
Nathan melirik perempuan tersebut. Tidak ada sedikitpun rasa ketertarikan yang muncul dari dalam hatinya saat melihat si perempuan. Tapi malahan, saat ini dia merasa jijik dengan kehadiran perempuan malam yang sangat norak ini.
"Kaka mau lagi? Jika iya, Sely bisa tuangkan lagi buat kaka ganteng. Oh, tidak hanya itu, Sely juga bisa menghibur kaka ganteng malam ini. Agar kaka ganteng merasa bahagia."
"Aku akan lebih suka jika kamu tidak ada di sampingku. Karena aku sangat tidak tertarik dengan perempuan malam ini," kata Nathan bicara jujur.
Wajah Sely langsung memerah akibat ucapan Nathan barusan. Sepertinya, dia sangat kesal. Tapi, itu tidak lama. Karena beberapa saat kemudian, Sely tetap menjadi dirinya yang genit dan manja. Kata-kata itu tidak ia anggap sama sekali.
Sebaliknya, Sely malah semakin agresif ketika melihat Nathan yang sudah semakin mabuk akibat minuman yang ia minum. Sely yang tertarik dengan wajah tampan Nathan sebisa mungkin untuk mendapatkan Nathan malam ini.
'Malam ini, aku harus bisa tidur dengan pria ini. Bagaimanapun caranya, dia harus jadi milikku. Kalau bisa, malam ini aku harus bisa mendapatkan benih dari pria ini. Supaya aku bisa mengikat dia dengan benih yang dia punya. Uh, sayang sekali jika aku melepaskan manusia sebagus ini. Karena dia adalah pria sempurna. Selain tampan, aku yakin kalau dia adalah pria yang terlahir dari keluarga sangat kaya. Lihat saja dandanan juga minuman yang dia pesan. Uh, ini adalah minuman yang paling malah di sini.' Sely berkata dalam hati dengan tatapan lekat ke arah Nathan.
Sementara itu, di luar klab malam, Niko baru saja tiba. Dengan penuh rasa kesal, dia turun dari mobil setelah memastikan dari kejauhan, kalau mobil yang Nathan bawa ada di klab tersebut.
"Agh! Si Nathan ini yah. Gak habis-habisnya nyiksa aku. Gak di hari persiapan pernikahan, sampai ke hari H pernikahan, terus aja bikin aki kesal." Niko ngomel sendiri.
"Eh, bukannya dia emang sejak dulu hobinya itu bikin aku susah ya? Lah kenapa aku baru nyadar nya sekarang sih?" Lagi-lagi, Niko malah bingung dengan dirinya sendiri.
"Ah, gak perduli ah dengan semua itu. Sekarang, tugas lo Nik, lakukan dengan baik. Ambil si tuan muda Nathan itu, terus bawa pulang dengan aman. Selain dia itu teman terbaik kamu, dia itu adalah bos kamu. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padanya, maka yang repot itu juga kamu," kata Niko lagi.
Selanjutnya, dia dengan tegas melangkah masuk ke dalam bar setelah melewati dua penjaga pintu dengan mudah. Maklum, meskipun dia tidak pernah menginjakkan kakinya di bar sekalipun, tapi dia juga pria dewasa yang berpenampilan sangat bagus. Jadi, masuk bar bukan halangan buat Niko.
Niko terus ngomel. Maklum, anak mama yang terkenal sangat baik ini baru pertama menginjak tempat yang bernama bar. Jadi sudah pasti dia tidak suka dengan suasana yang seperti ini. Suasana gelap yang menurut Niko tidak bisa melihat dengan baik meskipun penglihatannya masih baik-baik saja.
Karena pada dasarnya, Niko ini gak suka dengan kegelapan. Itu jugalah kenapa dia tidak suka dengan bar. Dan, tidak pernah menginjakkan kakinya di bar karena suasana bar yang gelap.
"Bagaimana aku bisa menemukan Nathan di antara begitu banyak orang dalam suasana gelap yah? Ah! Ya Tuhan, bikin pusing aja ini suasana." Lagi, Niko masih saja ngomel dengan keadaan sekeliling.
Tapi, niatnya untuk menemukan Nathan tidak pernah padam. Karena itu, dia tetap berusaha tanpa berniat menyerah dengan keadaan yang sangat tidak ia sukai.
Sibuk dengan apa yang dia pikirkan, Niko tiba-tiba tidak fokus dengan jalan yang ia lewati. Hingga pada akhirnya, dia tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang.
Bruk! Tabrakan itu membuat Niko reflek langsung melirik siapa yang ada di dekatnya. Sontak, mata Niko membulat ketika dia melihat dengan jelas dalam keadaan remang-remang lampu disko yang sedang berputar-putar.
"Nathan!"
"Hei! Jalan itu lihat-lihat dong. Jangan main tabrak aja." Perempuan yang sudah bertabrakan dengan Niko langsung marah pada Niko dengan cepat.
Perempuan itu tak lain adalah Sely. Dia yang kini sedang memapah Nathan yang sudah mabuk berat, ingin segera membawa Nathan meninggalkan keramaian tersebut. Karena itu, setelah berucap kata-kata dengan nada lantang, Sely langsung ingin meninggalkan Niko dengan cepat.
Namun, tentu saja Niko tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dengan cepat, tangan Nathan dia tahan. Dan, secepat mungkin, tubuh Nathan kini berpindah ke dirinya.