
"selamat ya cayank,,,kamu hamil lagi anak kedua kita"
"iya husby,selamat juga untuk husby,,mudah2n kali ini status kita benar2 berubah jadi"orang tua"
ucap jesika dan mereka pun mengaminkan bersama.
kabar tentang kehamilan jesika sudah menyebar di tempat tinggal mereka,banyak sodara dan tetangga yang mengucapkan selamat sekaligus memberikan wejangan agar jesika lebih berhati-hati dan lebih menjaga kehamilan keduanya.
tidak hanya tetangga dan sodara yang merasa bahagia dengar kabar kehamilan jesika ,keluarga deva pun merasakan kebahagiaan yang sama.
ketika mendengar kabar kehamilan jesika ,keluarga deva khususnya ibunya deva langsung berangkat dari rumahnya untuk menemui jesika dan ikut menjaganya sampai 9bulan yang akan datang....
kebetulan beliau tidak ada aktivitas jadi ibunya deva memutuskan untuk ikut menjaga menantunya ,,karena kali ini ibunya deva benar-benar mengharapkan anak dari deva.
jesika sendiri tentu saja merasa bahagia karena ternyata banyak sekali orang yang sayang dan peduli padanya ,terutama mertuanya sendiri,sudah menganggap jesika sebagai anaknya bukan menantunya sehingga kasih sayang mertuanya yang tulus dapat di rasakan oleh jesika sendiri...
kini ketakutan jesika pun lebur tentang mertua yang buruk,karena alhamdulillah dia mendapatkan mertua yang baik dan lemah lembut bahkan bila di bandingkan dengan orangtuanya,mertua jesika lebih baik,
lebih perhatian dan tidak pernah marah walau jesika berbuat kesalahan.
*4bulan kemudian*
sudah menjadi tradisi di jawa. setiap kali memasuki usia kehamilan 4bulan maka di anjurkan untuk mengadakan syukuran 4bulan ,guna memberi doa keselamatan untuk ibu dan anak,karena katanya usia kehamilan 4bulan,janin mulai di tiupkan roh oleh alloh swt.
acara pun berjalan dengan lancar dan khidmat....
waktu terus berjalan,kehamilan kedua jesika kali ini tidak begitu banyak keluhan yang jesika rasakan,lebih tepatnya jesika lebih sehat bahkan bisa beraktivitas seperti biasa,tapi di karena kan ada mertuanya ,jesika tidak di perbolehkan untuk melakukan tugas apapun,
mertuanya selalu bilang
"istirahatlah,persiapkan tenaga untuk persalinan nanti,,,
Tidur siang lah sekarang,karena nanti setelah anak lahir mah belum tentu bisa tidur siang"
dan masih banyak lagi wejangan yang terlontarkan dari bibir mertua jesika ...
POV jesika
kehamilanku kali ini,,benar-benar berbeda dengan kehamilan sebelumnya,aku merasa jauh lebih sehat dan merasa bahagia tentunya,mungkin karena ada mertuaku yang menemani aku di rumah,kelembutan dan kasih sayang beliau sungguh dapat aku rasakan dengan baik,
alhamdulillah kehidupan mertuakupun jauh lebih baik sekarang,perekonomian yang cukup, tidak lagi kekurangan seperti dulu sehingga mertuaku benar-benar bisa pensiun dari buruh tani nya,
Sebenarnya susah sekali membujuk mertuaku untuk berenti dari pekerjaannya,karena salah satu kakak iparku masih tinggal serumah dengan mertuaku dan perekonomian rumah tangganya pun tidak seberuntung perekonomian rumah tangga kami sehingga mertuaku sering kali ikut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga kakakku..
Setelah kami diskusikan bagaimana cara membujuk mertuaku akhirnya keputusan pun di buat,,yaitu kami akan memberi uang untuk mertuaku 2jt/bulan dan kami pun membeli tanah di kampung halaman deva,yang kini tanah itu menjadi sawah yang di kelola oleh kaka iparku sehingga kehidupan kaka iparkupun menjadi lebih baik,walau sebenarnya banyak modal yang di keluarkan oleh deva tapi aku tidak keberatan selama itu tidak membuat mertuaku cape.
aku sayang mertuaku ,sebenarnya aku ingin tinggal bersama mertuaku tapi apalah daya,aku tak betah tinggal di kampung lagian suamiku kan kerja disini jadi ngapain aku harus tinggal disana?
