My Beloved

My Beloved
bab 16



masih di hari sabtu yang ceria,,,deva dan jesika sedang berteduh dari teriknya matahari di depan parkiran,parkiran di hari sabtu sudah pasti penuh karena semua karyawan satu gedung bubaran semua...


"hai,deva hai jesika,,,,,,ada acara gak kalian hari ini??"tanya mba shela yang tiba-tiba datang di hadapan mereka,Jesika dan deva pun saling berpandangan lalu


"enggak ada kayaknya mba shel,emang kenapa?"jawab jesika


"oh kebetulan kalau begitu,kalian main yuk ke rumah mba shela,sekarang ...mba pengen seseblakan sama kalian"ungkap mba shela dengan penuh harap...


oh ya seblak adalah samacam jajanan ringan yang berbahan dasarkan,kerupuk mentah,baso,mie,sayur,makroni,tulang dan banyak lagi toppingnya ,yang semua itu di rebus lalu di beri bumbu sesuai selera.


"gimana mau gak dev?"tanya jesika kepada deva,,,,dan deva pun sejenak berpikir dan langsung menepuk jidat nya selalu ada hal yang dia lupa


"aduhhh aku lupa jes,kalau hari ini dela ingin pulang bareng bersamaku,gimana kalau aku antar dela dulu pulang setelah itu kita pergi?atau kalian dulu saja yang duluan pergi nanti sharelok kalau udah nyampe lokasi",usul deva sedikit panik


"emang dela pulang jam berapa,dev?"tanya jesika


"hmm dela pulang jam....sekarang" deva liat jam tangannya dan ternyata waktu pulang dela sudah tiba


"ya udah,,,,kamu ajak aja dela sekalian nanti kalau jemput,atau gini aja,kamu telepon dela sekarang,tanyain dia mau ikuk atau tidak gitu ke acara dadakan mba?" usul mba shela ,sembari berbisik ke jesika ketika deva menjauh untuk menelpon dela


"siapanya deva dela jes??"tanya mba shela kepo


"dia teman wanita di kontrakan deva,mereka cukup dekat sih mba,"jawab jesika dan mba shela pun hanya ber 'oh' ria


deva pun kembali ,dan mendapatkan jawaban kalau dela ingin ikut ke acara dadakan mereka otomatis jesika naik motor bareng mba shela ,karena gak mungkin dela harus sma mba shela secara mereka tak saling kenal....


motor pun keluar dari parkiran dan mba shela menunggu di halte bus ketika deva menjemput dela..


10mnit kemudian deva pun sampai dan mereka pun jalan bersama....


ternyata cukup jauh juga rumah mba shela dan selama perjalanan itu,,,jesika selalu menoleh ke belakang,dan melihat ke arah deva,,,tapi deva pura-pura tak tau dan terus asik ngobrol bersama dela


"lihat deh dev,,,jesika terus noleh ke belakang liatin kita,sepertinya dia cemburu liat kita satu motor" dugaan dela kini tepat seperti apa yang dipikirkan oleh deva


"ach gak mungkin lah del,,,dia kan udah tunangan,,,gak mungkin lah dia cemburu,bahkan cinta juga belum tentu ada buatku"sergah deva walau deva sendiri ragu dengan pernyataannya karena kenyataan yang dirasa nya jesika memang seperti "CEMBURU"


deva pun mengangguk sambil menggeleng-gelengkan kepala atas hal konyol yang dilakukan oleh dela ...


"kamu tuh ya,,senang banget ngegodain orang,,,,tar giliran pacar kamu ada yang goda aja baru tau rasa kamu,,haha"ucap deva tertawa renyah seolah diapun menyetujui ide konyol yang di lakukan dela,,,,iya dela sudah memiliki pacar walau hubungan pacaran mereka baru setahun ini berjalan,,mereka LDR'n karena pacarnya asli orang kota L,kota kelahiran yang sama dengan dela,ya mereka satu kota beda RW alias tetanggaan


