Nathan & Nathali

Nathan & Nathali
*NN 37



Namun, belum sempat Niko berucap menjawab apa yang Salsa katakan. Tiba-tiba saja Nata muncul. Hal tersebut langsung mengalihkan perhatian Niko dan Salsa dengan cepat.


"Di mana Nathan, Niko? Makan malam sudah siap," kata Nata tanpa menghiraukan Salsa yang ada di depan Niko saat ini.


Bukan niat Nata untuk tidak menghiraukan. Hanya saja, dia yang datang dari belakang tidak begitu memperhatikan orang yang duduk di hadapannya. Karena terhalang sofa yang sedikit menyamarkan pandangan Nata saat baru datang dari dapur.


"Nathan .... "


"Dia .... " Salsa yang reflek bangun langsung berucap satu kata tanpa bisa melanjutkan kata-kata lain karena dia agak kaget dengan perempuan yang ada di dekatnya saat ini.


Sama halnya dengan Salsa, Nata juga merasa agak terkejut. Vila ini tiba-tiba ada perempuan yang datang. Hatinya mulai merasa tidak enak. Dengan banyak pertanyaan tentang siapa perempuan yang ada di depannya, mata Nata terfokus pada Salsa.


"Kamu ini ... kamu ini ... aku ... seperti pernah melihatnya. Tapi ... kenapa pakai kamu ... aduh, aku yang salah, atau memang ada yang salah di sini." Salsa langsung mengutarakan kebingungan hatinya sekarang juga.


"Itu .... " Niko baru ingin menjelaskan. Tapi Nathan dengan mamanya sudah turun dari lantai atas. Seketika, perhatian mereka semua langsung teralihkan dengan kedatangan Nathan bersama sang mama.


"Kamu, kenapa bisa ada di sini? Apa pekerjaan mu sudah siap?" Nathan bicara dengan nada tinggi juga tatapan tajam yang tidak bersahabat pada Nata.


Seketika itu pula, mata Easy langsung menatap tak percaya ke arah Nata. Sungguh, dia yang belum tahu apa-apa dengan apa yang telah terjadi di vila anaknya ini, tentu saja merasa terkejut.


Nata yang merasa keadaan tidak menguntungkan segera menjawab dengan cepat. Karena setelah menjawab, maka dia harus segera meninggalkan ruang tamu dengan cepat agar tidak semakin sakit hati lagi.


"Maaf, aku datang hanya ingin mengatakan kalau makan malam telah siap. Aku datang untuk memanggil kamu buat makan malam."


"Apa!? Kamu? Lancang sekali kamu panggil aku dengan sebutan kamu. Aku ini majikan di sini. Panggil aku dengan sebutan, tuan muda."


"Maafkan aku, Tuan muda. Aku lupa."


Nathan tersenyum dengan senyuman yang sangat merendahkan Nata. Lalu, dia langsung meminta Nata menyiapkan minuman dan melayani tamunya dengan baik.


Nata tetap melakukan pekerjaan meski hatinya sangat kesal. Sebisa mungkin, dia terap bersabar dengan sikap Nathan yang sudah sangat-sangat melampaui batas ini.


"Jelaskan pada mama sekarang juga, Nathan! Apa yang sudah terjadi di vila ini? Kenapa dia bisa tinggal di sini bersama kamu? Lalu, kenapa kamu malah memperlakukan dia sebagai pelayan?"


Nathan tersenyum penuh kemenangan. Diapun mengatakan kalau ini adalah permintaan Nata sendiri. Dia hanya melakukan apa yang Nata inginkan. Maka dari itu, semua ini bukan salah dia. Seperti itulah penjelasan Nathan pada mamanya. Hal yang langsung membuat Niko menunduk karena kesal.


"Ya Tuhan, jangan sampai opa dan papa kamu tahu, apa lagi keluarga Nata tahu apa yang sudah kamu lakukan pada anak mereka. Bisa bahaya kamu. Opa kamu bisa mengamuk, Nathan."


"Kan aku nggak salah, Ma. Yang minta diperlakukan seperti itu dia sendiri. Bukan aku."


"Tapi itu sungguh keterlaluan, Kak Nathan. Nggak baik lho. Awas lho, kak. Nanti kamu bisa menyesal," ucap Salsa langsung menyampaikan apa yang ada dalam hatinya secara terang-terangan.


Tentu saja Nathan langsung menatap tajam ke arah Salsa. Sementara Niko merasa senang akan ucapan Salsa barusan. Dan mama Nathan, dia merasa tidak enak hati karena ucapan Salsa barusan itu. Dia kesal akan kebodohan yang Salsa lakukan.


'Ya Tuhan, gadis ini benar-benar polos ternyata. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu pada Nathan. Gimana bisa Nathan suka dia kalo ucapannya aja menyinggung hati Nathan. Aduh, Salsa-Salsa. Kenapa kamu harus peduli dengan orang lain sih? Apalagi itu perempuan yang akan menjadikan kamu saingan untuk menempati hati Nathan. Ah! Bikin kesal aja.' Mama Nathan bicara dalam hati sambil ikut menatap tajam Salsa.


Salsa yang dapat tatapan langsung merasa serba salah kembali. Dia dengan ragu menatap Nathan juga mama Nathan secara bergantian.


"Maaf tante, kak Nathan. Apa aku salah bicara barusan? Jika iya, maafkan aku. Aku hanya bicara apa yang ada dalam pikiranku saja."