
* pukul 05:30,deva terbangun ,,,dan melihat ponsel bingung,,,,
tumben alarm alaminya tidak bunyi" gumam deva seraya bangun dari kasur dan langsung pergi ke kamar mandi hendak ambil wudhu terlebih dahulu karena waktu subuh sebentar lagi akan Habis.
*pukul 06:30,,deva tiba di tempat kerjanya,diapun mencari keberadaan jesika ,kali aja hari ini bisa ketemu dan masuk bareng ke area produksi,tapi setelah beberapa menit ,tidak terlihat tanda-tanda kemunculan jesika,,deva pun melanjutkan langkahnya menuju area produksi,,,ternyata jesika sudah berada di meja kerjanya sembari memegang sebuah file dan berbicara dengan rekan kerjanya,sepertinya jesika sedang membahas suatu hal yang penting,sehingga deva mengurungkan niatnya untuk menyapa jesika terlebih dahulu sebelum duduk di tempat kerjanya.
waktu terus bergulir,dan mereka tenggelam dalam kesibukan kerjaan mereka masing-masing sampai terdengar bel istirahat berbunyi,,deva pun dengan semangat langsung melangkah mendekati meja kerja jesika,tapi semangat deva langsung luntur ketika melihat meja jesika sudah kosong,,deva pun tak berburuk sangka apapun dia pun melanjutkan langkahnya dengan gontai sambil matanya tidak berhenti berkeliling mencari sosok yang di rindu kan nya ,bahkan sampai deva menerima jatah makanan ,keberadaan jesika masih belum di temukan,,deva pun makan di tengah keramaian tapi hatinya merasa sepi.
karena bebarapa kali deva mengirim pesan ke ponsel jesika tapi pesannya ceklis 1,pertanda kalau apl chatnya tidak aktif,dia pun coba telepon tetap tidak tersambung,,deva pun putus asa sambil bertanya dalam hati "dimanakah kamu,jesika?"
*bel masuk berbunyi,deva pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke area produksi tanpa berhenti melihat sekeliling kali aja dia menemukan keberadaan jesika ,namun lagi -lagi deva harus menelan kekecewaan.
setelah sampai di tempat produksi ternyata Jesika sudah berada di meja kerjanya dan matanya fokus menatap komputer,bahkan ketika ada rekan kerja yang memanggil namanya jesika hanya menjawab dengan deheman tanpa mengalihkan matanya,pertanda jesika dengan sibuk,,dan deva pun lagi-lagi mengurungkan niatnya untuk menyapa jesika
*bel pulang bebrbunyi,,,,beruntung ,hari ini tidak lembur jadi semua pulang lebih awal dan itu di jadikan kesempatan oleh deva untuk mengajak jesika nanti setelah pulang,deva pun melangkah keluar tanpa mengajak jesika karena lagi -lagi jesika masih fokus dengan file-file nya..
15 menit kemudian jesika terlihat sedang berjalan agak terburu-terburu tapi dengan cepat deva memegang tangan jesika untuk berhenti berjalan sebentar"
"jes,aku mau ngomong"
"maaf dev,jangan sekarang ya,aku lagi terburu-buru harus segera pulang"
"beri aku waktu sebentar ,,,"deva pun menghembuskan nafas kasar nya
"jes,kalau kamu menolak rasa yang aku punya terhadap kamu,kasih tau aku,jangan kamu abaikan dan diamkan aku seperti ini,,,
aku lebih baik dengar penolakan langsung dari mulut kamu dari pada kamu menghindari aku seperti ini" ucap deva ketika jesika terus mencoba melepaskan tangan yang di genggam oleh deva
"kamu ngomong apa sih dev,,, nanti aja kita bahas ya ,aku harus pulang sekarang,,ayah aku udah nunggu didepan dari tadi"
"NO jes,beri jawaban dulu,soal rasa aku,,,terus kenapa kamu tidak makan tadi siang,dan ponsel kamu juga di matikan?? ucap deva dengan tergesa karena jesika terus brontak ingin pergi
"tadi siang aku makan hanya saja di tempat lain karena ada suatu hal yang harus ku bahas dengan rekan kerjaku dan ponsel sengaja aku matikan ,karena aku sedang bertengkar dengan tunangan ku"
"oh jadi itu alasannya,,,,ya sudah kalau begitu,,,,pergilah jes,,,hati-hati di jalan" ucap deva lirih seraya melepaskan genggaman tangannya seolah dia sudah tau jawabannya kalau deva harus mengubur rasanya kembali,,,karena jesika tidak merespon perkataan yang pertama deva tanyakan tadi
jesika pun mengambil sesuatu di saku bajunya lalu dia memberikannya pada deva,dan mulai berjalan perlahan menjauh dari deva.deva pun menerima pemberian dari jesika dan menatap bingung barang yang kini ada di genggamannya karena jesika hanya memberi satu bungkus permen utuh,,,
deva pun mendengus kesal karena permen yang di berikan jesika merupakan salah satu permen yang tidak di sukai nya ,,tapi ketika mau deva buang ,deva menyadari sesuatu dan dengan segera membalikkan bungkus permen tersebut ternyata di belakang bungkus permen tersebut terdapat sebuah kata yang bertuliskan "CAYANK KAMU" deva pun tersenyum sumringah dan langsung melihat ke arah jesika berjalan yang sedikit menjauh ,lalu jesika pun menoleh ke belakang dan tersenyum manis kepada deva seolah ingin menyampaikan "AKU MENERIMA PERASAAN KAMU DEVA" ,dan jesika pun melambaikan tangan ke arah deva pertanda pamit.
