
Deg
deva terdia membeku ketika pak andi menanyakan hal tersebut....keheningan cukup lama terjadi di antara mereka,sampai suara pak andi kembali memecah keheningan di antara mereka
"DEVA,apa kamu mencintai jesika?"tanya pak andi untuk yang kedua kalinya seraya menatap tajam deva seperti ingin mengulitinya hidup-hidup,,,dan deva pun masih terdiam,deva merasa dilema,akankah menjawab jujur atau bohong,karena semua hal yang buruk saat ini sedang berlarian di kepalanya jika deva menjawab dengan jujur.
Tapi deva pun tidak ingin membohongi hatinya sendiri..jadi sampai saat ini deva masih membungkam tapi tidak dengan hati dan pikirannya yang saat ini sedang berperang .
"karena kuperhatikan selama ini,,kamu setiap hari mengantar bahkan sekali-kali menjemput jesika bekerja?...
deva,apa kamu mendengarkan aku??"ucap pak andi ketika nada bicaranya naik 1 oktaf dan itu benar-benar membuat seketika deva sadar dari lamunannya dan langsung menatap pria di depannya yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak bersahabat seperti biasanya.seakan ingin menguliti deva hidup -hidup...deva pun menghembuskan nafas sebelum menjawab pertanyaan pak andi,diapun tertunduk,
"saya minta maaf sebelumnya pak,,mungkin saya sudah lancang, kalau boleh jujur....
saya memang mencintai anak bapak yaitu jesika biantara,saya mencintainya dengan sepenuh hati saya"ucap deva dengan tegas seraya menatap mata pak andi seolah ingin menunjukan kesungguhan hatinya ,,,,
keheningan kembali terjadi di antara mereka ,raut wajah pak andi masih sama seperti sebelumnya dengan tatapannya yang tajam dan sikapnya yang tidak bersahabat,pak andi pun berdiri seolah sedang mengumpul kan tenaga..dan devapun memejamkan matanya sambil menunduk bersiap untuk menerima apapun yang akan di lakukan pak andi terhadapnya,deva menyiapkan diri jika pak andi akan menyeret dan mengusir deva ke arah pintu keluar yang kini terbuka lebar.
perlahan tapi pasti gerak langkah kaki pak andi mampu membuat jantung deva ingin Loncat dari tempatnya,ketika pak andi mendekat ke arah deva.
*greppp*
sentuhan hangat deva rasakan di bahunya,,seketika diapun membuka matanya ,dan melihat tangan pak andilah yang merangkul bahunya saat ini seraya tersenyum dan keramahan nya kini deva rasakan kembali
"teruslah perjuangkan cinta kamu dev,ayah yakin jesika pun sepertinya memiliki rasa yang sama sepertimu,karena selama jesika bekerja, jesika tidak pernah membawa seorang teman,baik itu laki-laki maupun perempuan yang dia bawa kerumah dan memperkenalkannya langsung dengan keluarga selain kamu,,,"jelas pak andi seraya memasang senyuman manisnya
"tapi yah,,,bukankah jesika telah bertunangan?"tanya deva ragu,karena melihat ekspresi pak andi sepertinya pak andi merestui hubungan deva dengan jesika .
"huh !!....itu benar,,tapi kita kan tak tau siapa yang akan jadi jodoh jesika nantinya,yang pasti ayah akan selalu mendukung apapun keputusan jesika nanti,dan ayah juga tak akan melarang siapapun untuk mendapatkan hati jesika jika dia memang serius mencintai anak ayah....
jangankan yang bertunangan dev,yang sudah menikah aja masih bercerai itu tandanya mereka tidak berjodoh " jelas pak andi
"berarti secara tidak langsung,ayah merestui hubungan kami,jika nanti jesika memiliki perasaan yang sama?" tanya deva dengan antusias
"iya ayah merestui dengan satu syarat jangan melakukan sesuatu hal di luar batas sebelum kalian sah menjadi suami istri,,,,dan persiapkan hati kamu juga jika jesika tetap memilih diaz sebagai pasangan hidupnya nanti" jelas pak andi,yang seperti berperan sebagai seorang ayah yang menasihati putranya,seketika kehangatan menjalar di relung hati deva ketika merasakan kasih sayang seorang ayah,deva pun menggenggam erat tangan pak andi seraya berkata
"saya akan menjaga jesika dengan sepenuh hati saya yah,,,dan saya akan terus berjuang untuk mengambil hati jesika dan menjadikanku sebagai lelaki terakhirnya"
"oke ,pembicaraan kita selesai,kamu mau menginap disini dev?"tanya pak andi ketika melihat jam di dinding hampir menunjukkan waktu pukul 00:45
"sim??apa hubungannya sim dengan menginap disini dev?....
