My Beloved

My Beloved
bab 21



"APA??,"teriak dela setelah sadar dari keterkejutannya setelah 2kali dia mendengar hal yang sama yang di sampaikan oleh deva kepadanya


"dev, kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan dev?terus arti perlakuan kamu selama ini terhadap aku apa?perhatian kamu,selalu bersedia membantu aku,mengantar aku kemanapun, bahkan kamu sering menemaniku di saat aku terpuruk??" tanya dela yang seketika kemarahannya langsung luluh lantak diikuti dengan hatinya yang ikut hancur juga


"hah...."deva menghembuskan napas kasarnya


"aku minta maaf sebelumnya dela,kalau ternyata selama ini perhatian dan perlakuan aku terhadap mu,di salah Artikan oleh kamu,maaf aku Hanya menganggap kamu sebagai teman tidak lebih, alasan aku melakukan semua hal karena semata rasa keprimanusiaan aja,yang emang seharusnya saling tolong menolong dan saling menjaga selama bisa"lanjut deva dengan tegas ,karena masih ada tanda -tanda kemarahan di matanya


"tega banget kamu dev,lakuin ini semua sama aku..." ucap dela yang tetap saja menyalahkan deva seolah disini dialah yang paling di sakiti dan deva pun hanya terdiam tidak merespon omongan dela


"lagian apa kamu sadar dev??dela itu udah punya tunangan ,apa kamu ingin jadi *PETUNANG*(perebut tunangan orang)hah??? "tanya dela yang tetap tidak terima dengan apa yang telah di sampaikan oleh deva tentang pernyataan cintanya pada jesika


",bagaimanapun yang terjadi nanti,,itu akan menjadi urusan ku sendiri nanti ,dela ,aku takkan mencabut kembali pernyataan yang aku sampaikan terhadap jesika dan aku juga takkan pernah menyesalinya"ucap deva semakin tegas


"baiklah jika itu udah jadi keputusan kamu ...tapi kamu harus ingat dengan kata-kata aku ini,,,,jesika hanya menjadikanmu pelampiasan,,,,dia peduli sama kamu karena hanya ingin mengisi kekosongan waktunya di kala tunangannya berada jauh dari nya,,,aku yakin jika suatu hari nanti tunangannya kembali pulang,kamu akan di buang begitu saja seperti seonggok sampah yang tak berguna,camkan itu baik-baik dev" ucap dela sambil menunjuk deva


"sudahlah del,,,kita akhiri perdebatan ini, aku mau anter jesika pulang,udah larut malam ,,,dan tolong nanti tutup pintunya yang rapat,,assalamualaikum"


ucap deva sembari menuntut tangan jesika keluar kontrakan terlebih dahulu dan seolah mengusir dela secara perlahan dari kontrakannya..


"GILA ya,aku gak nyangka banget ternyata sifat aslinya tuh orang barbar banget, kamu sadar gak dev, dia bersikap kayak yang kesetanan tadi,kamu nemu dimana sih orang kayak dia tuh?? ucap jesika setelah benar-benar pulih dari keterkejutannya setelah lama terdiam semenjak perdebatan deva dan dela yang terakhir


"hah,,,,aku juga baru tau jes kalau ternyata dia memiliki sifat seperti itu,,,jujur aku sangat KECEWA dengan tingkahnya kali ini,,,sifatnya berbanding terbalik dengan dela yang aku kenal selama ini,yang baik,perhatian. dan,penuh kelembutan "


"GILA,,,sampai pada perih ini lengan tanganku bekas cengkeramannya tadi,,syok banget aku,jadi tak melawan,,,kalau aku tau dari awal kalau dia akan menyerang aku akan lawan dia" ucap jesika sembari memperhatikan lengannya


"aku minta maaf y jes,,karena udah membuat kamu ikut dalam masalah ini_" ucap deva penuh rasa bersalah


"its oke dev,,,im fine kok,,,tenang saja" ucap jesika menenangkan deva padahal dia sendiri sekarang lagi ketakutan setengah mati untuk menghadapi api kemarahan kedua orang tuanya karena jesika pulang larut malam...


