My Beloved

My Beloved
bab 43



tring...tring...(notifikasi pesan masuk ke ponsel jesika )


""cayank,ada pesan masuk tuh" ucap deva


"buka aja ,,"


"oh ini dari chat grup sekolah SMA,,,berupa undangan kalau minggu depan akan di adain acara reuni,,cayank,mau hadir gak?"


"oh ya?hari apa??"


"hari kamis jam 10 yank"


"yaaahhh,,,,kamu gak bisa nemenin donk ya,kalau hari kamis,,,"


"ya gak apa-apa yank,,,kalau mau pergi aku izinin kamu kok,,,asal selalu kabarin aku,,jangan sampai lost kontek aja,walau aku kerja juga kan tetap mash bisa pegang ponsel walau gak akan langsung balas sih"


"hehe ya pasti aku kan selalu ngasih kabar kamu,hasby"


*


ACARA REUNI SMA


"hai jesi,,,apa kabar??"tanya diaz ketika melihat jesika ada di acara tersebut..


"diaz,,,,kabarku baik,,,maaf aku mau kesana dulu" ucap jesika canggung


"tunggu jes,,aku tau kamu udah menikah,tapi kalau boleh jujur aku masih mencintai kamu jes,aku masih mengharapkan mu juga,bisakah kamu memberi kesempatan untuk ku,untuk bisa menghabiskan waktu 2hari ke depan nanti,sebagai ganti hari perpisahan kita dulu karena kamu mutusin aku di saat aku tak ada disini" ucap diaz memelas


"aku minta maaf diaz,aku rasa urusan kita sudah selesai dan kita tak perlu ada hubungan apa -apa lagi,,,apalagi aku udah menikah sekarang ,aku bahagia dengan pernikahanku yang sekarang"


"aku tau jes,tolonglah beri kesempatan terakhir aku untuk bisa melepaskan kepergian mu jes,beri aku waktu sehari untuk bisa jalan bersamamu,aku janji setelah ini aku takkan mengganggu dan akan melupakanmu juga,,sekalian aku juga ingin memberi bungkusan itu,karena itu bukan hak aku lagi"


"oh ya,,,bungkusan,,,,,,oke ,besok aku akan nemuin kamu,,,tapi tidak untuk nemenin kamu jalan melainkan aku ingin mengambil bungkusan itu"


"iya gak apa-apa kalau kamu gak bisa nemenin aku jalan besok,setidaknya besok kita bisa ketemu lagi"


acara pun berlanjut dengan meriah, hingga selesai.


*


"jesika,,kamu semakin cantik,,,,aku semakin tergila-gila padamu,,rasa yang masih ada kini semakin terasa dalam setelah melihatmu tadi,,,


besok dia mau nemuin aku,karena bungkusan ini,,,mari kita gunakan bungkusan ini,,,apa dia masih bisa di gunakan" ucap diaz dengan seringainya dan melakukan apa yang ingin dia lakukan


sedang di tempat lain


"hai yank,,,kamu kenapa??ngelamun aja daritadi,,,are you oke yank??"ucap deva


"eh maaf hasby,gak apa-apa kok,,hasby,besok aku minta izin lagi ya buat keluar nemuin teman sma,,,di karenakan tadi kita gak banyak ngobrol,d tempat acara"


"makasih ya,,,kita tidur yuk by,,"


"tumben ,ngajak tidur?gak ritual dulu yank,,baru jam 9 ini hehe"


"libur dulu ya by,,aku cape"


"haha iya maaf yank,,aku cuma becanda kok,,,ya udah kamu tidur duluan ya,aku mau ke ruang tamu dulu"pamit deva setelah memberikan kecupan selamat tidur di kening jesika


"kenapa wajah diaz terus terbayang-bayang??dan aku merasa begitu merindukannya malam ini,,hm mungkin karena kisah cinta kami udah lama jadi wajar kalau rasa itu masih ada sisa sedikit "