dan bagaimana mungkin kamu tidak memiliki sim,tapi udah bawa motor kekaur kota pula gak takut kena razia polisi? ."tanya pak andi kebingungan
"hehe bukan SURAT IZIN MENGEMUDI maksudnya ayah,melainkan SURAT IZIN MENGINAP yaitu berupa buka nikah yah"ucap deva malu- malu dan pak andi pun tertawa
"dasar kamu,ada-ada aja ,ya udah segera pulang sekarang,,,udah malam,,,hati-hati di jalan ya"
pinta pak andi ,dan mengantar deva keluar karena deva pun emang udah siap untuk pulang..
pak andi mengantar deva keluar dan menunggu sampai motor deva melaju dan menghilang dari pandangannya..
lalu pak andi pun masuk ,mengunci pintu,mematikan lampu ruang tamu,dan pergi ke dapur untuk memeriksa takutnya gas bocor ,dan memeriksa keran takut aja menyala setelah semua aman ,pak andi pun masuk kamar dan mengunci pintu...
dan jesika pun baru memasuki kamarnya,iya jesika keluar dari kamarnya ketika mamanya masuk kamar tadi dan diapun bersembunyi dipojok yang masih bisa melihat sekitar ruang tamu tanpa keliatan oleh siapapun dan jesika bisa mendengar dengan jelas apa saja yang di bahas di ruang tamu tadi.
jesika sengaja mencuri dengar karena jesika takut kalau deva kena amukan ayahnya walau sebenarnya mustahil ayahnya lakukan,karena emang ayahnya tipe orang yang sangat sabar,tidak pernah marah apalagi memukul,,,jangan kan kepada orang lain kepada anak sendirinyapun tidak pernah.
"hati-hati pulangnya ya dev,,,
kabari aku kalau udah nyampe rumah,,,
Kamu baik-baik aja kan dev?
maaf tadi aku tidak menemanimu,,," ,,,serentetan chat yang jesika kirimkan untuk deva ,jesika pun menyimpan ponselnya ,dan membaringkan tubuhnya,berharap dia bisa bertahan sampai deva membalas pesannya ,,ternyata jesika tak sekuat itu,,,kini jesika sudah terlelap dalam mimpinya
30menit kemudian deva sampai di kontrakan,dan melihat dela terduduk di depan pintu kontrakan deva,ntah apalagi yang akan dela lakukan kali ini...delapun bangun dari duduknya ketika melihat deva mendekat ke arah kontrakan nya
"dev,aku minta maaf ,atas apa yang aku lakukan tadi,terhadap kamu dan jesika ,tadi aku benar-benar kehilangan arah dan hatiku sedang kacau karena emang aku lagi banyak masalah,bukan cuma masalah aku aja tapi masalah keluarga pacar aku juga,tadinya aku berharap dengan pulang kesini dan bertemu kamu ,kamu bisa menenangkan hati aku tapi ternyata.... ach sudahlah,,,,yang pasti aku minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu dev" ungkap dela berharap pengertian dari deva walau caranya seperti tetap menyalahkan deva dengan kejadian ini..
"sudahlah del,,,lupakan soal tadi,,pergilah ke kontrakan mu,aku cape ingin istirahat" ucap deva sedikit ketus ,
"iya dev,aku akan pergi,,,tapi satu hal yang harus kamu ingat,,,jika jesika meninggalkanmu,hubungi aku,,,aku kan selalu ada disini untuk kamu" jelas dela kepada deva,,,lalu diapun melangkahkan kaki nya menuju kontrakan nya sendiri..dan deva langsung masuk kontrakan dan langsung menguncinya dengan rapat ,,,tidak lupa jendelanya pun dia tutup dengan rapat ,karena takut ada yang mengintip
deva pun membersihkan diri nya sebelum berbaring di kasur setelah selesai diapun memeriksa hpnya dan membalas pesan yang di kirimkan oleh jesika ,setelah menunggu agak lama dan tidak ada balasan chat dari jesika ,deva pun memejamkan matanya dan terlelap