My Beloved

My Beloved
bab 68



"assalamualaikum mah,gimana keadaan jesika sekarang?apa udah ada kabar dari dokter?"


ujar deva ketika sampai di rumah sakit dengan nafas yang terengah-engah.


setelah deva menerima telepon dari bu tia,deva segera minta izin ke atasannya untuk pulang lebih awal,kebetulan pekerjaan deva tidak terlalu di buru-buru sehingga dia mudah untuk mendapat izin pulang lebih awal....


"waalaikum salam,,,mamah juga belum tau ,dokter belum keluar dari tadi"


"kenapa istri kamu bisa pingsan pagi-pagi??apa tadi sebelum kamu berangkat,tidak ada gelagat yang mencurigakan pada tubuh jesika?"


"hm salah deva sih ma,deva tadi tidak sempat menemui jesika karena deva berangkat lebih pagi tadi,jadi deva tidak sempat memperhatikan keadaan jesika"


"apa kalian bertengkar?" selidik bu tia


"iya ma,semalam kami bertengkar dan pisah kamar juga,entahlah akhir-akhir ini mood jesika mudah berubah-rubah,,,sering kali buat deva kesal sehingga buat deva lepas kendali ,,maafkan deva mah"


"oh begitu,,,pantas saja tadi mamah tuh tak enak hati makannya pagi-pagi mamah datang ke rumah kalian dan ternyata melihat Jesika sudah terkapar di lantai,,


kalau mamah tak datang,entah sampai kapan jesika akan bertahan"


obrolan pun berlanjut seraya menunggu kabar dari dokter tentang pemeriksaan jesika dan tak lama dokter pun keluar Dari ruangan Jesika dan mengabarkan kondisi jesika yang ternyata penyebab pingsan nya adalah


"JESIKA HAMIL 4MINGGU"


tangis bahagia pun pecah karena apa yang di inginkan oleh deva dan Jesika akhirnya terwujud ,alloh kembali memberikan kepercayaannya kepada mereka dengan menitipkan mahluk kecil yang kini tumbuh d rahim istrinya.


POV DeVA


aku benar-benar kesal dengan sikap Jesika kali ini,,kesabaranku benar-benar di uji,cuma gara-gara aku tak menemaninya sarapan dia sampai mendiamkan aku seharian dan malam pun malah ngajak bertengkar,sehingga aku membiarkan dia untuk tidur di kamar yang lain,,,entahlah hatiku rasanya dongkol sekali.


aku mengerti dia ingin aku temani beli sarapan di luar,tapi kenapa dia tak mau menunggu aku 5menit saja supaya aku bisa puas-puaskan dulu tidurku,soalnya kalau aku bangun dengan kondisi masih mengantuk berat,akan berujung sakit kepala yang tak tertahan nantinya dan Jesika pun tau akan hal itu tapi entah kenapa hari ini pengertian jesika pun mendadak sirna...


pagi -pagi aku bangun,dan aku bersiap-siap untuk berangkat kerja tanpa melihat dan membangunkan Jesika terlebih dahulu karena aku masih kesal padanya.


aku menyiapkan semua keperluan dan sarapan ku,aku memang tidak menyediakan sarapan untuk jesika karena aku takut jesika enggan untuk memakannya.


aku bergegas pergi tanpa melihat atau berpamitan pada jesika terlebih dahulu,,,,,


setelah tiba di tempat kerja ku,aku langsung berkutat dengan pekerjaanku,tidak ada obrolan atau sarapan bareng teman-teman seperti yang biasa aku lakukan setiap hari,,dan terlihat dari wajah teman-teman ku sepertinya mereka bertanya-tanya kenapa aku tidak ikut gabung ngobrol dan sarapan bareng,tapi mereka enggan untuk bertanya langsung padaku.


