My Beloved

My Beloved
bab 32



tok...tok...tok(suara pintu di ketuk. tapi deva masih fokus membereskan barang nya karena dia pikir suara ketukan berasal dari kontrakan sebelah)


tok....tok...tok(kembali suara pintu di ketuk)


"oh rupanya pintu kamar aku yang di ketuk ,hehe" ucap deva sembari membuka pintu dan dia terdiam mematung ketika dia melihat siapa yang datang bertamu...hatinya yabg tadinya tenang kini kembali terguncang


"ngapain kamu datang kesini?tanya deva sinis,dan kembali membereskan pakaiannya ,tanpa ada sedikitpun niat untuk memberi muka pada orang yang datang tersebut.


*greb*


seketika tubuh deva sedikit oleng ketika ada sebuah tangan yang melingkar di perut depan,,deva pun berusaha melepaskan lingkaran tangan tersebut


"dev...hiks ....hiks...hiks. " tangis jesika pecah ketika deva berusaha melepaskan tangan jesika yang kini melingkar di perutnya


"sudahlah,,,lepaskan,,,,aku harus segera pergi,sebelum sore" ucap deva terus berontak dan memutar badan karena jesika masih terus memeluknya,dengan tujuan agar dia bisa mengusir jesika tapi jesika malah kembali memeluk tubuh deva dengan sangat erat tanpa mengeluarkan suara apapun,,kali ini deva tidak menolak karena diapun merindukan jesika...kini rasa kecewa dan rindu berkumpul jadi satu dan menimbulkan rasa sakit tanpa luka tapi perih hatinya sungguh sangat terasa,,, ,,keheningan terjadi,hanya ada suara tangis jesika


"maaf kan aku dev,,,"ucap jesika memecah keheningan yang melanda mereka beberapa saat


"sudahlah,,,,tak ada yang perlu di maafkan,,,kita jalani hidup kita masing-masing sekarang,,,aku pamit ya jesika,,,terima kasih untuk rasa cinta dan sayang yang kau berikan selama ini dan terimakasih juga untuk lukanya" ucap deva seraya melepaskan tangan jesika yang sedang memeluknya dengan erat.


"NO dev,,,jangan katakan itu,,,,aku gak mau putus dari kamu,aku cinta kamu dev,aku sangat mencintai kamu ,aku tak mau pisah sama kamu karena aku tak bisa hidup tanpa kamu" ucap jesika sembari sesenggukan karena terlalu lama menangis


"hah jes,,,,kamu itu gak tanggung-tanggung kalau berdusta,,,pake ngomong gak bisa hidup tanpa aku segala lagi,sedangkan sekarang kamu pun masih bisa bernafas padahal kemarin tidak ada mengabari aku sama sekali,,hah sudahlah jangan buang waktuku,,sekarang kamu pulang "


"deva ,aku tau aku salah ,aku tak bilang kalau diaz pulang ,,dan kemarin aku tak mengabari kamu ,,karena aku gak berani buka hp di depan diaz ,maaf kemarin kami jalan bareng dan tak sempat memberi tahu kamu..tapi tahukan kamu,seharian kemarin aku mikirin kamu,aku merindukan kamu.."


ucap jesika menjeda omongannya karena ingin mengeringkan air mata dan mengelap ingus nya


"tahukah kamu ,,hari ini aku tak kerja bukan karena aku kencan lagi dengan diaz,melainkan aku benar -benar sakit deva,,,aku sakit karena tak mengabarimu sama sekali,badanku drop karena aku begitu merindukanmu,aku pikir rasa yang aku miliki terhadapmu hanya rasa sementara tapi ternyata tidak dev,,,aku benar-benar mencintai kamu,sangat amat mencintai kamu,,,tolong percayalah" ucapan jesika kali ini mampu meluluhkan hati deva dan meredamkann api amarah yang ada di mata deva setelah melihat wajah jesika memang pucat dan hampir badan jesika hampir saja jatuh jika deva tidak memegang erat pinggang jesika


"jika memang seperti itu,,,lalu kenapa kemarin sehari semalam kamu tak mengabari ku ,jes?tanya deva seraya menuntun jesika untuk duduk di kasur nya.


jesika pun merenggangakan pelukannya lalu mulailah ia bercerita


*plash back of*


"kamu kenapa sih yank??dari tadi bengong terus,kayak ada yang di pikirin?tanya diaz heran karena tidak biasanya jesika bersikap dingin dan tak bersemangat


"aku sedikit gak enak badan yank,,,kita pulang yuk sekarang?"ajak jesika yang saat ini mereka sedang berada di salah satu mall terbesar ,dan jesika mengenakan setelan kerjanya,,iya jesika hari ini bolos,untuk ketemu dengan diaz dan menemani diaz membeli barang yang di butuhkannya


