My Beloved

My Beloved
bab 54



"de...va ...kamu!!"ucap pak andi tanpa bersuara karena merasa terkejut ketika melihat deva berdiri di depannya dalam.keadaan selamat dan sehat.deva hanya tersenyum dan menganggukkan kepala seolah memberi isyarat jangan dulu bertanya apa-apa


lalu pak andi pun dapat bernafas dengan lega dan mulai merenggangkan pelukan jesika yang masih menunduk dan menangis dengan pilu...


"jesi...maaf bisa lepas dulu pelukannya .?ayah mau minum dulu"


ucap pak andi, dan jesika pun melepaskan pelukan tanpa mengangkat kepalanya


setelah terlepas ,deva lah yang menggantikan posisi pak andi.para pelayat tidak ada yang bersuara,karena begitu banyak pertanyaan yang ingin d lontarkan terhadap deva tapi mungkin karena terkejut dan rasa tak percaya kalau deva mampu selamat dari kecelakaan tersebut jadi mereka terdiam membisu ,hanya tangisan jesika yang terdengar di rumah itu .


"ya alloh...sebegitu candunya aku terhadap mahluk ciptaan mu(suaminya)


ya robb,bahkan ayah aku sendiri aku anggap itu sebagai suamiku...bahkan saat ini,,,aroma tubuhnyapun masih tercium jelas di hidungku dan postur tubuhnya mendadak mirip dengannya....


ya alloh aku tau,apa yang kumiliki saat ini hanya titipan dan suatu hari nanti pasti akan kembali padamu..tapi jika boleh ku meminta ,,ku mohon ,,,jangan dulu kau ambil suamiku ya robb,sumpah aku belum siap kehilangannya...hiks hiks hiks" gumam jesika dalam hati


jesika pun langsung melepas pelukannya karena diapun merasa lelah dan benar-benar rapuh jika harus melihat jenazah suaminya nanti...


tapi begitu dia mendongakkan kepala untuk melihat sekeliling ,,,diapun membelalakkan matanya karena yang ada di sampingnya saat ini adalah suaminya


"de.....va....ka...mu..!!!


BRUK !


KEMbali jesika jatuh pingsan...dan seketika lamunan para pelayatpun tersadar...karena suara injakan kaki deva yang menahan tubuh jesika agar tidak jatuh ke lantai


"astagfirullahal adzim,,,sayang....


"yah,aku bawa jesika ke rumah sakit saja,aku takut dia kenapa-napa,,dia udah beberapa kali pingsan kan?"


"iya dev,,bagaimana bisa kamu selamat dari kecelakaan maut itu??"


"nanti deva akan jelaskan semua yang penting sekarang deva harus bawa jesika ke rumah sakit dulu"


"oh iya betul. maafkan ayah dv,ayah sampai lupa kalau ada hal yang lebih penting dari ini,,,ya sudah kamu bawa jesika ke rumah sakit dulu,nanti ayah nyusul ,ayah juga mau ngondisiin rumah ini,,,"


jesika pun di bawa ke rumah sakit oleh deva dengan membawa mobil tetangganya yang kebetulan nganggur...


dan setelah kepergian deva barulah para pelayat mulai menanyakan hal yang ingin di tanyakan sedari tadi....


"alhamdulillah.....bapak-bapak dan ibu-ibu semua ,menantu kami ternyata bisa kembali pulang dengan selamat dan dalam keadaan sehat walafiat,


tentang bagaimana deva bisa selamat saya pun belum tau jawabannya karena saat ini kami ingin mengurus jesika terlebih dahulu,,


"oh iya pak andi,,,kalau mau pergi tak apa,,tinggalkan saja biar disini nanti kami yang beresin,,,alhamdulillah kami senang kalau korban kecelakaan tersebut bukan lah deva,,jujur saja saya gak tega liat jesika...tidak terbayang bagaimana Jesika Kalau suaminya benar-benar yang jadi korban kecelakaan tersebut" jawab salah satu warga sebagai perwakilan dari para pelayat semua ,yang kebetulan itu semua adalah tetangga dan rekan-rekan pengajian dimesjid


setelah ngobrol panjang lebar ,pak andi bu tia pun pergi menyusul deva ke rumah sakit dan tak lupa beliau pun memberi kabar kepada adik-adiknya yang saat ini sedang berada di rumah sakit S .


