
Di dalam kamar El terlihat sedang berbincang di telepon dengan sangat seru dengan seseorang disebrang sana
“Jes, apakah kau sudah menyiapkan pakaian untuk pesta perpisahan nanti?” Tanya El kepada Jessi
“Tentu sudah El, bagaimana dengan dirimu, apakah semuanya sudah siap? Aku sangat tidak saba menunggu hari perpisahan itu, pasti acaranya akan sangat menyenangkan.” Ucap jessi dengan gembira
“Aku juga sudah menyiapkan semuanya, dan tentunya aku juga sangat-sangat tidak sabar menghadiri acara perpisahan ini. Aku ingin senang-senang dulu sebelum menghadapi dunia kerja, dan juga menyenangkan pikiranku ku dulu setelah beberapa bulan ini mengalami berbagai masalah selama menulis tugas akhir yang hampir membuat ku ingin menikah saja.” ucap El dengan tak kalah semangat
“Iya brul sekali, aku senang sekali El, mari kita bersenang-senang di pesta perpisahan nanti, jangan sampai ada yang menggangu.” Ucap Jessi dengan semangat
“Iyaa ayo kita party sampai kita puaass hahaha.., tapi harusnya kita sedih, bukannya senang seperti ini jes, ini kan acara perpisahan kenapa bisa jadi seperti ini rencana kita? ucap El sambil tertawa
“Iya betul juga yaa, hahaha kita ini memang konyol, aku rasa ini efek dari mengerjakan tugas akhir, sehingga kita menjadi sedikit gila” jawab Jessi dengan tertawa
Saat El sedang sibuk tertawa dan berbincang dengan Jessi di telepon, diluar pintu kamarnya terdengar ketukan yang tak lain dan tak bukan adalah mama yang terlihat sedang mengetuk pintu kamar putrinya.
“Tok tok tok...”
“Sayang kamu lagi ngapain di dalem? Mama masuk yaa” kata mama
El yang mendengar ketukan pintu dan teriakan Mama akhirnya segera bangun untuk membukakan pintu untuk mamanya dan segera mengakhiri sambungan teleponnya dengan jessi.
“Ada apa ma?” Tanya El seraya melebarkan pintu kamarnya yang telah ia buka dan mempersilahkan mamanya masuk
“Hai sayang, kamu tadi sedang berbicara dengan siapa di telepon, apakah mama mengganggumu? Tanya mama sambil duduk di tepi kasuk El
“Oh itu ma, aku tadi sedang teleponan dengan Jessi, ma” jawab El sembari ikut duduk di disebelah mama
“Oh Jessi, pasti sedang membicarakan tentang seorang pria ya?” Goda mama
“Ih mama, tentu saja tidak. El dan Jessi itu beda dari anak perempuan lain yang senang membicarakan laki-laki maa, kita itu kalau teleponan sukanya bahas hal yang penting-penting sajaa, mana mungkin sempat ngomongin yang tidak penting begitu” jawab El dengan penuh penekanan
“Heh! kata siapa bilang ngobrolin cowo itu gk penting ha? Kamu ini sudah umur segini harusnya sudah sangat penting banget membicarakan tentang seorang laki-laki nak. Kamu jangan bikin mama khawatir dong nak” ucap mama seraya mengelus wajah putrinya dengan lembut
“Maksud mama? Kenapa harus khawatir ma?” Tanya El dengan heran
“Ya tentu khawatir sayang, kamu itu bulan depan udah 22 tahun, harusnya anak-anak seusia kamu ini sudah punya pacar dan bahkan kalau di Indonesia sudah menikah dan punya anak loh sayang” ucap mama dengan sedih
“Huft.. mama lega dengernya kalau kamu normal nak. Pokonya mama tuh pengen bangeet liat kamu segera punya pacar nak, mama bener-bener pengen rasain kayak temen mama yang lain yang udah pada bilang kalau mereka udah dikenalin sama pacar anaknya. Mama kan juga pengen rasain itu El.” Kata mama dengan wajah sedih
“Hmm... ma, tadi bukannya mama bilang mau ngobrolin sesuatu sama El?” Tanya El mencoba mengganti topik pembicaraan, biar gk di ceramahin mamanya soal pacar lagi
“Eh iyaa, tapi perasaan mama belum bilang deh kalau mama mau ngobrol, bagaiman kamu bisa tahu?” Tanya mama dengan bingung
“Ehm.. ya El hanya menebak saja maa. Tidak mungkin kan mama kesini hanya ingin menceramahi El saja. Kalau mama beneran kesini hanya untuk menceramahi El masalah pacar, mama bener-bener keterlaluan” jawab El dengan mengerucutkan bibir
“Hahahaha... anak mama ini memang sangat pintar yaa (sambil cubit pipi El dengan lembut). Jadi begini sayang, masalah Sean yang tadi mama bicarakan saat sarapan, kamu masih inget kan?” Tanya mama
“Oh iya ingat ma, ada apa ma?” Tanya El balik
“Jadi begini sayang, kemungkinan Sean disini hanya beberapa hari saja, karena pekerjaan dia yang super sibuk jadinya dia hanya bisa cuti beberapa hari aja.” Ucap mama
“Oh baguslah ma jika begitu, berarti El tidak perlu lama-lama melihat muka dia disini” jawab El dengan santai
“Hush.. kenapa berbicara seperti itu nak? Justru karna itu mama kamu kamu yang menemani Sean jalan-jalan selama Sean disini” jawab mama
“HAHH? Mama bilang apa barusan?” Tanya El dengan berteriak kaget
“Kenapa kamu sampai berteriak seperti ini nak? Mama bilang, kamu harus menemani Sean selama dia disini, karena kamu kan yang paling tau tempat-tempat bagus di sini. Jadi menurut mama kamu cocok jadi pendamping Sean selama dia disini.” Ucap mama
“Astaga mama, apa dia tidak bisa menyewa tour guide saja man? Dia kan kaya, pasti dia mampu menyewa seorang tour guide profesional ma. Lagian El sepertinya akan sibuk ma, mama kan tau sebelum kelulusan El harus sering-sering ke kampus untuk menyerahkan dan menandatangi berkas-berkas, inilah itu lah. Jadi El pasti sibuk sekali ma, mana mungkin sempat mengurusi Sean itu” ucap El
“Sayang mama tau kamu sibuk, tapi mama yakin kamu pasti punya sedikit waktu buat Sean. Lagian kamu kan bisa bawa Sean kemanapun kamu pergi, pasti sean mau ikut. Sean kangen sama kamu nak, jadi kamu harusnya lebih sering bersama dia selama disini, kalau tidak ada yang menemani dia disini nanti kasihan Sean kesini sia-sia nak.” Ucap mama dengan ekspresi sedih
“Heem, baiklah mah. El paling lemah kalau lihat mama pasang ekspresi sedih begitu. El usahain yaa ma, dan juga Sean itu gk boleh nyebelin ya ma kalau mau El temenin, bisa-bisa El mati kesel maa” jawab El dengan mengerucutkan bibirnya
“Hahaha.. terima kasih ya sayang, kamu memang anak mama yang paling baik” ucap mama seraya memeluk putrinya dengan gemas
“Tentu saja maa, kalau bukan El anak mama yang paling baik, memangnya mama masih punya anak lain? Jelas-jelas dirumah ini cuma El doang anak mama dan papa” jawab El sambil balas memeluk mama
“Hahaha iya juga yaa nak” jawab mama sambil tertawa
mereka pun tertawa bersama di kamar El sambil berpelukan bahagia