My world

My world
Dua Drama



Ada dua drama yang telah kuselesaikan dalam waktu yang cukup singkat. Aku sangat antusias menyelesaikan drama seri itu. Semua drama yang ku tonton adalah drama terkait beberapa segelumit hubungan guru dan murid. Ada beberapa kejadian yang releate banget dengan keseharianku.


Banyak sekali pembelajaran yang bisa aku petik. Bukan hanya kisah cinta tapi ada juga beberapa strategi jitu dalam menyusun target dan tembus sesuai dengan target tersebut.


Melihat banyak persiapan yang perlu dilakukan, ada banyak hal yang perlu dicatat. Bukan hanya karena jalan cerita yang relate atau pemeran wanita yang cantik dan pemeran pria yang rupawan tapi kisah drama-drama tersebut membuatku banyak belajar bahwa ada banyak sekali persiapan yang matang dalam menentukan tujuan hidup, terutama terkait persiapan masuk perguruan tinggi.


Melihat wajahnya yang lusuh, dengan kondisi yang sedang tidak baik-baik saja. Rambutnya sungguh tidak karuan. Tanganku refleks menyentuhnya dan menyingkirkan agar tidak menghalangi padangan matanya. Tapi yang malah dia ingin aku memastikan dirinya tengah demam. "Coba sentuh leherku" katanya dengan penuh harap. Aku mengerutkan dahi "Aku sudah bisa menebak dan meyakini kok bahwa dirimu sedang sakit tanpa harus menyentuh itu" Seketika dia menundukkan pandangannya dan tersipu malu.


Lah apakah aku tadi membuatnya baper, aku memberikannya sisir dengan harapan dia bisa menyisir rambutnya dengan baik di sekolah. Malah keesokan harinya aku melihatnya dengan sengaja dia mengikat rambutnya di ruanganku. Untuk apa memangnya dia melakukan itu. Semoga dugaanku tidak benar, bahwa aku telah membuatnya baper. Toh setelah itu dia pasti bisa menyadari bahwa itu hanyalah hal yang biasa saja. Lagi-lagi aku telah membuat orang salah paham pada sikapku. lagi dan lagi.


Selama ini asumsiku telah menyesatkankan diriku sendiri. Ada banyak hal yang aku asumsikan sendiri, tepatnya ternyata selama ini aku telah kegeeran sendiri. Kini aku telah tersadar dan kembali membuka mata dengan semua realita yang ada. Bodoh rasanya karena selama ini telah menghkawatirkan hal konyol itu. Selama ini aku telah tenggelam dalam asumsiku sendiri. Betapa bodohnya aku.


Saat ini bukan saatnya menyalahkan dan menertawakan diri. Aku selama ini terlalu banyak geer dengan tenggelam dalam asumsiku sendiri. Tidak ada yang benar-benar seserius itu, toh pun jika ada rasa, itu hanya sesaat. Hanya sebentar dan tak perlu ada yang dikhawatirkan.


Mari kembali ke dunia realita. Dunia orang dewasa yang sesungguhnya. Aku sendiri bingung kenapa aku sampai memikirkan hal konyol itu. Alhamdulillah aku bisa menjaga diriku dari berbagai hal yang menyesatkan.


Mulai hari ini, aku tidak akan pernah mau lagi memiliki asumsi bodoh itu. Menilai perasaan mereka akan menetap lama. Itu semua nihil dan tak perlu lagi menghkawatirkan apapun. Aku kini bebas dengan kesendirianku. Aku bebas menentukan diriku tanpa harus meminta pendapat orang asing. Aku kini telah nyaman dengan kesendirianku ini. Lega dan tenang rasanya bisa sendiri seperti ini.