Nathan & Nathali

Nathan & Nathali
*NN 36



"Kau cocok dengan pakaian itu, Perempuan." Pujian yang penuh dengan ejekan itu Nathan berikan setelah tugas ia berikan pada Nata.


"Tapi ingat! Jangan pernah membuat aku kesal dengan hasil dari pekerjaan yang kamu buat. Kau harus membuat aku senang jika ingin dapat maaf dari aku juga opa ku."


"Kita lihat saja nanti," kata Nata dengan nada mantap.


Setelah kepergian Nata, Niko yang merasa tidak senang langsung angkat bicara. Dia kesal dengan sikap Nathan yang sungguh sangat keterlaluan sekarang.


"Than. Kamu sudah sangat keterlaluan. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena itu tidak akan ada artinya lagi."


"Jangan banyak bicara, Niko. Aku tahu kamu merasa bersalah padanya karena kamu suka dengan sahabatnya. Iya, kan? Jika kamu tidak ingin melihat dia menderita, kenapa kamu bawa dia ke sini tadinya."


"Bukan aku yang bawa. Tapi dia sendiri yang ingin datang. Niatnya baik padamu, Than. Dia ingin memperbaiki apa yang sudah rusak. Tapi kamu malah mempersulit dirinya. Aku takut kamu akan menyesali apa yang sudah kamu lakukan ini."


"Aku tidak akan menyesal. Kamu lihat saja nanti," ucap Nathan sambil beranjak dari duduknya. Lalu, dia segera meninggalkan ruang tamu vila tersebut. Meninggalkan Niko sendirian di sana tanpa menunggu Niko menjawab apa yang Ia katakan terlebih dahulu.


Beberapa saat kemudian, sebelum waktu makan malam tiba, vila itu kedatangan keluarga Nathan. Tidak semua keluarga, hanya mama Nathan yang datang bersama seorang perempuan saja.


Easy datang bersama Salsa. Perempuan yang ia niatkan untuk ia jodoh dengan Nathan sebelumnya. Dan mulai malam ini, Easy akan melancarkan niatnya untuk mendekatkan Salsa dengan Nathan.


Ketika Easy datang, Niko masih ada di ruang tamu. Dia masih belum beranjak dari duduknya karena rasa hatinya yang gundah membuat dia merasa bingung sekarang. Tidak tahu harus berbuat apa.


Niko segers bangun untuk menyambut mama dari temannya dengan cepat setelah melihat Easy datang. "Tante." Niko berucap dengan nada agak kaget.


"Di mana Nathan, Niko?"


"Ada di atas, Tante. Baru aja naik beberapa menit yang lalu." Niko berucap dengan nada serius. Tidak ia hiraukan keberadaan Salsa yang kini ada di samping Easy saat ini.


"Oh."


"Mm ... tante mau saya panggilkan Nathan untuk turun sekarang?"


Saat itulah, Niko baru melirik ke arah Salsa yang sedari tadi hanya diam di samping Easy. Sementara Salsa yang dapat lirikan dari Niko, langsung mengulas senyum manis di bibirnya.


"Tante naik ke atas dulu ya, Sa. Kamu ngobrol bentar sama Niko."


"Iy-- iya, tante." Salsa berucap agak gelagapan karena awalnya, dia sibuk dengan Niko.


Ketika mama Nathan tidak terlihat lagi, Salsa yang kini sudah duduk di depan Niko kembali mengulas senyum. Lalu, dia memulai pembicaraan karena sejak tadi, Niko hanya diam saja. Tidak berniat mengajaknya bicara satu patah katapun.


"Kak Niko, apa kabar?"


"Seperti yang kamu lihat saat ini, aku baik-baik saja."


"Oh, syukur deh kalo gitu. Oh iya, mm ... gimana kabar keluarga kak Niko sekarang? Apa mereka juga baik-baik saja, Kak?"


Pertanyaan itu langsung membuat Niko menatap tajam ke arah Salsa. Entah kenapa, gadis itu malah memberikan pertanyaan yang


bagi Niko sama sekali tidak perlu.


Sementara Salsa yang mendapatkan tatapan tajam, langsung merasa serba salah. Dengan wajah yang penuh dengan kebingungan, dia membalas tatapan Niko.


"Mm ... apa pertanyaan Salsa ada yang salah, kak Niko? Kalo iya, Salsa minta maaf. Salsa .... "


"Oh, nggak. Gak ada yang salah. Hanya saja, aku merasa sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan yang kamu lontarkan. Kita tidak terlalu dekat soalnya. Kan masih ada pertanyaan lain yang bisa kamu tanyakan padaku."


"Salsa ... Salsa tidak tahu harus bicara apa soalnya. Maka dari itu, apa yang Salsa ingat saja. Apa yang lewat dalam benak Salsa, maka akan Salsa utarakan. Maaf jika Salsa udah bikin kak Niko merasa gak nyaman. Salsa gak berniat kok."


Niko terdiam. Sejujurnya, benak Niko sangat membenarkan apa yang baru saja Salsa katakan. Gadis itu tidak salah. Lagian, bertanya soal keluarga juga tidak ada yang salah. Hanya Niko saja yang merasa tidak nyaman. Entah karena dia tahu siapa Salsa barangkali, hal itu yang membuat Niko agak terlalu tidak bersahabat dengan gadis manis itu.


Namun, belum sempat Niko berucap menjawab apa yang Salsa katakan. Tiba-tiba saja Nata muncul. Hal tersebut langsung mengalihkan perhatian Niko dan Salsa dengan cepat.