My Beloved

My Beloved
bab 48



"aku pikir kamu gak akan datang dev,,,"ucap dela ketika melihat deva di depan pintu kontrakan,,deva hanya tersenyum dan menjabat tangan dela serta kakanya dan di kontrakan dela ,dela tidak seorang diri melainkan ada kakanya yang jemput.


"kita ngobrol di luar aja ya"ajak dela ke deva


"dev ,,sebelumnya aku minta maaf kalau selama ini aku banyak salah sama kamu,,oh ya,aku mutusin pulang karena bulan depan aku mau menikah,aku harap kamu dan jesika bisa datang,,eh iya aku lupa,apa kamu masih berhubungan dengan jesika??ucap dela yang tak tau kalau mereka sudah menikah,efek lost kontek mereka tidak saling bertukar kabar satu sama lain,dan semua sosmed pun d blokir oleh jesika tentunya


"aku dan jesika sudah menikah setahun yang Lalu"


"waw sebegitu bencinya kalian padaku,,sampai-sampai kalian nikah pun aku tak tau,,,sejauh itu sekarang hubungan kita dev,padahal aku pikir tadinya kita masih bisa jadi teman terutama jesika ,,,aku pikir jesika bisa menjadi teman baik ku ternyata tidak"


"aku minta maaf atas perilaku jesika terhadap mu,,,"


"sudahlah tak apa ,,aku juga paham kenapa dia bisa bersikap seperti itu.mungkin dia masih cemburu padaku makannya dia masih belum bisa memaafkan dan berdamai denganku,,padahal sekarang aku udah gak punya perasaan apa-apa lagi sama kamu,,,,


aku ingin ketemu bukan karena aku masih ada rasa melainkan, ya bagaimana ya,,,pengen aja ketemu sebelum ku benar-benar meninggalkan kota ini,,karena kamu orang pertama yang dekat denganku di kota ini,,,selama 5thun ini kita saling menjaga,saling berbagi walau bukan sebagai pasangan tapi itu cukup melekat di hati"


"iya aku juga ingin menemui mu untuk meminta maaf jika ada janji yang belum sempat terwujud,...aku datang supaya kita bisa saling membebaskan diri saja sekarang,perpisahan kita tidak meninggalkan dendam maupun luka"...


"udah selesai ngobrolnya del,,ayuk kita. berangkat takut kesorean nanti nyampe rumah" ucap kakanya dela yang tiba-tiba keluar dari kontrakan dan mengajak dela untuk pergi ,,,


lalu dela dan deva pun mengakhiri percakapan mereka dan deva mengantar dela sampai depan jalan dan kakanya jalan kaki,,,,deva masih menemani dela di pinggir jalan karena kakanya dela belum kunjung datang,,,,


"dev,bolehkah aku memelukmu??"


ucap dela ragu dan deva pun menganggukkan kepalanya


mereka pun berpelukan dan akhirnya air mata delapun keluar dengan deras seolah ingin mengutarakan sesuatu yang terpendam dalam hatinya


cukup lama mereka berpelukan akhirnya kakanya pun datang dan segera menyetop salah satu angkutan umum yang menjadi tujuan kepergian mereka.mereka pun berpamitan dan berpisah ...deva pun melanjutkan pekerjaan yang belum sempat dia kerjakan,,,dia ada janji ketemu klien,,dan beruntung waktunya masih lumayan lama jadi deva sedikit santai di jalan.


*


"assalamualaikum cayank" ucap deva ketika sampai di depan pintu rumah


dan seperti biasa jesika selalu menyambut dengan senyum yang dapat menyejukkan hati dan menghilangkan segala rasa cape yang di landa nya.


setelah salamnya di jawab,deva pun tidak membuang waktu dia langsung memeluk jesika dengan erat ,,dia merasa bersalah karena sudah membohongi jesika tapi diapun tidak menyesali dengan apa yang udah dia lakukan karena hati nuraninya yang bilang kalau inilah jalan yang terbaik satu-satunya.


"hmm hasby,,,ada mamah di ruang tamu" ucap jesika berbisik di telinga deva karena walau mereka sudah lama menikah tapi mereka tidak pernah mengumbar kemesraan di depan orang lain sekalipun itu keluarganya sendiri.


dan seketika deva pun melirik ke arah ruang tamu dan melihat mertuanya sedang senyum-senyum gitulah,,,deva pun segera melepaskan pelukannya dan tak lupa bilang "maaf"


entahlah Menjadi salah satu kesukaan bu tia jika menggoda anak dan menantunya tersebut,,,bu tia tau seberapa besar cinta yang di berikan oleh menantu untuk anaknya tersebut dan bu tia tidak meragukan hal itu.


"ya sudah,,,kalian ke kamar aja dulu,lanjutkan apa yang ingin kalian lakukan,,,karena mamah tak mau pergi sekarang,filmnya lagi seru ,,sayang kalau di tinggalkan begitu aja" ucap bu tia


"aku mau mandi dulu aja mah,biar seger soalnya bau keringat ini"ucap deva


"ya sudah ,,,mandi dulu nanti aku siapin bajunya by"ucap jesika dan deva pun tersenyum bahagia ketika mendengar jawaban jesika....walau sudah menjadi kebiasaan jesika,menyiapkan baju untuk deva tetap saja deva merasa istimewa dan rasa cinta kepada istrinya semakin hari semakin tumbuh dan tidak pernah ada kata bosan yang di rasa oleh deva selama berumah tangga dengan jesika,,,,walau mereka belum.di karuniai anak tapi deva tetap merasa sempurna karena memiliki jesika di sisinya,,,


entah mantra apa yang di berikan jesika terhadap deva ,karena semakin hari cintanya semakin besar walau pertengkaran kerap kali terjadi tapi itu tidak memudarkan perasaannya walau hanya sedikit.


*


"makasih cayank"ucap deva ketika selesai mandi dan kini mereka berdua berada di kamar.deva pun segera memakai pakaiannya


"sama-sama hasby,,,tumben banget tau kamu langsung peluk aku gitu aja tadi,,perasaanku campur aduk tadi,antara senang,kaget dan syok juga karena ada mamah"


"hehe maaf cayank,,,biasanya kamu kan suka di rumah sendiri kalau aku pulang,jadi ku pikir mamah lagi di luar gitu,jadi tanpa pikir panjang aku langsung peluk kamu aja. ,


lagian sah juga kan kita pelukan di depan orang lain apalgi itu orang tua kita"


"iya sih,,tapi tetap aja hasby kita gak biasa lakuin itu di depan umum,,"


"hm gitu ya,,,ya sudah kalau begitu"


"apanya yang ya sudah by??


"ya sudah kita lanjut pelukan lagi,karena aku sudah melihat di sekeliling aman dan tak akan ada orang lain yang liat selain kita berdua,,,aku kangen kangen kangen Sangat kangen ma kamu cayank,,,,cinta cinta cinta pokonya sama kamu,,,muuuuaaaaccchhh" ucap deva


"haha dasar ya iyalah gak ada siapa-siapa,orang kita berada di kamar kita,jadi siapa yang mau lihat dasar,,,,,ku juga kangen,dan cinta banget ma kamu hasby,,jangan buat aku kecewa


ucap jesika seolah tau apa yang sudah di lakukan oleh suaminya tersebut ,deva pun mengangguk


deg !!


"peka sekali ya perasaan cewe itu,,,mudah-mudahan aku bisa menyembunyikan sesuatu yang akan membuat kamu kecewa jes,aku belum siap untuk kehilanganmu."ucap deva dalam hati


kini mereka bukan hanya pelukan tapi Mereka pun saling berpagutan