"mana ada ,,,,,gak lah pacar aku tuh tipe orang yang setia tak mudah dia di goda oleh wanita lain,,,weeee"


mereka pun tertawa bersama dan itu berhasil membuat api kecemburuan jesika semakin bergejolak ,,walau jesika sendiri tidak menyadari kalau dia merasa cemburu,,,karena yang dia tau,dia selalu merasa kesal setiap kali deva dekat dengan perempuan lain....jadi jesika selalu memungkiri perasaan nya terhadap deva


30menit kemudian mereka pun sampai di rumah mba shela,dengan.memasang muka cape dan lelah,,bagaimana tidak, jalanan yang di tempuh ketika masuk ke gapura rumah mba shela cukup jauh bahkan jalanannya begitu terjal dan banyak tanjakan tajam,tambah lagi jalan yang sedikit rusak sehingga membuat deva harus bener -benar berhati-hati dalam mengendarai motornya...


tapi setelah duduk di sofa rumah mba shela rasa lelah dan cape nya seolah hilang karena mba shela sudah menyediakan minuman dingin berupa jus jeruk yang di beri banyak es didalamnya,,,,sudah pasti yang paling bersemangat disini adalah jesika


"hmmm hmm hm mulai deh tak terkontrol tuh jesika,kalau udah liat es tuh kayak orang yang berminggu-minggu tak makan"ucap dela sembari tertawa


dan yang lain pun ikut tertawa juga termasuk jesika sendiri,


"iya donk,,,mumpung ada dan gratis pula,,,gak sia-sia deh tadi kita melewati jalanan terjal kalau di sediain minuman segar begini dan liat ada hamparan sawah hijau di samping rumah mba shela ,jadi semua terobati" ucap jesika sumringah


dan memang benar di samping rumah mba shela terdapat beberapa petak sawah yang masih brdaun hijau,dan itu cukup untuk menyejukkan mata yang memandang.


"ya udah di minum dulu ya,,,kalian istirahat dulu,,,nanti kita bikin seblak nya kalau cape kalian sudah mereda"usul mba shela


"emang mba shela gak cape?"tanya jesika penuh dengan kekaguman terhadap mba shela tadi ketika mengendarai motornya,walau jesika sendiri merasa sedikit takut...dan hampir minta turun setiap kali dia melihat tanjakan tajam di depan matanya,,tapi dia mengurungkan niatnya karena mba shela selalu menarik gas dengan kencang tiap kali mba shela melihat tanjakan yang akan di lalui nya


"ya gak lah ka,,,,kan mba sudah terbiasa alias sudah profesional,,,jadi sudah bukan hal yang luar biasa lagi" ucap mba shela bangga


"uwoohhh,,mba shela emang the best" ucap jesika sambil mengacungkan kedua jempol tangan nya,,,,


kemana deva dan dela ,?? Ada kok lagi duduk manis di sofa,,jelas saja mereka terdiam tak banyak bicara karena selain mulutnya sibuk mengunyah hidangan yang disediakan oleh mba shela,,,jujur saja mereka masih sangat shock ketika menghadapi jalanan terjal tadi.


setelah rasa cape mereka mereda ,,,mereka pun mulai melanjutkan aktivitas yang tadi di niatkan oleh mba shela yaitu bikin seblak,,,walau tetap saja mba shela yang sibuk di dapur dan mengolah semua bumbu,,,dan mereka bertiga cuma bantu recokin doank,,,kadang mba shela merasa jadi kaka yang sedang mengasuh kedua adiknya yaitu jesika dan deva yang selalu saja meributkan hal-hal kecil,kadang dela yang jadi penengahnya kadang mereka bertiga juga yang meributkan sesuatu sehingga mba shela lah yang harus menjadi penengah di antara mereka bertiga,,mba shela sampai geleng-geleng perhatiin kelakuan mereka bertiga tapi tentu saja mba shela tidak merasa keberatan karena perbuatan mereka bukan hal yang membuat mba shela marah melainkan membuat mba shela tersenyum karena merasa terhibur oleh kehadiran mereka


dan seblak pun jadi,,,,mereka pun makan dengan tenang tidak ricuh seperti tadi...