marah-marah sama kamu karena kamu negur aku tadi."


"Mm ... sebenarnya, aku merasa ada niat lain dari kak Nathan. Dia marah ke kamu saat kamu negur aku itu bukan karena dia peduli padaku. Tapi, karena dia ingin mengambil kesempatan aja, Kak. Aku yakin itu."


Nata pura-pura tidak mengerti. Dia lalu menyipitkan sedikit matanya dengan tatapan lekat yang masih sama.


"Mengambil kesempatan? Kesempatan apa?"


"Ya ambil kesempatan buat marahin kamu. Lagian, kenapa sih kamu masih tetap bertahan dengan pria yang galak seperti dia. Jika aku jadi kamu, kak. Maka aku tidak akan pernah ingin bertemu dengan dia lagi. Karena saat ini, posisinya sudah terbalik. Dia yang salah, bukan kamu lagi."


Sontak, Nata merasa apa yang Salsa katakan itu sangat-sangat benar. Tapi saat ingat siapa Salsa, Nata jadi merasa kalau si Salsa punya niatan lain dari kata-kata yang dia katakan dengan nada yang sangat tulus seperti barusan.


"Kamu yakin bicara seperti itu padaku, Salsa? Mm ... apakah kamu tidak salah bicara barusan?"


"Maksud, kak Nata apa?" tanya Salsa dengan wajah yang sangat bingung.


"Ya ... gini lho, Sal. Aku tahu siapa kamu, kamu adalah perempuan yang mama Nathan carikan untuk ia jodohkan dengan Nathan, bukan? Lalu, setelah malam itu, kamu jadi sering datang ke vila Nathan. Apa itu maksudnya? Apa kata-kata kamu barusan itu sengaja kamu ucapkan supaya aku mundur secepatnya?"


Sementara Salsa tertawa, Nata malah menatap dengan tatapan kesal. Entah karena apa, yang jelas, tawa itu membuat hatinya semakin kesal saja pada gadis manja yang ada di dekatnya saat ini.


"Kenapa kamu tertawa? Aku sedang bicara hal serius, Salsa. Bukan bercanda."


"Ya ... aku tahu kamu bicara hal serius, kak Nata. Aku tertawa itu karena ... khkhkh ... ya Tuhan. Aku sama sekali tidak berniat untuk bersaing dengan kamu untuk mendapatkan kak Nathan. Ih, ya kali aku tertarik dengan pria gunung api kek dia. Gak ada manis-manisnya."


Penuturan itu membuat Nata membulatkan mata. Menatap Salsa dengan wajah serius, dan berusaha mencari kebenaran atau kebohongan dari kata-kata yang Salsa ucapkan barusan.


"Lalu ... lalu kenapa kamu jadi sering datang ke vila Nathan akhir-akhir ini? Apa yang ingin kamu cari di sana?"


"Aku datang karena seseorang yang sudah lama aku kagumi."


"Apa!? Siapa?" Nata semakin merasa penasaran saja.


"Kak Niko."


Seketika, mata Nata membulat karena nama itu. "Niko?"


"Yah, kak Niko. Aku suka kak Niko sejak lama. Aku sangat tertarik dengan kak Niko sejak pertama kali bertemu. Tapi saat itu, aku tidak berani mendekat, mm ... bahkan sekarang juga sama sih. Masih tidak berani mendekati kak Niko secara terang-terangan. Tapi, karena kak Nathan sudah ada istrinya, maka dari itu aku jadi sering datang ke vila. Berharap kalau aku bisa mendekati kak Niko dengan alasan kak Nathan. Karena mama papa, pasti tidak akan curiga lagi padaku. Sedangkan aku, tetap aman karena kak Nathan sudah ada istrinya."


Penjelasan panjang lebar itu membuat Nata terdiam beberapa saat. Entah kenapa, ada rasa lega dalam hati Nata saat tahu kalau Salsa itu tertariknya pada Niki bukan Nathan. Tapi, rasa lega itu mendadak lenyap saat ingat, Niko dan Nila mungkin ada hubungan yang lebih spesial. Selain hubungan rekan kerja.


"Mm ... kamu tertarik sama Niko? Tapi ... apa kamu tahu, Sa. Niko ... Niko sudah punya pacar."