"syukur alhamdulillah kalau deva baik-baik saja sekarang mas,saya lega dengar nya,,,korban kecelakaan masih di periksa jadi hasilnya belum ketahuan siapa-siapanya,,jadi kami masih menunggu disini"jawab adiknya pak andi


"oh ya,mungkin nanti saya akan tanyakan langsung ke deva dia pasti tau siapa orang yang bawa mobilnya saat itu"


"iya mas" telepon pun terputus...


*


"bagaimana keadaan jesika dev?apa kata dokter?" ucap pak andi ketika melihat deva sedang duduk terdiam di ruang tunggu sambil menangis tentunya ,dan itu mampu membuat pak andi panik


"ayah......."ucap deva menangis dan langsung memeluk ayah tercintanya


"kenapa dev?ada apa?bicaralah jangan buat kami khawatir"ucap bu tia


"alhamdulillah jesika baik -baik saja yah,mah,,,"


"syukur alhamdulillah kalau begitu,kalau jesika baik-baik saja kenapa jesika bisa pingsan terus dari tadi dan kamu juga kenapa menangis??" tanya bu tia heran


"hehe deva nangis karena deva bahagia ternyata alasan jesika pingsan terus dari tadi karena sekarang jesika lagi hamil 3minggu yah,sebentar lagi kami akan jadi orang tua yah,mah" ucap deva yang kini kembali memeluk kedua mertuanya tersebut


"benarkah??syukur alhamdulillah kalau begitu ,,kami senang dengar nya dev,jesika juga pasti bahagia kalau nanti dia sadar ,,,eh kenapa kamu gak nungguin istri kamu didalam?"


"aku baru kembali dari ruang dokter tadi yah,dan aku juga belum sempat masuk ke dalam,untuk melihat Jesika karena tadi dokter menyuruh aku untuk membiarkan jesika istirahat terlebih dahulu...


sepertinya aku akan merepotkan ayah dan mamah lagi saat ini,,aku harus mengurus jenazah temanku yah,


karena dia seorang yatim piatu ,dan tidak ada sanak sodara dia disini,jadi aku mau minta tolong ,untuk jagain jesika dulu,,nanti setelah urusan nya selesai,aku akan segera kembali lagi kesini"


"oh jadi teman kamu yang bawa mobil kamu itu tapi kok bisa handphone nya ada di saku celana teman kamu?"


"iya yah,itu teman aku yang biasa pinjem mobil aku,,dia mau nikah sebentar lagi jadi dia mati-matian ngumpulin uang buat biaya nikah dan tabungan masa depan katanya,,,


dia sering terima orderan antar jemput orang,kayak ng grab gitu,tapi dia punya pelanggan khusus jadi hanya waktu-waktu tertentu saja dia menjemput..dan mobil deva lah yang di jadikan transportasinya karena dia tidak memiliki kendaraan...dan aku sendiri udah cukup kenal lama dengan dia,bahkan diapun sering membantu deva buat meringankan pekerjaan deva yang akdnag jadi sopir pribadi deva kalau deva sedang ada perjalanan keluar kota ,dan pastinya dia tak mau di bayar,,jadi ya itulah alasan deva kenapa deva mengizinkan dia untuk bawa mobilnya"


"oh begitu ya,,,,ya sudah nanti lagi kamu lanjutin ceritanya sekarang kamu ke rumah sakit di kota S dulu saja karena jenazahnya di bawa kesana,paman-paman kamu juga ada disana sedang menunggu hasil,,tapi udah ayah kasih kabar kalau kamu selamat dan sehat dev"ucap pak andi dan deva pun menganggukkan kepalanya dan langsung pergi ke tempat tujuannya