"ayolah sayank,ni masih siang baru jam 3,masa udah pulang?aku kan belum selesai belanja kebutuhan aku,masih ada beberapa barang lagi yang harus aku beli" ucap diaz sedikit kesal,,tidak biasanya jesika minta pulang


"tapi aku benar-benar gak kuat,aku ingin pulang"


"kamu kenapa sih jes,malah ngajak pulang?apa kamu tak merindukan aku?beberapa hari lagi aku kan kembali pergi lho jes,"


"iya aku tau,tapi saat ini aku benar-benar tidak sanggup yank,badan aku meriang yank,,tolong mengertilah aku ingin pulang sekarang"ucap jesika memohon


"gak apa-apa ,,,yang penting aku pulang dan segera merebahkan badanku",


lalu mereka pun pulang


*


benar saja sesampainya di depan rumah jesika, diaz langsung pulang,dan jesika pun langsung buka kunci pintu rumah karena rumah kosong penghuninya pada sibuk di luar,diapun langsung masuk ke kamar,jesika langsung melempar tas dan menjatuhkan tubuhnya langsung ke kasur tanpa berganti pakaian terlebih dahulu


*


"jesika udah pulang belum mah?tumben gak ikut makan sama kita,malam ini?tanya pak andi keheranan


"eh iya ya,,mama gak liat dia pulang hari ini,,,masa iya dia belum pulang ,ini udah jam 8,biasanya dia ngabarin kalau pulang telat " jawab bu tia sedikit khawatir


"hm salahnya kita tak punya nomor ponsel deva jadi kalau jesika telat pulang ,kita bisa bertanya padanya" sesal pak andi.


"tapi tar deh,ayah periksa dulu kamar jesika kali aja dia lagi di kamar" ucap pak andi seraya membuka pintu kamar jesika


"hmm mah,,,kita udah suudzon aja ,,,liat anak kita lagi tidur pulas,kecapean kayaknya,,,tapi tetap ayah ahrus bangunin karena dia belum sholat isya tadi" ucap pak andi,,,


"apa??jesika ada di kamar yah?jesika pulang kapan ya?karena mamah tadi pulang jam 5,dan tak mendengar jesika pulang,,berarti jesika juga enggk sholat magrib tadi,astagfirulohal adzim,,,bangunin jesika sekarang yah"ucap bu tia kaget dan pak andi pun mengangguk


" Astagfirullahaladzim,,,mah,badan jesika demam,dan dia pun gak buka-buka mata mah,,ayo kita ke dokter sekarang mah." ucap pak andi panik lalu mereka pun pergi ke dokter


*


"jesika gimana keadaannya sekarang??sudah baikan kah?2hari kamu gak masuk rasanya kami kehilangan kamu,karena merasa sepi" tanya salah satu rekan jesika yang sedang menengok dirinya


"beginilah,,,masih pusing dan lemes juga,doain aku cepat sembuh ya,biar kita bisa bekerja sama kembali"


"aamiin,,,,,,untung aja hari ni terakhir kerja,jadi kamu bisa istirahat panjang jes,sehingga badan kamu cepat pulih kembali seperti sedia kala"


"alhamdulillah iya. lumayan seminggu hehe"


"oy tadi aku kan ajak deva,sayangnya dia gak bisa ikut karena dia mau pulang kampung,aku ajak dia karena emang kita kan lumayan dekat secara dia sering bantuin kerjaan kita heheheh"


"apa?deva mau pulang sekarang?"tanya jesika kaget


"iya jes,kamu kenapa,,merasa kaget begitu?tanya salah satu temannya heran ,lalu jesika pun menggelengkan kepalanya dan dia pun segera mengalihkan pembicaraan nya ke hal lain sehingga mereka melupakan alasan jesika merasa terkejut tadi. tapi tidak untuk jesika ,dia ketakutan setengah mati seolah dia ingin segera menghilang dari tempat itu dan segera mendatangi deva ,,beruntung mereka cuma sebentar menengok ,setelah mereka pamit pulang,jesika pun segera mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi deva,tapi panggilan nya tak terjawab dan pesan pun tak di buka.lalu jesika pun langsung mengganti pakaiannya dan segera pergi dari rumah dengan jalan yang sempoyongan karena emang kondisi dia sedang sakit ,tapi dia abaikan semuanya karena dia tak mau terlambat datang ke kontrakan deva .


sekuat tenaga dia berlari,"deva ,,,jika aku terlambat menemui mu hari ini. maka aku janji ,,hari ini juga aku terakhir hidup,aku gak bisa hidup tanpa kamu dev,,aku benar-benar mencintai kamu....ya tuhan tolong tahan deva ,,jangan biarkan dia pergi sebelum aku datang"


jesika pun langsung menaiki angkutan umumnya


*plash back off