Nathan & Nathali

Nathan & Nathali
*NN 16



Perempuan itu tak lain adalah Sely. Dia yang kini sedang memapah Nathan yang sudah mabuk berat, ingin segera membawa Nathan meninggalkan keramaian tersebut. Karena itu, setelah berucap kata-kata dengan nada lantang, Sely langsung ingin meninggalkan Niko dengan cepat.


Namun, tentu saja Niko tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dengan cepat, tangan Nathan dia tahan. Dan, secepat mungkin, tubuh Nathan kini berpindah ke dirinya.


Sely pun tidak terima dengan apa yang Niko lakukan. Perebutan Nathan pun terjadi dengan sengitnya.


"Lo gila ya? Ngapain tiba-tiba merebut pelanggan gue, hah!" Sely berucap dengan nada tinggi.


Hal tersebut langsung membuat Niko mengukir senyum yang penuh dengan ejekan. "Kamu bilang apa barusan? Pelanggan? Enak saja, mana mungkin teman saya tertarik untuk membeli anda, Nona malam. Karena perempuan saya ini tidak kekurangan wanita selama ini. Jadi, harap sadar diri."


Kata-kata itu sungguh sangat membuat Sely naik darah. Luar biasa sangat pedas dan sangat menyakitkan kata-kata yang Niko ucapkan barusan. Tapi, Sely tidak akan tinggal diam. Dia tidak akan mau kalah dari Niko.


"Sialan! Apa yang lo katakan, hah! Lo ngerendahin gue?"


"Aku tidak berniat untuk merendahkan kamu. Tapi, aku hanya bicara kenyataan saja. Temanku tidak akan tertarik dengan wanita liar seperti ini. Karena di rumah, dia juga sudah punya istri cantik. Dan, selama ini, aku rasa dia tidak pernah terbesit untuk menduakan istrinya. Itu terbukti dari dia yang menolak begitu banyak gadis yang ingin naik ke atas ranjangnya. Dan, tentunya mereka tidak mengharapkan imbalan. Hanya ingin menyerahkan diri secara cuma-cuma saja. Jadi, anda jangan berbohong pada saya, nona malam. Anda tidak pernah punya pelan seperti dia. Jadi, jangan berkhayal."


Sakit sekali rasanya hati Sely. Sampai, dia tidak bisa menjawab apa yang Niko katakan lagi. Sementara itu, Niko tidak ingin membuang waktu, dia pun langsung melarikan Nathan sesegera mungkin dari tempat yang menurut Niko sangat tidak baik itu.


Memang terkesan cukup jahat dia barusan karena bicara seenaknya pada sesama manusia. Meski status berbeda, tapi wanita itu tetaplah manusia. Sebenarnya, Niko sadar kalau dia tidak seharusnya bicara sangat buruk seperti barusan. Tapi, dari banyak cerita yang ia tonton, maka pengalaman pun semakin banyak.


Nona malam itu pasti sangat berambisi untuk mendapatkan Nathan. Jadi, dia pasti akan melakukan segala cara agar bisa membawa Nathan pergi bersamanya. Untuk itu, Niko terpaksa melakukan hal tersebut. Melukai hati si nona malam dengan sangat besar, sehingga dia punya waktu untuk kabur.


Benar apa yang Niko pikirkan. Saat dia sudah berhasil memasukkan Nathan ke dalam mobil, ada beberapa pria dengan tubuh besar berlari ke arahnya. Sambil berteriak, beberapa pria itu seperti tidak ingin melepasnya kepergiannya.


"Itu dia, Bang! Tangkap dia karena telah mengambil pelanggan saya secara tiba-tiba. Mana pelanggannya belum bayar lagi. Kan, kita jadi rugi, Bang."


Ternyata benar apa yang pernah Niko lihat di cerita-cerita yang dia tonton. Ini sama persis. Si Nona malam tidak ingin melepaskan mangsa empuk yang ada di depan mata begitu saja.


Karena itu, Niko pun langsung ambil langkah seribu buat meninggalkan klab tersebut. Dia jalankan mobil dengan kecepatan tinggi agar segera terhindar dari beberapa pria berbadan besar itu segera.


Untung saja, Niko cukup ahli dalam melarikan diri. Sehingga dia bisa membawa pulang Nathan dengan selamat tanpa ada cacat sedikitpun.


"Uh, ini semua salah kamu, Than. Kenapa juga coba kamu cari masalah dengan datang ke klab itu, hm? Andai aku datang tidak tepat waktu, maka kamu akan menyesal seumur hidup. Tahu gak?"


Niko bicara dengan Nathan yang tentunya tidak ingat dengan dunia sekeliling. Jangankan ingat dengan dunia sekeliling, ingat dengan dirinya aja dia tidak sekarang.


"Kek nya, klab itu harus ditutup segera deh. Terlalu banyak bikin masalah. Mana si nona malam yang sangat liar itu ada di sana lagi. Bisa bahaya jika tiba-tiba Nathan datang lagi ke sana. Si nona malam pasti gak akan putus asa karena kegagalannya malam ini."


"Tidak-tidak- tidak. Aku harus bicara dengan tuan besar sial klab itu. Aku yakin, tuan besar pasti akan setuju."


"Tapi, aku kok merasa ada yang aneh ya dengan Nathan malam ini. Dia itu ... kalo dipikir-pikir, udah gak asing lagi dengan yang namanya minuman. Tapi, kok malam ini bisa mabuk berat dengan durasi waktu yang cukup singkat. Apa ... karena terlalu berat masalahnya? Atau, ada hal lain yang menjadi pemicu dia mabuk berat sampai tidak sadarkan diri seperti sekarang?"


"Namun, kalau soal masalah berat yang Nathan alami, aku yakin bukan itu masalahnya. Karena waktu itu, di rumahnya, Nathan juga minum banyak. Karena masalah hati yang dia alami."