tapi alhamdulillah kini alloh mengabulkan keinginanku dengan kehamilan keduaku ini ,mertuaku dengan senang hati mau tinggal disini dan menemaniku.
suamikupun tak sesibuk waktu dulu,dia sering kali menemaniku bahkan tak jarang dia pulang lebih awal karena pekerjaannya lebih mudah di kerjakan dan di selesaikan
waktu terus berjalan,
hari berganti minggu
dan tanpa terasa kini usia kehamilan jesika memasuki usia 9bulan.
rutinitas jesika tiap minggu kali ini yaitu pergi ke bidan untuk memeriksaan kehamilannya yang sudah masuk usia 9bulan
"sepertinya ibu jesika akan melahirkan sekarang,lebih baik ibu jesika jangan dulu pulang karena ini sudah pembukaan 1"
ucap salah satu bidan ketika memeriksa kehamilan jesika yang kala itu mulai merasakan mulas
setelah mendengar berita tersebut maka deva segera menghubungi ibunya untuk segera membawa semua peralatan yang di butuhkan selama persalinan,karena deva tak mungkin meninggalkan jesika yang kini sedang berjuang melawan sakitnya .
4jam kemudian
oekkk ...oeeekkk.......oweekkk
suara tangis bayipun terdengar setelah ketegangan menyelimuti hati mereka ,ucapan "hamdalah pun terdengar dengan serentak ,pertanda kini mereka merasa tenang dan lega"
bagaimana tidak,jesika hampir menyerah di tengah perjuangannya tadi,,keputus asaan mulai terlihat di mata jesika dan deva tidak hentinya memberi semangat serta ucapan cinta dan doa untuk jesika guna mempermudah persalinan jesika ,begitupun dengan orang tua dan mertua deva yang kini ikut menemani walau mereka menunggu di luar ruangan .
"alhamdulillah anak kami telah lahir yang berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 3kg dengan keadaan selamat sehat dan sempurna ,kini bayainya sedang di bersihkan dulu oleh bidan"ucap deva ke keluarganya ketika dia keluar dari ruang persalinan
"syukur alhamdulillah ,plong sekarang rasanya,,mamah udh putus asa tadi takut terjadi hal buruk ke besok"ucap ibunya deva
"aku pun merasa begitu mah ,alhamdulillah jesika juga dalam keadaan selamat dan sehat mah, sekarang"
"syukur alhamdulillah kalau begitu,,mamah sudah boleh masuk sekarang untuk melihat jesika?"
"nanti dulu saja mah setelah jesika di pindahkan ke ruang perawatan ,jesika dan bayinya sedang di bersihkan makannya deva bisa ninggalin mereka sementara ini"
"tapi bayi kamu sudah kamu adzani belum dev?"
"alhamdulillah itu sudah mah tadi setelah bayiku lahir dan di potong tali plasenta aku langsung menggendongnya untuk mengadzani anakku,air mataku luruh tadi mah"
"pastilah dev,kamu kan cengeng,,,
selamat ya kini kamu menjadi orang tua,jaga anak dan istri kamu dengan baik,berikan rizki yang halal untuk mereka"
"pasti itu mah,,,takkan mungkin deva mencari jalan haram untuk menafkahi keluarga deva sendiri...apalagi deva punya guru spiritual yang handal,jadi tak mungkin deva berpaling dari perintah alloh"
"emang siapa guru spiritual kamu??"tanya ibu tia
"siapa lagi kalau bukan mertua deva sendiri mah,,ayahnya jesika "
"hahah kamu ini ada-ada saja,,ayah belum pantas jadi guru dev,karena ilmu agama ayah masih cetek,ayah cuma berusaha untuk menjalankan perintah nya yang menyuruh kita untuk mengajak kepada kebenaran dan menajuhi kemungkaran"
"ya apapun itu yang pasti deva sudah menganggap ayah sebagai guru deva,
karena bagi deva seorang guru itu tidak harus punya ilmu tinggi,dan berpengetahuan luas .karena ilmu tinggi pun belum tentu guru itu dapat membuat muridnya mengerti dan paham dengan apa yang dia ajarkan begitupun
punya pengetahuan luas juga belum tentu guru itu mengamalkan kesehariannya guna untuk memberi contoh prilaku kepada muridnya .
intinya kalau ayah,walau kata ayah ilmu ayah masih cetek tapi ayah mampu membuat deva mengerti dan paham dengan ilmu yang ayah berikan ke deva ,begitupun dengan keterbatasan pengetahuan ayah mampu mengajarkan deva kehidupan yang lebih baik"