5hari berlalu....


deva mulai merasa ada perubahan dengan sikap jesika akhir-akhir ini,,,,setiap kali deva mendekat pasti Jesika selalu menghindar,setiap deva bertanya jesika hanya menjawab dengan seperlunya,,tidak ada cerita -cerita yang biasa dia lakukan tiap kali deva pulang kerja,,,


iya deva mulai merasakan perubahan itu setelah acara reuni tersebut,,,bahkan jesika tidak ada cerita apapun soal reuni itu ,baik dari acaranya,ketemu dengan siapa aja dia benar-benar bungkam kali ini.


waktu menunjukan pukul 02;45,tapi deva masih terjaga ,pikirannya berlarian kemana-mana sehingga matanya pun enggan untuk terpejam,,,deva pun melihat jesika yang sedang tertidur sangat pulas,,


devapun kembali mengecup kening jesika dan kembali merenung dan memikirkan apa yang akan dia lakukan ke depannya jika apa yang di sampaikan oleh bu tia tadi di ruang tamu itu benar adanya..


"maaf dev,,mamah mau tanya,,itu jesika tiap hari sering keluar rumah sekarang,apa kamu tau dia pergi kemana?tanya bu tia karena bu tia pun merasakan hal yang sama seperti deva


"iya kah jesika sering keluar rumah mah?deva tidak tau mah dan jesika juga gak minta izin ke deva mah" ucap deva kaget,,,


"kamu serius gak tau dev,,coba kamu ingat-ingat ,,apa yang menjadi alasa pertama jesika keluar rumah waktu itu sehingga dia terus-terusan sering keluar rumah sekarang"


"alasan pertama itu waktu acara reuni sma mah ,


mungkin Jesika bosen di rumah kali mah jadi dia main sama teman-temannya"


"habis reuni SMA? jesika itu jarang begini dev,,jangankan sekarang udah nikah ,waktu masih kerja juga jesika tuh tak pernah sering pergi lama dari rumah,cuma ada satu hal yang buat mamah takut,kalau jesika bertemu dengan diaz dan dia sering menemui diaz ,karena kalau jesika sudah pergi sama diaz maka dia akan lupa pulang,kamu bayangin aja,dia pergi saat kamu berangkat kerja,pulang lagi pas mendekati kamu pulang kerja,kadang kalau kamu lembur maka waktunya pun di tambahin"


"benarkah apa yang mamah katakan,jesika pergi selama hampir seharian beberapa hari ini?maafkan aku mah,,aku tak tau "


"gak apa-apa ,kamu tidak perlu minta maaf,kalau bisa besok kamu izin dulu,coba pantau Jesika pergi kemana dan dengan siapa ,,kalau mamah yang pergi,,mamah gak bisa naik motor dev"


"mamah yakin jesika besok akan pergi lagi?"tanya deva kepada bu tia dan bu tia pun menganggukkan kepalanya,,,


*


pagi pun menjelang,Jesika sudah berada di dapur setelah membangunkan deva ,tidak ada ucapan maupun kecupan beberapa hari ini. jesika benar-benar menghindari deva,tapi deva tetap tenang menghadapinya.


tadinya deva akan melakukan apa yang di sarankan oleh bu tia tapi sayang kali ini waktu tidak berpihak padanya karena deva ada pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan,hari ini dia ada meeting dengan klien baru yang akan memberi orderan pada perusahaan tempat dia bekerja,,


2bulan terakhir ini,deva naik jabatan dan kini gajinya pun lebih besar,kini deva sering berurusan dengan para bos-bos yang ingin memberi orderan Padanya,cuma deva yang benar-benar di percayakan dalam pencarian orderan tersebut,karena deva pandai mempresentasikan sehingga mudah menarik perhatian para buyer untuk mempercayakan oerderannya di produksi oleh perusahaan tempat deva bekerja.