.


dddrrrtdddrt drttt


(ada panggilan masuk ke ponsel ku dan kulihat mama mertuaku yang telepon dan akupun segera menjawabnya....


betapa terkejutnya aku,ternyata mertuaku mengabari kalau jesika pingsan di kamar mandi...


lemes kakiku ketika mendapat kabar seperti itu,,bisa-bisanya aku mengabaikan hal besar seperti itu,ada penyesalan dalam hati karena tak sempat melihat jesika dulu sebelum berangkat kerja tadi,,aku tak tau apa jesika pingsan sebelum aku berangkat kerja atau setelah aku berangkat kerja,,,


aku berlari kencang ketika sampai di parkiran rumah sakit ,aku segera menemui mertuaku dan menanyakan kabar jesika pada beliau yang ternyata mertuaku juga belum mendapat kabar apapun dari dokter....


semakin besar rasa bersalahku ,karena sudah meninggalkan istriku hari ini,,beruntung mertuaku datang pagi-pagi sehingga jesika bisa segera di bawa ke rumah sakit .


Mertuaku bertanya padaku tentang keadaan jesika sebelumnya,akupun tak bisa menjawabnya ,akhirnya aku pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada mertuaku,beruntung mertuaku mengerti dan tidak memperpanjang masalah kami...


kamipun lanjut mengobrol sambil menunggu kabar dari dokter...


dan tak lama dokter pun keluar dari ruangan nya dan memberikan kabar yang benar-benar aku tunggu yaitu


"jesika hamil"


luruh sudah air mataku ,aku langsung bersujud syukur berterimakasih kepada alloh karena memberikan kami kepercayaan kembali untuk memiliki anak.


aku berjanji aku akan menjaga istri dan anakku lebih baik lagi dari kemarin.. aku tak ingin kehilangan anakku untuk kedua kalinya..


aku juga akan lebih sabar lagi menghadapi sikap istriku ..mungkin itulah alasan kenapa sikap istriku akhir-akhir ini sering berubah ,,ternyata ada anakku didalam perutnya


#POV end #


"cayank,maafkan aku ,aku tak sempat berpamitan pergi sama kamu tadi pagi" ucap deva ketika memasuki ruangan jesika di rawat


"gak apa- apa husby,,oh ya,kapan aku boleh pulang?aku baik-baik saja kan by?"


"tunggu kabar dari dokter kapan kamu di perbolehkan pulang ya cayank,,pokonya sekarang kurangi egonya ya,ada mahluk mungil di dalam perutmu yang harus di jaga."


"mak...maksud hasby,,,aku hamil?" ucap jesika setengah tak percaya dan Jesika membelalakkan mata nya ketika deva memberi anggukan atas pertanyaan jesika ,air mata pun kembali meluncur di pipi jesika sembari memeluk deva dengan erat,,,dia melupakan seseorang yang kini ada di sampingnya yaitu ibunya sendiri


"eh mamah,,aku minta maaf,kalau aku gak sopan malah mesara-mesraan di depan mamah"ucap jesika langsung menguraikan pelukan nya dan merasa tak enak kepadanya ibunya...


walaupun deva adalah suaminya tapi mereka tidak pernah mengumbar kemesraan kepada orang lain termasuk kepada keluarganya sendiri.


"gak apa-apa kok jes,santai aja ...kalian kan udah suami istri jadi sah-sah saja mau bermesraan di depan umum pun,apalagi di depan mamah kamu sendiri"


"hehe iya mah ,tak enak aja,asa gimana gitu"


"sudah jangan di bahas lagi.


selamat ya jes,untuk kehamilan kedua kamu,harus betul-betul di jaga sekarang mah ya,kamu jangan banyak pikiran,jangan sampai stres,ada apa-apa cerita langsung ke suami atau mamahmu ini ,ya"


"siap bos,insya alloh kali ini jesika akan benar-benar kandungan jesika,sudah cukup pengalaman kemarin jadi pelajaran yang sangat berharga buat jesika dan Jesika tak akan mengulang nya lagi.


"subhanallah walhamdulilah wala Ilaha ilallohu wallohu akbar"


ucap jesika dalam hati,ia berjanji akan menjaga kandungannya dengan baik sekarang,dia akan turunkan ego dan emosinya sekarang,demi kebaikan sang jabang bayi