My Beloved

My Beloved
bab 12



hari jum'at,hari yang kebetulan bertanggal merah tersebut sehingga menghentikan sebagian aktivitas para karyawan sehari-harinya untuk hari ini,tapi tidak untuk deva,dia pagi-pagi sudah bangun seperti biasa,dia cuci baju, beres-beres dan merapikan keadaan kontrakan yang seperti kapal Pecah,bagaimana tidak karena jam kerja dev yang bertambah kadang dev hanya pulang untuk sekedar makan dan tidur saja.


sedangkan di tempat lain,jesika masih bermalas-malasan di tempat tidurnya,karena jesika anak pertama dari 2 bersaudara,setelah sholat subuh dan membangunkan deva ,jesika kembali tidur karena kapan lagi waktu bisa bangun siang seperti sekarang,dan lagian ibunya pun tak pernah menuntut jesika untuk bantu-bantu kerjaan rumah,karena ibunya tau betapa beratnya kerjaan jesika di perusahaannya jadi ibunya mencoba mengerti dan memahami jesika dan tak pernah menuntut pekerjaan apapun.


*


deva baru saja pulang dari.masjid setelah melaksanakan kewajiban nya sebagai orang islam,yaitu sholat jum'at,dan tak lama ad ayang ketuk pintu kontrakannya,deva pun terdiam sejenak


"siapa yang ketuk pintu?apa jesika udah nyampe y.? tapi gak ada kabar kalau dia udah berangkat dari rumah" gumam deva kebingungan sembari berjalan mendekati pintu dan membukanya


"eh kamu del ,ku kira siapa,"tanya deva kaget karena ternyata yang ketuk pintu adalah adel,,sekarang hubungan deva dan adel sudah mulai merenggang bukan karena deva menghindari tapi karena pekerjaan mereka lah yang jadi penghalang mereka untuk bertemu atau sekedar mengobrol ,karena deva sering lembur dan pulang jam 18:00,begitupun dela yang kerjanya ship siang,jadi tak ada waktu buat mereka bertemu beberapa waktu belakangan ini


" emang siapa yang kamu tunggu dev?tanya dela curiga dan deva hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan dela lalu dela pun melanjutkan obrolan lain


"bye the way,aku ganggu kamu gak dev?udah lama kita gak ketemu dan ngobrol seperti ini walau jarak kontrakan kita dekat tapi waktu yang membuat kita sulit untuk bertemu"


"hehe iya,enggak kok kamu gak ganggu ,sebenarnya aku lagi nunggu seseorang,kami udah janjian kemarin kalau teman sekaligus rekan kerjaku akan datang kesini nanti"


"oh ya,tumben,ada teman yang datang,emang siapa?"tanya dela penuh selidik karena selama ini tidak pernah mengajak teman-temannya untuk datang ke kontrakan kalau pun mereka meminta kumpul deva pasti menyuruh mereka untuk kumpul di luar


"jesika,kamu ingat dia kan?"


"jesika yang ketemu di tempat nasgor langgangan kita waktu itu?"


"iya del"jawab deva dan dela pun hanya ber"oh" ria


jam 2 lewat 25 menit ponsel deva pun berdering dan ada telepon masuk,tentu saja deva langsung menyambar ponselnya dan menjawab teleponnya siapa lagi kalau bukan dari jesika


"assalamualaikum, dev aku udah di pertigaan ini,,,kamu bisa jemput aku gak?kalau naik angkot pasti muter lagi soalnya kontrakan kamu jalannya satu jalur,"tanya jesika ketika telpon di angkat ,karena memang letak kontrakan deva berada satu jalur yang mana cuma jalan pulang menuju rumah jesika saja yang mereka lewati,sedangkan kalau jalan datang mereka harus memutar dan ganti angkutan umum lain


"ok siap jes ,aku kesana sekarang,kamu tunggu disana ya,kalau bisa di tempat yang rame,jangan sendirian nunggunya,takut ada yang nyulik,,haha"_kelakar deva


telepon pun berakhir dan deva pun segera berpamitan kepada dela untuk menjemput jesika


akhirnya yang di tunggu sampai juga dan senyuman keduanya lah yang saling menyambut kedatangan masing-masing...


"maaf lama nunggu,kamu sih dadakan ngabarin nya tadi,kan aku lewat jalan tikus jadi gak bisa ngebut kayak di jalan raya"ucap deva merasa bersalah


"gak apa-apa kok,aku sudah terbiasa menunggu"


"yeee udah deh gak usah curhat,,hayuu naik,,,"


segera deva pun menjalankan motornya ketika jesika sudah naik motornya.


"oy jes,di kontrakan ada dela,tadi dia tiba-tiba datang ke kontrakan,g apa- apa kan??"tanya deva merasa gak enak dan takut jg seolah deva ketauan ketemuan sama cewe lain di belakang jesika


"ya gak apa-apalah dev,dia kan pacar kamu,tapi aku ganggu gak nich acara kalian?,


kamu sih bilangnya g ada acara kemarin"


gerutu jesika


"lha siapa yang bilang dela pacar aku jes?dia teman kontrakan aku,ya emang sih hubungan kami lumayan dekat tapi hubungan kami tidak lebih dari sekedar teman,itu sih yang aku rasa selama ini,"


"serius kamu gak pacaran sama dela?tanya jesika kaget


"iya ,kenapa kayak yang kaget gitu tanya nya"


"iya enggak sih,agak beda aja gitu perlakuan dela ma kamu waktu ketemu di tempat nasgor dulu,seolah kalian itu sepasang kekasih,karena dela menggapit lengan kamu dengan mesra waktu itu" ucap dela.sedikit kesal mungkin karena cemburu kalau ingat hal itu