Nathan & Nathali

Nathan & Nathali
*NN 22



Cinta pertama pada pandangan pertama itupun berjalan dengan baik selama hampir enam bulan. Maklum, itu masih bisa dikatakan cinta monyet karena saat itu, Nathan masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).


Tapi, Nathan tidak berpikir kalau itu adalah cinta monyet. Karena dia ingin serius menjalankan cinta itu. Bahkan, dia berniat untuk menjadikan gadis pujaan hati sebagai istri satu-satunya kelak.


Namun, siapa sangka kalau si gadis tidak memikirkan hal yang sama. Semakin lama hubungan berjalan, si gadis semakin tidak karuan lagi. Dia sering melukai hati Nathan dengan kata-katanya. Hubungan itupun sedikit demi sedikit terasa menyakitkan.


Hingga pada akhirnya, Nathan menangkap basah pacarnya sedang bersama cowok lain. Sungguh, hati Nathan sangat hancur karena hal tersebut. Cinta yang ia pikir sangat tulus, eh tau-tuanya hanya sekedar kebohongan belaka.


Dia dicintai hanya karena wajahnya yang tampan. Karena hartanya yang berlimpah. Karena kedudukannya yang tinggi. Dikejar oleh para perempuan hanya untuk ketenaran saja. Hingga pada akhirnya, Nathan putus asa dengan yang namanya cinta.


Tapi, putus asa Nathan tidak sama dengan putus asa Nata. Karena ketika Nata sakit hati satu kali, maka dia sudah langsung merasa jera. Tapi Nathan tidak, dia masih siap untuk jatuh cinta lagi ketika dia disakiti satu kali oleh cinta pertamanya.


Dan, Nathan pun menemukan gadis cantik lagi. Gadis yang ia pikir, kalau kali ini dia telah bertemu dengan cinta sejati. Tapi sayangnya, anggapan itu salah besar. Karena gadis itu bukan cinta sejati Nathan.


Dengan kasus yang sama, tapi lebih menyakitkan. Nathan di tinggal pergi oleh si gadis saat ingin menyatakan cinta. Bukan, tapi setelah dia menyatakan cinta. Dia langsung ditinggal pergi begitu saja.


Perempuan itu menolak cintanya mentah-mentah di depan umum. Membuat Nathan sangat malu setengah mati. Karena dia yang terkenal sebagai pangeran sekolah, malah ditolak mentah-mentah oleh perempuan yang dia sukai.


Si perempuan juga ternyata hanya ingin dekat sebagai teman saja. Tidak ingin jadi pasangan dengan alasan belum siap. Hal itu dia lakukan di depan umum membuat semua mata menatap Nathan dengan berbagai macam tatapan.


Satu hal yang Nathan sesali, jika tidak ingin bersama, kenapa memberikan harap. Jika tidak ingin memiliki, kenapa dekat sebagai orang yang paling peduli.


Saat itulah, hati Nathan perlahan membeku. Dia pikir, semua perempuan sama saja. Datang, mengejar dirinya, lalu pada akhirnya akan menjatuhkan dia lagi.


Lalu, ketika dia bertemu dengan Nata. Anggapan itu perlahan menghilang. Karena saat melihat Nata yang tidak menginginkan dirinya, Nathan berpikir kalau Nata sangat berbeda dengan wanita lain yang sebelumnya sudah dia temui.


Nathan pun dengan bersemangat berusaha menerima Nata. Bahkan, sempat terpikir dalam hati untuk membuka hatinya kembali untuk perempuan yang kali ini sangat jauh berbeda dari perempuan yang sebelumnya.


Tapi sayang, harapan itu langsung lenyap seketika saat Nata menolak dirinya tadi malam. Bahkan, di depan muka umum, Nata meninggalkan dirinya. Hal itu langsung membuka luka lama dalam hati Nathan. Luka yang selama beberapa tahun telah tertutup.


Sungguh, anggapan akan perempuan itu tidak sama satu dengan yang lainnya kini telah musnah seutuhnya. Karena untuk yang kesekian kali, Nathan di sadarkan kembali dengan kenyataan pahit yang menusuk hati.


Niko yang bercerita pun langsung mengakhiri ceritanya sambil memutar tubuh. "Begitulah ceritanya, Nat. Kamu sudah membuka luka lama yang ada dalam hati Nathan. Tidak hanya itu, kamu juga mematahkan tunas harapan yang baru saja tumbuh. Kali ini, semuanya sudah berakhir. Karena Nathan tidak akan pernah bisa membuka hatinya lagi sekarang."


"Dan, harapan kamu untuk minta maaf padanya, itu akan sedikit sulit. Karena aku yakin, dia pasti sudah membenci kamu sekarang," kata Niko lagi sambil menatap Nata dengan tatapan lemas.


"Aku akan berusaha sekuat tenaga, Niko. Kesalahan yang telah aku perbuat, aku tidak akan lepas tangan begitu saja. Sebisa mungkin akan aku kerahkan semua tenaga supaya aku bisa memperbaiki kesalahan itu." Nata berucap dengan penuh semangat.


Yah, meskipun sejujurnya, dia sangat sedih saat mendengar cerita Niko. Dia juga sempat menjatuhkan air mata. Karena cerita Nathan yang Niko ceritakan itu sama menyakitkan dengan cerita yang ia lalui waktu itu.


Hanya saja bedanya, dia hanya mengalami sakit hati satu kali saja. Dan, dia langsung menutup hati buat siapapun. Dia juga benci dengan pria manapun. Karena saat melihat pria, dia selalu berpikir kalau hati pria itu selalu busuk. Penuh dengan dusta, tanpa ada sedikitpun cinta murni.


Semangat yang Nata perlihatkan membuat Niko mengulas senyum kecil. Dengan penuh harapan, dia melihat Nata. "Semoga berhasil, nona muda." Kali ini, ucapan nona muda tidak lagi bernada ejekan. Melainkan, dengan nada tulus untuk memanggil nona muda sebagai penghormatan.