."hm ngomong-ngomong nanti kamu mau langsung pulang ,atau mampir dulu kerumah,dev tanya jesika deva pun menatap jesika lewat spionnya,lalu dia menjawab


"aku akan temani kamu masuk rumah dan mencoba menjelaskan yang terjadi antara kita kepada kedua orang tuamu,,,jangan takut kita akan hadapi bersama kedua orangtuamu" ucap deva ,,seketika hati jesika terasa hangat dan tenang tatkala deva menarik tangan jesika dan melingkarkan tangannya di perut deva sambil mengelusnya perlahan


"hmm dev,,,apa tadi yang kamu nyatakan ke dela tentang perasaan kamu terhadap aku itu serius??" tanya jesika


seiring dengan berhentinya motor,ternyata mereka telah sampai rumah...


"eh itu,,,hm...benar jes,,,aku serius dengan apa yang aku sampaikan tadi tentang perasaan aku terhadap kamu,walau kamu berstatus tunangan orang,aku tidak peduli,dan takkan menyesali ucapan aku tadi" ucap deva menatap wajah jesika dengan serius dan jesika pun menatap mata deva menyiratkan ada ketulusan di dalam matanya...


"yuk kita masuk,udah malam sepertinya mamah dan ayah belum tidur karena lampu tamu masih menyala" ajak jesika sambil memegang tangan deva,lalu deva pun mengikutinya dari belakang seraya mengucap basmalah beberapa kali


CEKLEK (pintu terbuka


.assalamualaikum ayah,,mah..."ucap jesika lirih


"waalaikum salam"jawab serempak kedua orang tua jesika yang saat ini berwajah masam dan tidak bersahabat


"dari mana kamu jes ?kali ini bu tia yang bertanya duluan


"begini bu..."ucap deva ingin menjelaskan namun di potong oleh ucapan bu tia selanjutnya


"jawab ...jesika biantara,pergi tidak minta izin,,mamah kira kamu ada di ruang tamu tapi setelah mamah keluar ternyata kalian tidak ada,dan mama periksa kamar kamu juga kosong mama pikir kamu ke warung tapi selama 3jam kamu tak pulang-pulang" ucap bu tia dengan nada naik 1 oktaf dan itu mampu membungkam mulut deva rapat-rapat dan kali ini jesika lah yang menjawab"


"maaf mah,tadi jesika habis dari kontrakan deva karena ada kesalahpahaman antara jesika deva dan dela" jelas jesika


"siapa dela?"tanya ibu tia kembali


"dela adalah teman wanita deva yang dekat dengan kontrakan deva "


"oh,ya sudah jesi,,kamu masuk kamar sekarang dan istirahat" perintah ibu tia sepertinya tak ingin bertanya lebih banyak lagi,lalu jesika oun mengangguk dan langsung berlari tanpa memikirkan apa-apa lagi karena dia selamat dari amukan kedua orang tuanya terutama ibunya sendiri


kini tinggal pak andi dan deva yang masih berdiri ,deva berdiri dengan bingung apa yang harus dia lakukan sekarang,pamit pulang atau bagaimana??


"deva ,,,kamu duduk dulu....ada yang ingin saya tanyakan"perintah pak andi yang kali ini tidak bersahabat dan masih berwajah masam serta menatap tajam deva ,,deva pun langsung ambil posisi duduk yang nyaman agar dia bisa menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang akan di kontrakan oleh pak andi


"apa yang sebenarnya terjadi antara kalian bertiga?"kali ini pak andi yang bertanya karena merasa tak puas dengan jawaban jesika tadi..setelah keheningan cukup lama tercipta tadi


lalu dengan tenang deva pun menjelaskan semua yang terjadi antara mereka bertiga,,,tentunya tidak dengan menceritakan tentang cengkraman yang dilakukan dela kepada Jesika dan tentang perasaan nya terhadap jesika


setelah selesai pak andi pun mengangguk-anggukan kepalanya seolah mengerti dengan apa yang di lakukan jesika malam ini.


"apa kamu mencintai jesika?tanya pak andi