
"assalamualaikum dev ,,,bisa kita ketemu sebentar?mungkin untuk terakhir kali,besok aku akan pulang kampung dan gak akan kembali lagi" pesan yang dikirimkan oleh dela...
deva hanya membaca tanpa membalas,,,dia merasa dilema sekarang,,,disisi lain dia ingin menemui dela tapi disisi lain juga dia tidak ingin kalau sampai ada masalah dengan jesika...
selama ini hubungan jesika dan dela cukup buruk,,,,walau mereka udah mencoba untuk berdamai tetap saja rasa cinta yang ada pada diri jesika terhadap deva cukup besar sehingga mudah memicu rasa cemburu yang benar-benar besar...
Perasaan deva sendiri terhadap dela sudah jelas hanya sebagai teman dan mungkin sebagai saudara ,karena bagaimanapun mereka tumbuh bersama di perantauan,saling menjaga satu sama lain.
ketika membaca pesan dari dela ,deva di landa dilema berat,,,bukan tak ingin jujur pada jesika tapi deva tidak mau mencari masalah dengan jesika...
jesika belum cukup dewasa dalam menghadapi setiap masalah,apalagi kalau berurusan dengan yang namanya dela,,sudah pasti emosinya memuncak sebelum berbicara ke inti dan tujuannya,,,,itulah alasan deva di landa dilema besar sekarang....
*
semalaman dia berpikir dan terus berpikir,bagaimana jalan terbaik nya,,,antara menemui dela atau tidak,,,
hanya ada satu cara untuk tidak dapat masalah yaitu tidak menemui dela,,tapi hati kecil deva terus memaksa untuk menemuinya untuk yang terakhir kali...
ingin sekali deva mengajak jesika tapi takut malah jadi masalah,yang berujung tidak ada hal baik yang terjadi,,,yang deva takutkan,,, ketemu dela tidak tapi hubungan deva dan jesika pun semakin buruk,,,itulah yang sering kali terjadi .
deva memutuskan untuk bertemu dela walau hanya sebentar sekedar untuk mengucap "selamat tinggal".tapi sebelum itu dia ingin coba ngomong dulu ke jesika tentang tujuannya
"hm cayank,,,,aku mau ngomong sesuatu"ucap deva
"ada apa hasby?"
"kalau seandainya dela minta ketemu kita,,kamu mau gak temenin aku buat temui dia? "ucap deva ,dan sontak pertanyaan deva langsung membuat bola mata jesika menajam,,dan cukup membuat deva merasa merinding,,,belum apa-apa jesika udah mengeluarkan tanduknya...dan jesika masih bungkam tidak memberi jawaban apapun
"yank??"
"kamu ingin ketemu sama dia?silahkan saja kalau ingin ketemu dia tapi jangan harap aku bia berhubungan baik lagi dengan kamu"
"hei cayank,,,kok kamu ngomong gitu sih?kan aku minta kamu temanin,,itu juga kan seandainya yank"
"hm ya kali aja dia beneran ngajak ketemu ,aku sih udah gak sudi ketemu dia lagi dan itu berlaku juga buat kamu ,,aku gak izinin kamu ketemu dia ,kalau sampai ketauan,,,,hm awas aja pokonya"
"tapi kalau senadainya dia ingin ketemu untuk yang terakhir kali gimana yank??ucap deva kekeh...
prak,,duar...Pring...
"istigafar yank,,kamu kenapa sih?aku kan bilang seandainya bukan yang sebenarnya,,"
"DENGAR!! AKU SANGAT BENCI SAMA DELA JANGANKAN KETEMU DENGAN WAJAHNYA ,KAMU
SEBUT NAMANYA SAJA UDAH BUAT AKU MUAK DAN MEMBUAT DARAH AKU MENDIDIH,,,dan sekarang kamu jadikan ini sebuah lelucon?"
benar-benar brengsek kamu dev" emosi jesika semakin memuncak dia memukul dada deva terus menerus sambil menangis,,,,dan itu masih teus berlanjut ,,,beruntung di rumah mereka kini hanya ada mereka berdua karena kedua orang tua jesika dan adiknya pergi menginap di rumah neneknya di luar kota,,rencana 2hari kedepan deva mau menyusul karena kerjaan deva yang tidak bisa di tinggalkan jadi dia membiarkan kedua orang tuanya yang pergi duluan.
2jam sudah terlewati ,jesika sudah terlihat tenang,walau kini kamar mereka seperti kapal pecah,benar-benar berantakan dan banyak barang pecah,cukup melelahkan ternyata menenangkan amarah jesika...
deva tidak menyangka jika jesika akan semarah ini jika menyangkut tentang dela
"aku minta maaf ya cayank,,,aku menyesal udah membohongi kamu ,,dia gak ada kontek aku kok,aku sekedar ngetes kamu aja,aku minta maaf ya?
"kamu kenapa lakuin ini sih dev,kamu tau?aku benci dia ,terus kamu sengaja buat lelucon seperti ini,,aku benar-benar tidak bisa terima,aku gak rela jika kamu chatingan lagi sama kamu apalagi sampai kalian ketemu aku benar-benar tidak ikhlas,,,awas aja kalau sampai kamu ketemu dia di belakang aku,aku gak akan maafin kamu dev, dan mungkin kita akan bercerai"ucap jesika tegas dan sontak saja pernyataan jesika kali ini benar-benar membuat dia bingung.....
"iya sudah,,,kita tidur yuk ,udah malam yank"
cuma kata itu yang keluar dari mulut deva dia tidak berani lagi membahas soal dela karena takut,,kalau amarah jesika kembali mencuat,,,udah cukup lelah deva menghadapi jesika malam ini. dan jujur saja deva cukup syok ketika harus menghadapi amarah jesika seperti ini. deva pikir jesika bisa di ajak bicara dengan tenang ternyata deva salah..
usia jesika 23tahun tapi pikiran jesika masih labil.
dan ya deva sadar jika wanita bisa menahan rasa sakit yang teramat dalam tapi tidak dengan rasa cemburu. sekecil apapun rasa cemburu itu ,wanita tidak mampu menyembunyikannya,,,
sisi lain deva merasa bahagia karena dia begitu di cintai oleh istrinya tapi tetap ada minusnya juga jika terlalu berlebihan seperti ini.
"aku cinta banget sama kamu cayank,,,maaf jika aku harus membohongimu kali ini,,,bukan karena aku tak cinta tapi bagaimanapun hubungan aku dengan dela sudah seperti keluarga ,,dan aku juga seharusnya masih bertanggung jawab untuk mengantar kepulangan dia ,agar aku tidak merasa bersalah,karena dulu dela bertahan karena aku,dan kini dela akan pulang,dan memulai hidupnya yang baru ,,maaf aku harus menemui nya besok,,sekedar bertemu tak akan mengantar dia ke terminal atau apapun itu,,aku janji cayank,,maafkan aku" ucap deva di telinga jesika yang kini sudah terlelap dalam dekapan deva ,,mungkin karena lelah habis berperang ,,betul-betul berperang karena kamarnya yang kini seperti kapal pecah
bukan berperang di kasur,,,,
jesika pun terlelap didalam.dekapan deva ,dan deva terus mengecup kening Dan mencium semua area wajah jesika ,sambil mengusap air mata yang kini mengalir di pipi deva,,,ntahlah dia merasa bersalah karena akan membohongi jesika ,,walau tak ingin tapi hati kecilnya mendorong untuk lakuin hal itu
deva pun terpejam,,,dia pasrah dengan apa yang kan terjadi hari esok,...
setelah lama berargumen dengan pikiranya akhirnya deva pun memejamkan mata