
Aku kembali tak sengaja bertemu dengannya di depan lift. Aku kembali melihat mata sendu itu. Aku berusaha mengalihkan pandangan dan buang muka. Aku harus mampu bersikap wajar. Bahkan menjadi asing sekalipun tak apa. Aku merasa tidak perlu bicara apapun padanya. Tidak ada hal yang perlu dibicarakan. Semuanya telah diakhiri.
Saat turun dari lobby hotel menuju ke rombongan. Aku menyimpan koper bersama kumpulan koper rombongan. Aku tidak tahu jika koper hitam disebelahku adalah miliknya. Tiba-tiba hpku berdering dan aku mengangkatnya. Aku merasa dia curi dengar dengan teleponku. Aku dan dia telah berdampingan diantara kumpulan koper-koper. Dia diam sejenak dan seperti sengaja melambatkan diri.
Aku merasa lebih aman jika tidak melakukan komunikasi padanya. Apapun itu tidak dulu meminta bantuan apapun padanya.
Aku memilih untuk menjadi asing saja.
Tatapannya begitu tajam. Terlihat seperti mencari sesuatu. Apa aku geer yah? Siapa yang dia cari? Apa itu aku? Aku sih tidak mau peduli.
Apapun dan siapapun yang dia cari, aku tidak perlu tahu. "Saya baru melihat dirimu" Saat berpapasan dia mengatakan itu padaku. Dengan antusias, matanya berbinar dan aku hanya berlalu sambil tersenyum kecil.
Memang apa yang dia harapkan? Aku sih makin risih ditanya seperti itu.
Selanjutnya bagaimana? Apa aku harus terus membentengi diriku? Lelah juga sih. Aku tidak bisa enjoy dalam mengikuti kegiatan.
Sebisa mungkin tidak melakukan komunikasi dan menghindarinya. Apa itu sudah cara terbaik?
Entahlah.
Tidak perlu takut, akan ada jalan terbaik. Aku tidak dengan sengaja menggoda mereka bukan? Aku hanya melakukan tugasku dan trnyata mereka tertarik padaku. Apa aku salah? Tentu saja tidak.
Aku harus menjaga prasangka ku. Semua perasaan suka tidak akan abadi. Semua pasti berlalu. Sama seperti hari ini kegiatan ke luar kota selama 6 hari telah berakhir. Semua pasti akan ada ujungnya.
Jika malam telah terlalu larut, itu artinya malam tersebut bersiap untuk berganti. Maka yang harus ku lakukan adalah bersabar. Percayalah tiap badai pasti akan berlalu, maka tidak perlu gusar lagi.
Aku terlalu panik, baru menyadari bahwa ada pelangi di mata-mata mereka. Tapi yang melegakan adalah pelangi tidak bertahan lama. Walau indah tapi bisa menghilang dengan mudahnya. Berganti dan menghilang tanpa jejak.
Aku hanya perlu menahan diri untuk beberapa bulan kedepan sampai penamatan. Dan semuanya berlalu.
Aku terlalu worry dan berfikir terlalu banyak. Aku takut dan banyak prasangka. Aku sangat takut. Namun ketakutanku ini tidak beralasan juga sih. Karena mungkin aku terlalu banyak kedunguan dan terlalu banyak prasangka.
Lakukan saja tugas dan tanggung jawab sebagai guru BK. Aku hanya perlu mempersiapkan diriku untuk menjadi wanita muslimah yang baik. Yang layak mendapatkan pemilik tulang rusuk ini. Walau telah lama menjadi tulang punggung keluarga.
Aku kini lega dan bisa bernafas lebih ringan karena kini mereka semua telah menjauh dariku. Saking jauhnya mereka semua telah benar-benar tidak bisa terjangkau lagi. hehehe...senang rasanya bisa menikmati moment dimana semua perasaan cemas telah hilang dan tidak perlu lagi menebak akhir cerita kami. Karena semuanya telah selesai, mereka telah menjauh dan tidak perlu lagi di risaukan. Di drama-drama seri biasanya banyak kejadian yang lebih menegangkan, sampai sudah sampai ada hal-hal yang meresahkan saja. Tidak dengan kisah ini, karena kisah ini bisa terselesaikan dengan baik. Mereka membuatku uring-uringan..tapi itu dulu. Kini semua kekhawatiranku telah menguap dan ada banyak hal yang lebih penting dari mereka. Kini akhir cerita dari semua ini adalah happy Ending. Jarak telah menjaga dan menjaga dengan menjauh.