My Beloved

My Beloved
bab 11



seminggu sudah berlalu,dan hubungan jesika dan deva semakin dekat,mereka semakin intens setiap malam untuk saling bertukar cerita,sepertinya tidak kehabisan tema mereka untuk terus bertukar cerita via chat,walau mereka tidak pernah bertukar suara,tapi hubungan mereka cukup dekat walau hanya sekedar komunikasi via chat.


"apa ga ada yang marah ini,tiap hari chatingan,dan kamu selalu stay balas chat aku tak pernah telat walau satu menit pun?" tanya deva di sela-sela chatingan mereka


"siapa yang marah?"


"ya tunangan kamu lah,siapa lagi??"


"enggak kok,dia mungkin sekarang udah tidur karena tadi chat terakhir jam 7,katanya dia mau tidur karena cape pengen istirahat πŸ˜₯" balas jesika via chat nya yang sekarang menunjukan waktu pukul 21:00


"oh gitu ya,ya sudah kamu jangan sedih kan ada aku yang temenin kamu malam iniπŸ˜†"


"hehe enggak kok aku gak sedih,aku sudah terbiasa sendiri tanpa kehadirannya sekarang,,


aku cape kalau harus terus mengemis waktu untuk minta perhatiannya padaku, selalu aku yang duluan yang harus chat dia,gak pernah dia mau duluan chat aku"


"hm kalau boleh tau,emang kerjaan tunangan kamu apa?"


"dia bekerja di batu bara selama 1tahun ini dan katanya beberapa bulan lagi dia mau di angkat menjadi karyawan tetap"


"uwaw cukup menjamin juga kerjaannya,kamu tak akan takut kekurangan finansial nanti kalau kalian sudah menikah"


"hm begitulah,,,tapi aku ragu apa hubungan ini akan sampai ke jenjang pernikahan atau tidak,walau kami sudah setahun tunangan"


"lha emang tunangan kamu tak pernah bahas soal pernikahan emangnya??"


"sering bahas tapi bukan soal penentuan tanggal pernikahan melainkan tentang resepsi pernikahan kami nanti,dia ingin pesta pernikahan kami nanti itu di adakan di gedung dengan acara yang mewah juga megah,mungkin karena gengsi kalau harus acara biasa-biasa saja"


"uwaw,,berarti biaya pernikahan kalian nanti akan di tanggung semua sama tunangan mu itu donk ya?


"enggak juga,dia ingin aku juga ikut mengumpulkan biaya buat pesta pernikahan kami,karena kami tidak ingin merepotkan kedua orang tua kami,jadi kami harus berjuang sendiri untuk biaya pernikahan kami nanti,


walau sampai sekarang aku tak pernah menyisihkan uang gajihan aku untuk itu πŸ˜„"


"dasar katanya ingin segera di halalkan ,tapi malah tidak mau memulai menabung,ngomong pernikahan seperti apa yang kamu inginkan??"


"ntahlah aku ragu ,aku inginnya pernikahannya d lapangan saja yang dekat rumah ,out door gitu, dengan acara yang biasa saja tak perlu mewah dan megah,gak perlu sewa gedung juga biar uangnya bisa bermanfaat untuk kehidupan kami selanjutnya nanti,


bahkan aku sudah beberapa kali ngobrol dan berpesan dengan orang yang punya lapangan itu untuk jangan di jual dulu karena nanti itu akan jadi tempat resepsi pernikahan dia"


"hm mudah-mudahan di beri jalan keluar yang terbaik y,"


"iya dev,udahan dulu ya dev,aku dah ngantuk ini,besok kita sambung lagi chat nya insya alloh,bye dev,assalamualaikum"


"iya jes gak kerasa udah jam 11 z,met istirahat y,,mimpi indah selalu,dan waalaikum salam"


deva pun menyimpan ponselnya dan bersiap untuk tidur,agar segera bertemu dengan pujaan hatinya esok hari


*


pagi pun tiba,beruntung deva tidak pernah kesiangan lagi sekarang,karena akhir-akhir ini alarmnya bener-benar mengusik tidur nya deva,walau udah beberapa kali di matikan tetap saja berdering ,alarm alaminya,siapa lagi yang berani mengusik ketenangan deva kalau bukan jesika,iya jesika sekarang lebih aktif bangunin deva tiap subuh,sehingga deva tidak pernah ketinggalan sholat subuh lagi.


jesika akan terus miscall deva selama deva belum membalas chat nya,,,walau panggilannya drijeck sama deva tapi jesika terus mengulang panggilan itu sampai deva membalas chat dan memberi tahu kalau dia sudah bangun,barulah jesika berhenti untuk miscall deva dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.


tepat pukul 05:45


bip...bip (ada pesan masuk d ponsel deva)


