
dua minggu telah berlalu,tepatnya hari ini hari Sabtu,yaitu hari yang paling dinanti dan membuat semua karyawan semangat,bagaimana tidak,karena di hari ini mereka cuma kerja selama 5jam saja dengan gaji di bayar full seharian,enak gak tuhh.
tepat jam 12:00 bel pulang pun berbunyi.lalu mereka membereskan dan merapihkan ruang kerja mereka masing-masing dan bersiap untuk ngantri mengisi absen pulang,karena kalau di hari sabtu,para karyawan di tuntut untuk segera meninggalkan area produksi dan satpam selalu berkeliling untuk mengingatkan jangan sampai ada barang yang ketinggalan di dalam jika semua karyawan telah keluar karena gerbang akan di kunci.
lalu bagaimana kabar hubungan jesika dan deva??tentu saja semakin hari hubungan mereka semakin dekat karena belakangan ini deva sering mengantar jesika pulang sampai ke depan rumahnya bahkan sering kali deva mampir dan makan malam bersama keluarga jesika,sebenarnya deva enggan untuk makan di rumah orang lain,tapi karena jebakan dan paksaan dari orang tua jesika juga yang mau gak mau deva menerima ajakan makan malam mereka selama beberapa kali dalam seminggu.
lalu jebakan apa yang di maksud deva???
plash back on
sore itu tepat di hari jum'at pukul 17:20 ponsel deva berdering ada panggilan masuk yang ternyata nama jesika yang tertera di panggilan tersebut,dan deva pun segera menjawab teleponnya"
"assalamualaikum dev,kamu ada di kontrakan gak?aku lagi didepan gank kontrakan kamu nich,,kamu bisa kesini gak?aku mau nganterin jaket yang ku pinjem punya dela,gak enak udah terlalu lama jaketnya di tangan aku,takut aja dela butuhin jaketnya". seru jesika
"waalaikum salam jes,oh ya siap aku kesana sekarang,kamu tunggu bentar ya" panggilan pun terputus dan deva langsung menyambar jaket adidas nya Tanpa mengganti celananya terlebih dahulu,ya deva mengenakan celana training pendek selutut dan baju kaos .
5menit deva pun sampai di tempat tujuan dan langsung menghampiri jesika.
"kenapa gak besok aja di kembaliinnya jes,kan besok kita pulang siang,pasti kita juga bisa keluar bareng?"tanya deva heran tapi tak bisa di pungkiri dia bahagia karena walaupun dia selalu pulang lebih awal dari jesika tapi masih bisa menatap wajah cantik dan imutnya jesika.
"aku gak enak dev,kalau harus nunggu besok,terlalu lama masalahnya,udah seminggu jaket itu di tangan aku,karena waktu kita yang gak sama dengan waktu datang dan berakhirnya jam kerja kita jadi aku tiap hari selalu bawa jaket itu ke dalam tas,dan lumayan berat juga,heheh"
"oh iya juga ya,sekarang-sekarang aku cuma lembur satu jam sedangkan kamu lembur 2jam dan pagi pun,kadang aku dulu yang nyampe kadang kamu duluan yang nyampe,intinya kita tidak di pertemukan saja di waktu yang tepat y?"
"betul sekali dev,dan aku minta maaf karena ngajak kamu ketemuan disini ,karena kalau aku langsung datang ke kontrakan kamu akan lumayan memakan waktu karena jarak dari jalan raya ke kontrakan kamu lumayan jauh,jadi aku takut kemalaman nyampe rumah"
"iya gak apa-apa jes,aku ngerti kok" mereka pun terdiam sesaat seolah ada keinginan yang ingin mereka sampaikan tapi mereka mengurungkannya lalu suara jesika pun memecah keheningan tersebut
"ya sudah dev,waktu udah mau magrib,aku pamit pulang ya,takut terjebak macet kalau lewat magrib,pasti isya nyampe rumahnya,ini jaketnya dan sampaikan kata"terimakasih untuk dela" pamit dela seraya memberikan jaket dela tersebut dan deva pun menerimanya.