sontak deva langsung meloncat dan mengangkat tangan ke udara sambil berkata
"iyesss ,,,,berhasil,,,berhasil ,,,berhasil,,,,hore,,,hore "
"ting,,,, dang dang deum"
"ting ,,,dang dang deum" itulah yang di ucapkan deva selama berjalan menuju ke parkiran sambil Menggerak-gerakkan tangannya seperti sedang berjoget
*bip,,,bipp,,,,
"assalamualaikum dev,,,
Maaf ya aku baru ngabari ,setelah pulang kerja tadi aku tak sempat pegang hp karena,paman masuk rumah sakit,ayah sibuk ngurus surat-surat yang di butuhkan dan aku sibuk menenangkan bibi karena aku orang terdekat bibi" serentetan chat yang jesika kirimkan untuk deva
terus gimana keadaannya sekarang?" balas deva
"alhamdulillah kondisinya udah mulai membaik dan spertinya besok juga di perbolehkan pulang,"
"syukurlah kalau begitu,kalau kamu cape, kamu langsung istirahat aja jes,bobo sekarang !"
"hmm nanti aku aja,masih bisa tahan kok,,, lagian aku tuh kangen sama kamu ,,seharian ini kita gak ada waktu ngobrol sama sekali,karena pekerjaan dan kesibukan aku hari ini,,,apa kamu gak kangen sama aku dev?"
"hehe jelas aku kangen banget lah sama kamu jes,,
aku merasa ketakutan setengah mati tau tadi,,πgara-gara kamu,aku pikir kamu sengaja menghindar dari aku,,karena kamu udah tau perasaan aku sama kamu yang sesungguhnya π₯, mana hp kamu juga di matikan lagi"
"haha aku minta maaf ya dev,aku gak sengaja lakuin itu sama kamu semua hanya kebetulan aja,,,
maaf juga ponselnya aku matikan,,karena aku benar -benar lagi muak sama dia,jadi aku matikan saja biar gak di teror terus dengan bom "ping" dari dia"
"sekarang udah baikan berarti ya,buktinya udah kamu aktifin lagi ponselnya?"
"belum baikan,aku blokir nomor dia,,,males kontekan sama dia ,cape juga ngadepin sifatnya jadi aku abaikan dia aja dan langsung blokir nomornya"
"oh kirain udah baikan,,,,,"
"belum,,,,
eh aku lagi bayangin muka ketakutan kamu tadi,,pasti menggemaskan ya,rasanya ingin aku peluk aja kamu" goda jesika di sela chating nya
"waaahhh kayak yang berani aja,peluk,aku,,,"
"beranilah ,,,,siapa takut ,,,π
tidur yuk,aku udah ngantuk"
"oke kalau gitu aku tunggu pembuktiannya,,,,
iya yuk kita tidur ,,udah larut malam juga jes,,,
selamat tidur ya,mimpi indah selalu,,dan
love you jesπ,
assalamualaikum"
"oke,,,liat aja nanti,,,
love you too deva π€π€π€πππππ
waalaikum salam"
chat pun berakhir dengan hati yang berbunga-bunga tentunya dan siap untuk bermimpi indah malam ini,,,