My Beloved

My Beloved
Bab



"sungguh keajaiban itu ada,,,selamat ya bu jesika di per boleh kan pulang sekarang,setelah hasil pemeriksaan tadi,semua kondisinya normal ...hanya saja saya akan memberikan obat penguat kandungan serta vitamin,,mengingat sebelumnya bu jesika mengalami pingsan beberapa kali dan tubuhnya pun sempat drop"


"syukur alhamdulillah kalau jesika baik-baik saja dan bisa pulang hari ini"


"tuhh kaaannn maah,,,apa aku bilang,aku itu sudah sehat dan aku ingin segera pulang kerumah,,rasanya rindu sekali dengan rumah terutama bagian kabar yang ada kasur empuknya ,,hehe" ucap jesika sambil mengerlingkan mata nakalnya ke deva,,,deva pun menjadi salting karena nya untung saja mertuanya tidak terlalu memperhatikan wajah deva


mereka pun merapihkan barang-barang dan memeriksa kembali barangnya takut ada yabg tertinggal di rumah sakit nanti,,setelah selesai mereka pun segera memesan grab-car,,,deva masih meliburkan diri jadi mobilnya barunya belum sempat ia urusi,jadi untuk sementara dia memakai mobil umum dulu


**


merekapun tiba di rumah mertua jesika ...dan di sambut hangat oleh ibunya deva yang kebetulan belum pulang,,,karena khawatir terjadi sesuatu dengan menantunya jadi ibunya deva me tunggu di rumah sekaligus menyiapkan makanan untuk besan,anak dan menantunya....


setelah makan siang merekapun langsung beristirahat ....


sore pun menjelang...kini mereka sedang berkumpul di ruang tamu


"oh ya by,,,bagaimana ceritanya,,kamu bisa selamat dari kecelakaan itu?"tanya jesika dengan penasaran,,rupanya bukan cuma jesika melainkan semua keluarganya pun menunggu jawaban itu,,karena mereka pun belum tau cerita secara detailnya seperti apa


"oh itu....begini.........


# plashback on #


"iya pak,,saya sebentar lagi mau jalan,,saya baru selesai mengambil berkas yang tertinggal di kantor,,,"


ucap deva ketika menerima telpon dari kliennya yang rupanya sudah berada di tengah perjalanan...


awalnya deva memang sudah berada di pertengahan jalan menuju tempat yang sudah janji temu dengan klien disana ,,tapi ketika di salah satu lampu merah ,deva iseng memeriksa kembali filenya ,yabg ternyata ada salah satu file yang tertinggal di tempat kerjanya dan sialnya lagi file


itulah yang akan di bahasnya nanti.


deva pun keluar kantor dan segera menaiki mobilnya,,tapi sebelum ia buka pintu mobil ,ia melihat kearah ban belakangnya yang ternyata ban nya bocor,


deva pun mendecak ,karena bagaimanapun dia sudah terlambat ,kalau sekarang ditambah dengan menambal ban pasti lama,alhasil diapun segera mengambil tas yang berisi file dari kursi penumpang dan langsung meninggalkan mobilnya untuk menghentikan salah satu taksi yang sedang mangkal di depan kantornya ...


"mas deva,kenapa mobilnya gak pake mobil?"ucap salah satu teman deva yang ternyata itu adalah rio


"eh kebetulan kita ketemu ...kalau kamu tidak sibuk,,nanti aku minta tolong tambalin ban mobil belakang ya,,ini uangnya..."