"tunggu jesika,,,"jesika pun menghentikan niatnya untuk menyetop angkutan umum yang akan dia naiki lalu menoleh ke arah deva seolah menunggu kata selanjutnya yang akan deva sampaikan
"hmmm jesi,,,kalau aku yang antar kamu pulang sekarang,mau g?"tanya deva harap-harap cemas takut jesika menolak karena jesika masih terdiam dan menatap deva dengan tatapan yabg sulit di artikan
lalu deva pun melanjutkan perkataannya supaya jesika tidak salah paham dengan niat baik deva mengantar jesika pulang
hm kamu gak usah takut,jes,,kalau kamu tidak mau aku tau rumah kamu,nanti kamu minta turun aja di jalan yang dekat dengan rumah kamu,biar kamu jalan kakinya gak terlalu jauh dan memakan waktu lama,gimana jes? tanya deva masih dengan harap-harap cemas karena jesika masih terdiam membisu ...lalu tak lama kemudian,jesika pun tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya ,pertanda dia mau di antar pulang oleh deva,dan deva pun merasa lega lalu langsung menyuruh jesika untuk naik ke atas motornya biar tak terlalu banyak makan waktu.
"jangan lupa ya jes,nanti kamu kasih tau aku untuk berhenti dimana,dan ingat jangan nyuruh aku berhenti tepat di depan rumah kamu,karena aku tak bisa mampir ke rumah kamu dengan penampilan aku seperti ini" pesan deva dengan penuh percaya diri kalau dia akan tau rumah jesika dan berharap bisa mampir ke rumah jesika. (uuuh dasar deva,,khayalanmu tinggi sekali)
"iya dev,,iya,,,bawel banget sih kamu" ucap jesika sambil menyeringai,,,,
mereka pun melanjutkan perjalanan dengan di iringi obrolan santai sepanjang perjalanan ,
20menit kemudian deva sampai didepan gang yang cuma masuk satu mobil ,lalu dev pun memasuki area tersebut dan di sepanjang jalan jantung deva berdetak kencang,karena perjalanan ini akan menuju kerumah jesika...dan deva pun tak berhenti memikirkan rencana ,bagaimana nanti setelah dev menurunkan jesika dia akan langsung puter balik motornya dan langsung pergi dari sana,lagi-lagi dev berpesan pada jesika
"ingat jes jangan minta turun,tepat di depan rumah kamu"
Jesika pun hanya berdeham saja tak menjawab dengan lisannya,,,jalanan pun semakin sepi dan kini memasuki area yang hanya bisa di lewati satu motor alias jalan sempit...laku deva pun mulai merencanakan cara melarikan diri nanti kalau-kalau Jesika benar-benar menghentikan motornya tepat di depan rumahnya.
bukan deva tidak ingin mampir ke rumah jesika hanya saja w
Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menemui calon mertua(hahahhaha gaya lu deva ,,calon mertua ,hubungan lu sama jesika aja masih belum jelas)
bagaimana tidak,penampilan deva yang hanya mengenakan celana training pendek selutut dan jaket yang berlapiskan kaos tipis di tubuh deva rasanya tidak sopan jika harus menemui orang tua dengan penampilan begini itulah yang dipikirkan deva saat ini.
"belok kanan dev"seru jesika dan dev pun membelokkan motornya ke sebelah kanan dan ternyata jalannya benar-benar sempit sekali,dan deva pun mulai was-was karena dia takut tidak bisa melarikan diri nanti.
ketika melihat pertigaan didepan,mulai ada secercah harapan deva untuk langsung melarikan diri nanti karena sepertinya jalan pertigaan di depan deva itu masih cukup untuk puter balik motor deva nanti
"udah berhenti disini aja dev,"pinta jesika dan jesika pun langsung turun dari motor tepat di depan sebuah pintu dengan teras mini.
"rumah kamu yang mana jes?"tanya dev heran,karena emang selain jalannya sempit rumahnya pun berdempetan dengan rumah lain,tidak ada sekat/pembatas dari rumah ke rumah.
"itu rumahku dev"tunjuk jesika dengan senyum penuh kemenangan yang mana jari telunjuknya mengarah ke pintu rumah tepat dimana jesika turun dari motor dev,
dev pun benar-benar terkejut dan langsung mendorong motornya untuk parkir putar balik,tanpa banyak berkata lagi