My Beloved

My Beloved
bab 17



masih di tempat yang sama yaitu di rumah mba shela hanya aja saat ini deva dan jesika sedang jalan-jalan menyusuri pematang sawah,dengan ditemani kedua bocah yaitu anaknya mba shela...


walau mereka baru pertama bertemu tapi ternyata anak-anaknya mba shela tipe anak yang ramah dan cepat mengadaptasi dengan orang-orang baru yang di kenal nya...


mereka pun berpoto bersama,dan kebetulan di salah satu sawah terdapat saung yang lumayan kokoh,mereka pun duduk berempat dan mengambil fhoto beberapa fose....


tak lama kemudian gerimis pun turun,dan kedua anak mba shela langsung berlari untuk pulang tapi tidak dengan deva dan jesika,mereka masih duduk manis di saung tersebut sambil menikmati pemandangan hijau yang menyejukkan mata di depannya....


"ting....ting ....ting


ponsel Jesika tidak hentinya mengeluarkan bunyi menandakan ada pesan masuk ke ponsel Jesika tapi jesika mengabaikannya seolah tak peduli dengan puluhan notif pesan yang masuk ke hp nya....


"kok gak di buka jes,,daritadi bunyi terus tuh ponsel,,,dari siapa emang??" tanya deva penuh dengan rasa heran


"siapa lagi kalau bukan,,,dia??" jawab jesika males


"dia??maksudnya tunangan kamu?"tanya deva kembali dan jesika pun menganggukkan kepala nya


"kok gak kamu buka,siapa tau penting sampai puluhan chat begitu" ucap deva kembali bertanya dan berharap mendapat kejelasan yang lebih detail alasan jesika mengabaikan pesan tunangannya ,karena tadi deva tidak sengaja melihat ponsel jesika yang ternyata ada notif 50 pesan dari pengirim yang sama yaitu tunangan nya.


"isinya cuma satu hurup yang sama yaitu "p" semua"jawab jesika sambil membuka pesan notif dari tunangannya dan memperlihatkannya langsung kepada deva.dan benar saja cuma satu hurup yang sama yang tunangannya jesika kirimkan kepadanya,itu pun tidak brenti notif pesan masih terus berbunyi,,,menandakan pengirimnya masih terus mengirimkan pesannya yang sama


"kok bisa dia begitu jes?kenapa gak kamu balas saja supaya dia berhenti mengirimkan pesan yang sama?


"percuma dev,dia tidak akan berhenti walau aku udah beberapa balas chat padanya" jawab jesika kesal


"hari ini dia libur kerja,mungkin dia tidak ada aktivitas dan merasa kesepian jadi terus ng bom "ping" sama aku,karena dia tau aku lagi main di rumah teman"


jelas jesika jengkel dan deva pun hanya terdiam tidak bisa komentar apapun lagi


"jujur aja inilah salah satu sikap yang aku kurang suka dari dia,giliran aku kesepian ,dia selalu menghilang dan berakhir kami bertengkar karena dia merasa tertekan dengan sikap aku yang banyak menuntut perhatian dia,,padahal wajar kan kalau dalam sehari aku minta perhatian beberapa kali lah di tengah kesibukannya,,,,inhin aku tu dia bisa balas chat aku cepat,ini mah tiap aku chat pagi,di balas sama dia siang,itupun singkat banget,los lagi sampai malam,baru dia ngasih kabar itupun dia bilang cape dan mau tidur" lanjut jesika sambil menghembuskan nafas lelahnya


ntahlah kadang aku merasa ingin mengakhiri hubungan ku dengannya tapi hubungan kami sudah terlanjur jauh dan bisa di bilang persiapan pernikahan juga udh hampir 50% walau belum ada kepastian kapan waktu pernikahannya,,,,aku lelah dev,,lelah dengan sikapnya yang semakin angkuh apalgi sebentar lagi dia mau di angkat jadi karyawan tetap,akankah aku bisa mengimbangi gaya hidupnya nanti?"


"hm nanti setelah menikah kalian mau tinggal dimana?disini atau di tempat kerja calon mu nanti?tanya deva sambil mengusap bahu jesika berharap usapannya bisa membuat jesika sedikit merasa tenang


"hm rencananya dia hanya akan bekerja selama 10tahun setelah itu kami pindah kesini dan membeli rumah disini lalu menetap disini,,itu baru rencana awal,,tapi kayaknya rencana kita melenceng,,,karena dia akan di angkat jadi karyawan dalam waktu dekat ini,aku juga gak nyangka dia akan cepat di angkat karyawan padahal kata orang cukup sulit untuk di jadikan karyawan tetap di perusahaan batu bara itu"


"itu karena kamu jes,,,kamulah yang membawa hoki kehidupan dia,,walau ya emang tidak bisa di pungkiri,dia yang usaha dan belajar sebaik mungkin,tapi tentu saja seorang lelaki tidak akan pernah sukses didalam usahanya jika tidak ada wanita hebat di belakangnya" jelas deva mengambil nafas lalu melanjutkan ucapannya


"apalgi kamu pacaran sama dia itu dari kalian masih duduk di bangku SMA ,otomatis perjuangan kalian benar -benar turut di acungi jempol,baik itu karena semangat dia untuk belajar ataupun karena dukungan penuh kamu untuk dia"


"hm kayaknya kamu salah deh dev,dia bisa masuk kuliah bukan karena dia usaha sendiri atau dukungan aku melainkan dia di biayai oleh kakanya yang kebetulan anggota dewan di pemerintahan,yang aku takutin nantinya malah jadi hutang budi dan lalu kakanya menuntut sesuatu yang imbasnya ke hubungan rumah tangga kami nanti" jelas jesika


seolah dia benar-benar ragu bisa menikah dengan tunangannya


"hm terlepas bagaimana dia bisa kuliah itu hanya bonus saja jes,tetap saja inti kesuksesan tunanganmu itu pasti ada campur tangan kamu,walau kamu tak ikut bantu membiayai tapi doa dan dukungan kamu itu jauh lebih berarti dari segalanya jes....


sudahlah jangan banyak pikiran yang macam -macam yang belum tentu nanti akan terjadi ,fokus saja sama kehidupan yang kamu jalani saat ini...


hm tapi ngomong-ngomong kamu beneran cinta gak sama dia?atau kamu mempertahankan hubungan kamu karena status kalian yang kini sudah bertunangan???tanya deva penasaran


"hmmmmm ntahlah dev. rasanya hambar sekarang,kita jarang bertukar suara,jarang bertukar kabar ,kisah kita kayak yang masing-masing saja,aku gak tau apa aja yang dia lakuin disana,jujur saja bahkan aku sering kali buat dia marah supaya dia bisa stay balas chat aku,karena cuma dengan membuat kesalahfahaman antara kami maka dia akan intens membalas chat aku tanpa telat walau cuma semenit,tapi lama kelamaan ,cape juga kalau harus selalu mencari masalah"


jesika!!!!!deva!!!!!! ayok pulang udah soreeee


teriak dela dari depan rumah mba shela


dan mereka pun menghentikan obrolan mereka lalu berjalan beriringan menuju rumah mba shela dan mereka pun berpamitan pulang kepada mba shela setelah berbasa basi dengan mba shela ,,lebih tepatnya deva dan dela yang berpamitan karena jesika di antar pulang oleh mba shela sampai kerumahnya,,,karena rumah jesika tidak terlalu jauh dari rumah mba shela....


sepanjang jalan dela maupun deva hanya diam membisu dengan pikirannya masing-masing ,sampai mereka tiba di kontrakannya dan berpamitan satu sama lain....