"oh pantes gak pake mobil rupanya ban nya bocor toh, siap mas ,,nanti pasti saya tambalin kalau udah senggang waktunya. tapi boleh gak mas nanti saya pinjem mobilnya buat jemput pelanggan yang abodemen ke saya?biasa ibu-ibu pengajian"


"oh iya boleh pakai saja,,ini saya tambahin uangnya buat bensin nanti ya,,jadi uang abodemen nya bisa kamu simpan buat modal nikah nanti hehe"


Kebaikan mas juga ,saya merasa punya keluarga lagi,,maksih banyak ya mas"


"iya sama -sama ri,,,udah kenapa kamu jadi melow begini,,,santai aja kali,,,ya udah saya pamit dulu ya,udah telat soalnya"


"siap mas,,nanti ,,kalau kerjaan saya udah selesai dan masih siang juga,saya akan jemput mas kesana"ucap rio kepada deva dan deva pun hanya mengacungkan jempol nya


***


"alhamdulillah semua kerjaan udah selesai...bisa pulang lebih awal,sekarang,,,"


"drrt drrt ddrrrtt"(suara ponsel bergetar)


riopun segera memeriksa ponselnya yang ternyata,getaran itu bukan tanda notifikasi ponselnya melainkan suara notif ponsel yang ada di bawah kursi penumpang,,,riopun segera mengambil ponsel tersebut yang ternyata itu ponsel deva yang tertinggal...


"waduhh,,,ini ponselnya mas deva ,pasti mas deva tidak sadar kalau hpnya terjatuh disini,,,"riopun memeriksa arlojinya yang ternyata udah masuk waktu dzuhur diapun segera ke mesjid terdekat dan menunaikan sholatnya,,


"lebih baik,,aku anterin saja ponselnya sekarang,,takut mas deva membutuhkan ponsel ini,,tak apalah nanti aku menunggu lama kalau mas deva belum menyelesaikan urusannya ,toh aku juga tidak ada kerjaan disini,,daripada bengong lebih baik jalan-jalan ,,,,untung saja mas deva pernah ajak aku ke tempat itu,jadi walau tidak bertukar kabar dengan mas deva aku akan tetap bisa menemukannya"


maka riopun memulai perjalanan yang tak dia sangka,kalau ini akan jadi perjalanan terakhirnya..


awalnya semua baik-baik aja dan jalan pun normal-normal saja...tapi ketika sampai di salah satu pertigaan kota S,,mendadak ada mobil yang sepertinya mengalami rem blong sehingga mobil tersebut hilang kendali dan


*BRAK BRAK....CEKIIITTTT........"mobil itupun menghantam mobil yang di tumpangi rio dan ikut terseret oleh mobil yang menabraknya ..


beruntung di hembusan nafas terakhirnya ,rio masih sempat mengucapkan lafadz 2kalimat syahadat sebelum ia benar-benar menutup mata....


# plashbak of#


"mudah-mudahan rio husnul khotimah ya,dan di terima segala amal dan Islamnya di sisi alloh swt" ucap pak andi ketika deva menyelesaikan ceritanya tadi dan semuanya pun mengaminkan apa yang di ucapkan oleh pak andi


"alhamdulillah...kamu masih di lindungi alloh dan masih di beri jatah usia dev,,pergunakan lah dengan baik jangan di sia-siakan ya,,,apalagi sebentar lagi kamu mau jadi orang tua,,banyak-banyak lah belajar jadi orang tua yang bijak,yang bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya dan kadarnya" ucap ibunya deva


"iya mah,,alhamdulillah ini juga berkat doa mamah,tak ada satupun hal yang bisa membahayakan aku jika doa mamah terus terucapkan untukku,,terimakasih mah untuk kasih sayang yang tiada batas, nasihatnya insya alloh akan deva ingat dan akan deva usahakan untuk belajar dan belajar menjadi anak,menantu,suami dan ayah yang baik untuk keluarga besar deva nanti"


"berbahagialah untuk kalian" ucap ibunya deva seraya memeluk anak dan menantunya tersebut dengan penuh keharuan


mereka pun melanjutkan obrolan ringan ,yang terkadang di selingi dengan senda gurau,,dan rumah pak andi pun kembali ramai dengan suara tawa bukan tangisan seperti hari-hari sebelumnya...