"dev,kamu udah siap berangkat belum?"tanya jesika lewat chat nya


"belum sih,masih santai aja tapi mandi mah udah,lagian mash pagi juga,hehe"


"kita sarapan bareng yuk,di depan perusahaan?"ajak jesika, perusahaan tempat deva dan jesika bekerja merupakan perusahaan besar dan didepan pintu gerbang perusahaan sudah banyak yang berjualan kaki lima,baik itu makanan,pakaian atau lain-lain,intinya seperti pasar dadakan saja


"dasar ,,semangat banget kamu,ku tunggu kamu jam 6 ya,soalnya aku lagi di jalan sekarang" balas jesika sumringah stelah kirim chatnya


"iya siap,aku siap-siap sekarang"


chatingan pagi pun berakhir dan deva kembali berganti pakaian seragamnya dan memakai jam di tangan kirinya,deva pun langsung menyambar jaket yang menggantung dan langsung memakainya seraya mengunci pintu kontrakan


begitulah deva,deva tak pernah memakai parfum karena dia mempunyai keringat yang cukup bikin orang hampir pingsan ,jadi dia tidak mau memakai parfum yang nantinya akan menjadi baunya sangat aneh ketika bercampur dengan keringatnya sendiri.


tepat pukul 06:00


deva pun sampai dan dia sudah melihat jesika menunggu di depan pintu gerbang perusahaan.


"maaf lama menunggu ,tadi kejebak lampu merah ,jes"


"hehe ya tak apa dev,santai aje ,waktu masih panjang,yuk kita segera cari sarapan,hm mau sarapan apa dev?


"aku ikutin kamu saja,kamu mau sarapan apa?


"aku inginnya sarapan bubur ayam dev".


"boleh juga,,,yuk kita kesana mumpung kosong,kalau di nanti -nanti takut penuh dan rak kebagian tempat duduk"


mereka pun segera mendatangi tukang bubur dan memesan makanannya.


"pukul 06:20 mereka baru menyelesaikan sarapannya ,kenapa lama?karena sarapan mereka begitu banyak ngobrolnya di banding makannya ,jadi mulutnya selalu di penuhi oleh obrolan bukan makanan


"hm jes,kamu ikut aku aja ke parkiran,kan lumayan menghemat waktu ,jarak dari gerbang utama ke departemen kita tuh lumayan jauh lho"


"iya dev,boleh juga,hayooo lets go" ucap jesika sambil naik motor dan mengulurkan kedua tangannya ke depan sebagai tanda dia harus segera meluncur


dan deva pun hanya tersenyum ,melihat semangat jesika pagi ini. ntahlah deva matanya nyaman kalau di dekat jesika,rasanya dia tak mau berjauhan dengan jesika kalau hanya semenit (eitsss inget dev dia udh punya tunangan).


waktupun bergulir dengan cepat ,tak terasa waktu istirahat telah tiba,dan lagi-lagi mereka menghabiskan waktu makan bersama,sambil berbincang ringan


"hm dev,besok tanggal merah,kamu ada acara gak di hari jum'at besok?tanya jesika di sela-sela makannya,selalu begini seperti tak pernah kehabisan tema obrolan sehingga kebersamaan mereka selalu di iringi dengan obrolan receh mereka


"gak kok jes,aku gak ada acara kemana-mana,,,eh bentar deh aku lupa kalau besok aku ada janji deng" jawab dev sambil menepuk jidat nya


"janji sama siapa dev?" ucap jesika menatap sengit karena terselip kecemburuan disitu


"sama kasur ,aku janji kalau hari libur aku gak akan jauh-jauh dari kasur"jawab deva santai sambil cengengesan ,dan jesika pun lega mendengar nya


"dasar,,,aku kira janjian sama orang,tapi kamu keberatan gak ,kalau besok aku main ke kontrakan kamu?"


"kamu serius mau main ke kontrakan??tnya deva kaget sekaligus senang


"iya dev itu juga kalau gak ganggu waktu kamu"jawab jesika


ntahlah rasanya jesika tidak ingin absen untuk melihat wajah deva ,selalu ingin melihat wajahnya dan becanda bersama,cukup hari minggu saja dia libur melihat wajah deva,tapi walaupun begitu mereka tetap sering mengirimkan fhoto-fhoto aktivitas mereka


"boleh banget donk jes,kabari aku aja kalau kamu jadi datang besok ya,kalau perlu aku jemput kamu,hehe"


ucap deva semangat dan senangnya luar biasa.


"iya pling habis dzuhur aja aku mainnya,biar kamu bisa sholat jum'at dulu"


"oh iya sudah kalau begitu,udah selesai makannya kan,kita sholat yuk mumpung masih ada waktu"


ajak deva ketika mereka menyelesaikan makannya dan itu disetujui oleh jesika dan mereka pun berpisah,karena emang tempat ibadah mereka terpisah